Sepenggal Cerita Pilu di Balik Kepindahan Jamrawi dari Niac Mitra ke Arema Era 1980-an
Gia Yuda Pradana | 22 Juli 2021 13:37
Bola.net - Jamrawi merupakan salah satu sosok yang paling identik dengan persepakbolaan Indonesia di era 1980-an. Dikenal sebagai stoper tangguh bersama Niac Mitra, dia kemudian pindah ke Arema Malang.
Sebelum gabung Arema Malang (kini Arema FC), Jamrawi adalah pilar Niac Mitra yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia pada sejumlah turnamen internasional. Dalam channel youtube Omah Balbalan, Jamrawi mengungkap sepenggal cerita pilu di balik proses dirinya menjadi bagian dari Arema.
Kala itu, pada awal 1987, Jamrawi beserta sejumlah pemain Niac Mitra jadi sorotan publik sepak bola Indonesia karena dituding terlibat suap pada satu laga bersama tim asal Surabaya itu.
Kenangan Pahit
"Saya jadi pesakitan oleh perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Saya pun tidak pernah menerima satu sen pun dari kasus itu, tapi dulu kan pemain selalu dalam posisi sulit," kenang Jamrawi.
Menurut Jamrawi, sejatinya ia sudah berusaha melakukan pembelaan diri ketika dipanggil komisi disiplin PSSI. "Saat itu, saya bilang, jangankan diberi sanksi, ditembak pun saya siap bila ada bukti saya terlibat suap," kata Jamrawi.
Namun, karena kasus itu terlanjur jadi berita besar di media, Jamrawi pun akhirnya dijatuhi skorsing selama enam bulan. Sanksi itu jelas sangat memukul mental Jamrawi yang saat itu masih berusia 23 tahun.
Motivasi dari Kalimat Menyentuh Acub Zaenal

Beruntung, pada momen itu, Acub Zaenal, Administratur Galatama yang juga mantan Gubernur Irian Jaya (kini Papua) ingin membentuk klub Galatama di Malang bersama tokoh sepak bola Jawa Timur, Dirk Sutrisno. Jamrawi yang saat itu masih menjalani skorsing diajak Acub Zaenal untuk mengikuti latihan persiapan tim.
Jamrawi pun masih mengingat kalimat menyentuh dari Acub Zaenal yang kemudian membuat motivasinya bangkit.
"Saat itu itu Pak Acub bilang, kalau kamu ingin jadi pemain besar harus menghadapi tantangan besar. Saya pun memutuskan bergabung di Arema yang kala itu masih minim fasiltas dan dana. Saya ingin membuktikan kemampuan sebagai pemain."
Pemain Angkatan Pertama di Arema
Sebagai pemain angkatan pertama di Arema, Jamrawi tentu paham dengan proses awal berdirinya tim kebanggaan Aremania itu. Menurut Jamrawi, untuk memperkuat status klub, saat dirasa perlu menentukan tanggal lahir klub.
Ditentukanlah tanggal 11 Agustus 1987 jadi hari lahir resmi Arema. Gambar singa jadi disertakan jadi logo klub karena tanggal pendirian klub di zodiak Leo. "Tambahan kata Edan dimaksudkan sebagai penyemangat dan motivasi tim," terang Jamrawi.
Meski berstatus tim baru yang hanya bermodalkan semangat dan kebersamaan, Arema langsung mencuri perhatian di edisi perdana mereka. Di mata Jamrawi, hal itu tak lepas dari peran dan totalitas Aremania dalam mendukung tim kesayangannya.
"Setiap hendak berlaga, Aremania itu berpawai mendatangi mes pemain untuk memberikan semangat dan kemudian berlanjut di stadion. Itu yang membuat kami selalu termotivasi tampil kesetanan di lapangan," kenang Jamrawi.
Awal Kiprah Arema
Berkat dukungan suporter itu pula, para pemain mengesampingkan kondisi minor tim pada awal kiprah Arema. Di antaranya, gaji yang tidak semuanya terbayar pada waktu sama.
