Alasan Gabriel Magalhaes Lolos dari Kartu Merah: Karena 'Diselamatkan' Erling Haaland

Ari Prayoga | 20 April 2026 11:47
Alasan Gabriel Magalhaes Lolos dari Kartu Merah: Karena 'Diselamatkan' Erling Haaland
Erling Haaland berseteru dengan Gabriel Magalhaes dalam laga Manchester City Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) PA via AP Photo/Martin Rickett

Bola.net - Pertandingan panas antara Manchester City vs Arsenal di Etihad Stadium, Minggu (19/4/2026), tak hanya menyajikan duel sengit perebutan gelar, tetapi juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satu yang paling disorot adalah insiden adu kepala antara Gabriel Magalhaes dan Erling Haaland.

Dalam laga yang dimenangkan City dengan skor 2-1 itu, tensi pertandingan memuncak ketika kedua pemain terlibat konfrontasi di tengah lapangan. Situasi bermula dari dorongan yang memicu keduanya saling berhadapan. Dalam momen tersebut, Gabriel terlihat menggerakkan kepalanya ke arah wajah Haaland, aksi yang oleh sebagian pihak dinilai menyerupai sundulan.

Advertisement

Wasit Anthony Taylor akhirnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain setelah berhasil meredam situasi. Namun keputusan ini memicu perdebatan, mengingat insiden serupa kerap berujung kartu merah.

1 dari 3 halaman

Haaland Selamatkan Gabriel

Haaland Selamatkan Gabriel

Erling Haaland dalam laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Mantan wasit Liga Inggris, Mark Halsey, menilai Gabriel sebenarnya beruntung tidak diusir dari lapangan. Ia menyebut reaksi Haaland yang tidak berlebihan menjadi faktor penting di balik keputusan tersebut.

“Beberapa orang mungkin berpendapat itu layak kartu merah karena tindakan kekerasan, sementara yang lain melihat tidak ada cukup kekuatan dalam kontak tersebut. Ini memang subjektif,” ujar Halsey.

Ia menambahkan bahwa Haaland secara tidak langsung “menyelamatkan” Gabriel. Menurutnya, jika penyerang asal Norwegia itu terjatuh dan bereaksi lebih dramatis, kemungkinan besar wasit akan mengeluarkan kartu merah dan Gabriel bisa menghadapi sanksi tambahan.

“Dalam banyak kasus sebelumnya, pemain yang terjatuh membuat wasit lebih mudah memberikan kartu merah. Gabriel harus berterima kasih pada Haaland karena tetap berdiri,” jelasnya.

Haaland sendiri mengakui hal tersebut. Dalam wawancaranya, ia menegaskan tidak ingin menjatuhkan diri kecuali benar-benar mendapat serangan serius. Ia juga mempertanyakan kartu kuning yang diterimanya, meski tetap menerima keputusan wasit.

2 dari 3 halaman

Kontroversi Man City vs Arsenal

Kontroversi Man City vs Arsenal

Declan Rice usai laga Manchester City vs Arsenal, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Kontroversi tak berhenti di situ. Arsenal sempat cemas saat bola mengenai lengan Gabriel di kotak penalti. Namun wasit memutuskan tidak ada pelanggaran, keputusan yang didukung Halsey karena posisi tangan dianggap natural dan kontak terjadi di area bahu.

Selain itu, insiden lain melibatkan Kai Havertz dan Abdukodir Khusanov saat berebut bola panjang. Meski sempat diprotes, Halsey menilai tidak ada pelanggaran maupun pelanggaran peluang emas yang jelas.

Secara keseluruhan, Halsey menilai kepemimpinan Taylor dalam laga tersebut sudah tepat. “Dua kartu kuning untuk sikap agresif sudah cukup. Saya pikir dia dan timnya memimpin pertandingan dengan sangat baik,” pungkasnya.

Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Manchester City dalam persaingan gelar, sementara Arsenal harus menelan kekalahan pahit di laga krusial yang penuh drama tersebut.

LATEST UPDATE