3 Hal Menarik dari Utak-Atik Taktik Erik ten Hag di Man United
Richard Andreas | 16 Juli 2022 17:30
Bola.net - Erik ten Hag sudah memimpin pertandingan pertamanya sebagai manajer Manchester United. Dia membimbing timnya mengalahkan Liverpool dalam duel uji coba pramusim.
Selasa (12/7/2022), bermain di Bangkok, Thailand, MU menghajar Liverpool dengan skor telak 4-0. Pesta empat gol MU kali ini datang dari aksi Jadon Sancho, Fred, Anthony Martial, dan Facundo Pellistri.
Meski baru pramusim, kemenangan ini jadi awal baik bagi Ten Hag. Ada beberapa tanda perubahan positif dalam tim MU, khususnya soal gaya bermain.
Ten Hag pun menegaskan bahwa hasil ini tidak berarti apa pun. Permainan MU memang mulai terbentuk, tapi masih jauh dari sempurna karena ada banyak kesalahan.
Di saat yang sama, Ten Hag cukup puas dengan potensi timnya. Ada banyak tanda-tanda positif yang bisa menyulut optimisme fans MU.
Paling tidak, ada 3 hal menarik dari utak-atik taktik Erik ten Hag di laga pertamanya sebagai manajer MU kemarin. Apa saja?
1. Holding midfielder turun ke belakang

Ten Hag tampaknya ingin mengaplikasikan gaya main khas Ajax di MU. Dia ingin timnya menguasai bola dan mengambil inisiatif serangan.
Dalam kemenangan 4-0 atas Liverpool kemarin, jelas terlihat perubahan signifikan dalam gaya main MU. Ten Hag menginstruksikan holding midfielder untuk turun ke belakang dan membangun serangan.
Pergerakan ini terlihat dalam kombinasi Scott McTominay dan Fred. Ketika salah satu dari mereka naik ke depan, sisanya harus menunggu di belakang dan melindungi barisan bek.
Pendekatan ini membuat MU bermain lebih rapi dan tidak lagi dikejutkan dengan serangan balik. Jelas terlihat mengapa Ten hag menginginkan Frenkie de Jong, salah satu gelandang terbaik untuk peran tersebut.
2. Inverted full-backs

Perubahan signifikan berikutnya yang dibuat Ten Hag ada pada kedua bek sayap. Ten Hag ingin full-back MU aktif naik ke depan untuk membantu membangun serangan.
Menariknya, Ten Hag menerapkan taktik invertted full-back, bukan pergerakan menyerang biasa. Jadi Diogo Dalot dan Luke Shaw diminta membawa bola ke depan, tapi menusuk ke sisi tengah, bukan hanya menyisir sayap.
Hasilnya, Dalot menemukan jalur operan di antara bek tengah kanan dan bek sayap kanan lawan. Dalot juga aktif naik ke depan setelah merebut bola.
Ketika tidak membawa bola, salah satu full-back MU harus mengisi posisi di tengah lapangan untuk menggantikan gelandang tengah yang naik ke depan untuk menekan lawan.
3. Bruno lebih ke depan

Perubahan taktik ketiga yang juga terlihat jelas ada pada peran Bruno Fernandes. Ten Hag tampaknya meminta Bruno lebih aktif menyerang dan membantu para penyerang.
Ten Hag tidak mau Bruno terus mundur menjemput bola. Peran itu sudah digantikan Fred dan McTominay, jadi Bruno seharusnya lebih banyak menunggu operan dari belakang.
Bruno justru memegang tanggung jawab lebih besar untuk membawa bola ke depan. Dia harus tenang membawa bola dan menajamkan visi untuk melihat celah peluang.
Tidak hanya itu, Bruno juga diminta lebih atkif menekan lawan sejak lini serang. Gaya main ini membuat MU jadi lebih dominan.
Sumber: Bola, Manchester United, Sportskeeda
Jangan lewatkan ini Bolaneters!
- Proyek 'Ajax-isasi' Manchester United: Dimulai dari Erik ten Hag, Lalu 6 Pemain Menyusul?
- Lisandro Martinez dan Bek-Bek Tengah Termahal Manchester United
- Usai Kalah 4-0 Lawan MU, Liverpool Latihan Berpanas-panasan!
- Andai Tinggalkan Old Trafford, Cristiano Ronaldo Bukan Lagi Pahlawan Man United?
- Bisa Lukai Fans MU, Juan Mata Bakal Pindah ke Leeds United?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Prediksi BRI Super League: PSBS Biak vs Semen Padang 8 Maret 2026
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 14:54
LATEST UPDATE
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20