"Gaji diberikan menunggu hasil penjualan tiket. Itu pun harus diundi dulu. Biasanya ada lima pemain yang namanya naik, itu yang lebih dulu mendapatkan gaji."
Jamrawi jadi bagian Arema sampai 1992. Ia pun memutuskan pensiun sebagai pemain meski usianya saat itu masih 28 tahun. Cedera pada kedua lututnya membuatnya dirinya berpikir akan sulit tetap berada di level terbaik. Kebetulan pada saat bersamaan ada tawaran menjadi asisten pelatih di Arema.
Melatih SSB
Sebagai asisten pelatih, selain di Arema, Jamrawi pernah menjadi bagian dari Persela Lamongan dan tim sepak bola Jawa Timur yang meraih medali emas di PON 2004 Palembang.
Belakangan, Jamrawi kini fokus pada pembinaan pemain usia dini dengan melatih di sekolah sepak bola (SSB) Juanda.
"Saya berharap bisa memunculkan pemain lewat pembinaan mulai dari bawah. Lewat SSB, saya bisa mengajarkan teknik sepak bola dasar kepada para pemain usia dini," ungkap Jamrawi.
Ia pun berharap suatu saat sepak bola di Sidoarjo kembali menggeliat seperti dulu.
"Saat ini, warga Sidoarjo praktis hanya sebagai penonton pertandingan nasional dan internasional karena memiki Stadion Gelora Delta," pungkasnya.
Disadur dari: Bola.com/Abdi Satria/Gregah Nurikhsani
Published: 22 Juli 2021
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Nostalgia dari Era Galatama: Perjuangan Jamrawi Menembus Skuad Utama Niac Mitra
Bruno Silva, Predator Garang yang Berjodoh dengan PSIS Semarang
'Kenapa Kami Tidak Bisa Bermain Sepak Bola Seperti Negara Lain?'
Aceh Aman dan Nyaman, Pemain Persiraja Memilih Tidak Pulang ke Jepang
Harapan Besar Penyerang Asing Persik Kediri Berkarier di Indonesia
Gabung Persik Kediri dan Langsung Tenar, Youssef Ezzejjari: Ini Gila!
13 Tahun Dendi Santoso di Arema: Ini Pelatih dan Pemain yang Menjadi Panutannya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 17:00
-
Link Live Streaming PSIM vs Persita di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:19
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Dewa United di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:13
-
Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Persebaya di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 5 September 2026, 15:07
-
Jadwal BRI Super League 2026/27: Menjelang Pertandingan Persib vs PSM di Vidio
Bola Indonesia 5 September 2026, 07:58
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
-
Rapor Pemain Chelsea Usai Kalah dari Arsenal: Rogers Menjanjikan, Palmer Tenggelam!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:45
-
Pengakuan Jujur Ruben Amorim: AC Milan Tidak Layak Menang Lawan Juventus!
Liga Italia 7 September 2026, 07:30
-
Rapor Pemain Arsenal usai Comeback Lawan Chelsea: Saka Mematikan, Odegaard Pembeda!
Liga Inggris 7 September 2026, 07:15
-
Cetak Gol Tapi MU Gagal Menang, Perasaan Benjamin Sesko Campur Aduk
Liga Inggris 7 September 2026, 07:00
-
Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
Liga Spanyol 7 September 2026, 06:30
-
Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
Liga Inggris 7 September 2026, 05:45
-
Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
Liga Inggris 7 September 2026, 05:15
-
Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
Liga Italia 7 September 2026, 04:34
-
Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
Liga Italia 7 September 2026, 04:25
-
Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
Liga Inggris 7 September 2026, 00:53
-
Hasil Arsenal vs Chelsea: The Gunners Comeback dan Menang di Derby London
Liga Inggris 7 September 2026, 00:27
-
Tempat Menonton Juventus vs AC Milan di Serie A, 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:59
-
Link Streaming Juventus vs AC Milan 7 September 2026
Liga Italia 6 September 2026, 23:45
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
