SOS Harap Pelaku Perusakan Bus Arema FC Ditindak Tegas
Dimas Ardi Prasetya | 21 Oktober 2021 23:18
Bola.net - Save Our Soccer (SOS) angkat bicara ihwal perusakan bus Arema FC yang diduga dilakukan sekelompok oknum suporter. Lembaga yang concern dengan perbaikan tata kelola sepak bola Indonesia ini berharap agar PSSI dan PT. LIB bisa menindak tegas pelaku perusakan tersebut.
"Jangan sampai akibat ulah segelintir orang, kegiatan sepak bola kembali dihentikan. PSSI dan LIB harus tegas, juga terhadap para pelaku kerumunan seperti nonton bareng, konvoi, bahkan demo klub dengan melibatkan banyak massa yang dilakukan," tutur Koordinator SOS, Akmal Marhali, Kamis (21/10).
"Tegas tegakkan regulasi. Pembiaran akan menjadi pembenaran. Puncaknya, muncul aksi anarkisme dan vandalisme di Yogyakarta karena lemahnya pengawasan dan penegakkan aturan," sambungnya.
Sebelumnya, terjadi insiden perusakan sekelompok orang, yang diduga sebagai kelompok suporter lain, terhadap bus Arema FC. Perusakan ini terjadi di hotel tempat Arema FC menginap, di salah satu daerah di Yogyakarta.
Insiden ini sempat diunggah Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana, dalam story Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, Gilang menyebut bahwa para sekelompok orang ini membawa batu, rantai, dan kunci inggris untuk merusak bus Arema.
Dalam unggahan lain, tampak bahwa kaca di bagian sopir bus bernama Jeng99olo ini pecah. Selain itu, kaca depan bus juga terlihat retak. Kabarnya, beberapa bagian lain dari bus berbodi Jetbus 3+ Voyager ini juga penyok.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Kejadian Memprihatinkan
Lebih lanjut, Akmal menilai bahwa aksi vandalisme berkedok sepakbola terjadi di Yogyakarta ini sangat memprihatinkan. Terlebih lagi, ia menambahkan, kejadian ini terjadi pada masa pandemi.
"Sungguh, ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan di tengah pandemi Covid-19 dan pada saat pemerintahan mulai memberikan izin kompetisi sepak bola Indonesia boleh digelar tanpa penonton," tutur Akmal.
"Hal ini harus menjadi catatan Satgas Covid-19, BNPB, Kepolisian, dan Kemenpora. Juga menjadi warning buat PSSI dan PT. LIB," imbuhnya.
Tak Ada Tempat untuk Kriminalitas
Akmal pun menegaskan bahwa tak ada tempat di sepak bola nasional untuk aksi-aksi kriminal. Karenanya, menurut mantan jurnalis olahraga tersebut, para pelaku yang terlibat harus mendapat hukuman berat.
"Kejadian ini bisa jadi berulang bila tidak diberikan hukuman berat kepada pelakunya," ungkap Akmal.
"Bukan hanya hukum sepakbola, tapi juga hukum pidana. Pasal yang dapat digunakan untuk melaporkan perusak mobil lebih dari satu orang adalah pasal 170 ayat (1) KUHP yang berbunyi: Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan," sambungnya.
Klub Bertanggung Jawab
Akmal menyebut, dalam konteks hukum sepak bola, ulah suporter yang melakukan aksi kriminalitas juga bisa masuk ranah Komdis dan dapat dihukum berat. Klub tempat suporter tersebut bernaung pun bisa terkena sanksi akibat ulah suporter mereka.
"Dalam regulasi pasal 4 ayat 2 soal keamanan dan kenyamanan ditegaskan bahwa setiap klub bertanggung jawab terhadap tingkah laku dari pemain, ofisial, personel, fans/penonton, dan setiap orang terkait klub tersebut selama penyelenggaraan Liga 1," papar Akmal.
"Ayo, jangan beri tempat untuk kriminalitas di sepak bola," tandasnya.
(Dendy Gandakusumah/Bola.net)
Baca Juga:
Arema FC Rela Menjadi Martir Persatuan Suporter Indonesia
Bus Tim Mereka Dirusak, Ini Tanggapan Manajemen Arema FC
Arema FC Pertahankan Status Klub Profesional Versi AFC
Gol Indah Carlos Fortes ke Gawang Persija Banjir Pujian: Luar Biasa, Seperti Keajaiban
Kecewanya Pelatih Persija atas Kepemimpinan Wasit Oki Dwi Putra: Pimpin yang Benar dong!
BRI Liga 1: Kalah dari Arema FC, Pelatih Persija Sebut Tidak Butuh Bantuan Wasit
BRI Liga 1: Andritany Sebut Persija Selalu Dirugikan Wasit Oki Dwi Putra, Termasuk Lawan Arema FC
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kedewasaan Como yang Makin Teruji
Liga Italia 28 Oktober 2026, 17:09
-
Kinerja Jose Mourinho yang Memuaskan
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 21:16
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





