Sriwijaya FC Dukung dan Tunggu Undangan Turnamen Dari Tim Transisi
Editor Bolanet | 5 Juni 2015 22:58
- Rencana Tim Transisi yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutar turnamen, mendapatkan dukungan dari Sriwijaya FC (SFC). Sekretaris SFC, Achmad Haris, menilai jika hal tersebut memiliki tujuan yang baik.
Menurut Haris, bergulirnya kompetisi bakal menyelamatkan karir para pemain. Sebab sebelumnya, PT Liga Indonesia (PT LI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memutuskan menghentikan kompetisi.
Manajemen tidak ingin melihat ke belakang. Intinya, bagaimana agar pemain ini bisa merumput lagi. Keputusan ini untuk menyelamatkan pemain daripada ikut turnamen antar kampung, ungkapnya.
Selain itu, dilanjutkannya, dengan mengikuti turnamen tersebut dapat mengukur kemampuan Tim Transisi sesungguhnya. Meski demikian, ditegaskannya, masih belum mendapatkan surat undangan untuk tampil dalam kompetisi yang akan diprakarsai Tim Transisi.
Jika Tim Transisi mampu menghasilkan suatu kompetisi yang lebih kompetitif, serta banyak diikuti klub peserta ISL sebelumnya, mengapa tidak, tuturnya.
Sejauh ini, Manajemen SFC mengambil kebijakan dengan mengurangi gaji pemain dengan hanya memberikan 10 persen dari nilai kontrak per bulan. Adapun pemain yang dimaksud, yakni Syakir Sulaiman, Patrich Wanggai, Yogi Triana dan Pelatih Kepala Benny Dollo serta Asisten Pelatih Hendri Susilo.
Sedangkan pemain lainnya ada yang hanya menerima gaji 25 persen dari nilai kontrak. Antara lain, yakni Asri Akbar, Titus Bonai, Ferdinand Sinaga, Fakruddin, Wildansyah dan Jeki Arisandi.
Pemain yang masih menerima gaji senilai 25 persen ini wajib tetap di mes dan berlatih. Ini dilakukan Manajemen klub untuk meminimalisasi dampak negatif, semisal cedera karena bergabung dengan liga antarkampung, pungkasnya. [initial]
(esa/mac)
Menurut Haris, bergulirnya kompetisi bakal menyelamatkan karir para pemain. Sebab sebelumnya, PT Liga Indonesia (PT LI) dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memutuskan menghentikan kompetisi.
Manajemen tidak ingin melihat ke belakang. Intinya, bagaimana agar pemain ini bisa merumput lagi. Keputusan ini untuk menyelamatkan pemain daripada ikut turnamen antar kampung, ungkapnya.
Selain itu, dilanjutkannya, dengan mengikuti turnamen tersebut dapat mengukur kemampuan Tim Transisi sesungguhnya. Meski demikian, ditegaskannya, masih belum mendapatkan surat undangan untuk tampil dalam kompetisi yang akan diprakarsai Tim Transisi.
Jika Tim Transisi mampu menghasilkan suatu kompetisi yang lebih kompetitif, serta banyak diikuti klub peserta ISL sebelumnya, mengapa tidak, tuturnya.
Sejauh ini, Manajemen SFC mengambil kebijakan dengan mengurangi gaji pemain dengan hanya memberikan 10 persen dari nilai kontrak per bulan. Adapun pemain yang dimaksud, yakni Syakir Sulaiman, Patrich Wanggai, Yogi Triana dan Pelatih Kepala Benny Dollo serta Asisten Pelatih Hendri Susilo.
Sedangkan pemain lainnya ada yang hanya menerima gaji 25 persen dari nilai kontrak. Antara lain, yakni Asri Akbar, Titus Bonai, Ferdinand Sinaga, Fakruddin, Wildansyah dan Jeki Arisandi.
Pemain yang masih menerima gaji senilai 25 persen ini wajib tetap di mes dan berlatih. Ini dilakukan Manajemen klub untuk meminimalisasi dampak negatif, semisal cedera karena bergabung dengan liga antarkampung, pungkasnya. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















