Tim Transisi Sesalkan Mundurnya Empat Anggota Mereka
Editor Bolanet | 13 Mei 2015 17:48
- Cheppy Wartono mengaku tak mempermasalahkan mundurnya empat orang anggota Tim Transisi. Menurut salah seorang anggota Tim Transisi ini, ia hanya menyesalkan keputusan teman-temannya yang mengundurkan diri.
Bagi kami, tak ada masalah dengan pengunduran diri mereka, ujar Cheppy pada .
Kami hanya menyesalkan, kenapa mereka harus takut melawan mafia bola? sambungnya.
Sebelumnya sempat muncul sejumlah keraguan bahwa Tim Transisi bisa melakukan tugasnya dengan baik dan sesuai rencana. Tengara ini muncul akibat mundurnya beberapa orang anggota Tim Transisi. Sejauh ini sudah empat anggota tim bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mengundurkan diri.
Anggota pertama yang mengundurkan diri adalah Velix Wanggai. Mantan Staff Khusus Kepresidenan ini mengaku tak memiliki cukup kompetensi dalam membenahi sepakbola Indonesia.
Usai Wanggai, menyusul Darmin Nasution dan Farid Husaini. Dua orang ini mengaku tak bisa meninggalkan kesibukan pribadi mereka.
Belakangan, Ridwan Kamil menyusul mundur dari tim ini. Wali Kota Bandung ini mengaku sibuk menjalankan tugasnya. Selain itu, Kang Emil juga mengaku tak mendapat restu sang ibu untuk menjadi anggota tim ini.
Lebih lanjut, Cheppy menegaskan bahwa negara tak boleh kalah dalam pertarungan kontra mafia yang ada di sepakbola Indonesia.
Mafia memang sulit dibuktikan. Seperti orang buang angin, ada baunya tapi tidak ada wujudnya. Namun, baunya membuat orang lain kelimpungan. Inilah yang terjadi di sepakbola kita, tandasnya. [initial]
(den/pra)
Bagi kami, tak ada masalah dengan pengunduran diri mereka, ujar Cheppy pada .
Kami hanya menyesalkan, kenapa mereka harus takut melawan mafia bola? sambungnya.
Sebelumnya sempat muncul sejumlah keraguan bahwa Tim Transisi bisa melakukan tugasnya dengan baik dan sesuai rencana. Tengara ini muncul akibat mundurnya beberapa orang anggota Tim Transisi. Sejauh ini sudah empat anggota tim bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga ini mengundurkan diri.
Anggota pertama yang mengundurkan diri adalah Velix Wanggai. Mantan Staff Khusus Kepresidenan ini mengaku tak memiliki cukup kompetensi dalam membenahi sepakbola Indonesia.
Usai Wanggai, menyusul Darmin Nasution dan Farid Husaini. Dua orang ini mengaku tak bisa meninggalkan kesibukan pribadi mereka.
Belakangan, Ridwan Kamil menyusul mundur dari tim ini. Wali Kota Bandung ini mengaku sibuk menjalankan tugasnya. Selain itu, Kang Emil juga mengaku tak mendapat restu sang ibu untuk menjadi anggota tim ini.
Lebih lanjut, Cheppy menegaskan bahwa negara tak boleh kalah dalam pertarungan kontra mafia yang ada di sepakbola Indonesia.
Mafia memang sulit dibuktikan. Seperti orang buang angin, ada baunya tapi tidak ada wujudnya. Namun, baunya membuat orang lain kelimpungan. Inilah yang terjadi di sepakbola kita, tandasnya. [initial]
Jangan Lewatkan!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026, 10 Juli 2026
Piala Dunia 10 Juli 2026, 01:45
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis vs Maroko, 10 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:30
-
Jorge Jesus Capai Kesepakatan Latih Portugal
Piala Dunia 9 Juli 2026, 23:08
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















