Andrew Robertson, Bukti Keunggulan Jurgen Klopp Atas Guardiola
Dimas Ardi Prasetya | 30 Juni 2020 18:24
Bola.net - Eks striker Liverpool Stan Collymore menyebut Andrew Robertson merupakan salah satu bukti bahwa Jurgen Klopp lebih unggul ketimbang Josep Guardiola.
Kesuksesan Liverpool saat ini tak lepas dari sumbangsih para pemainya di sektor fullback. Mereka termasuk esensial dalam permainan rancangan Jurgen Klopp.
Salah satu andalan Klopp adalah Robertson di sektor fullback kiri. Bek asal Skotlandia ini sebelumnya dipandang sebelah mata karena dibeli dengan harga hanya delapan juta pounds dari Hull City.
Namun begitu ia mulai dipercaya bermain di tim utama Liverpool, posisi itu selalu menjadi miliknya. Ia hanya akan digantikan jika tengah cedera atau terkena sanksi larangan tampil.
Robertson tampil apik dalam bertahan. Namun yang lebih istimewa lagi adalah ia membantu lini serang dengan luar biasa, khususnya dengan umpan-umpan silangnya yang akurat.
Klopp yang Brilian
Jurgen Klopp memiliki reputasi sebagai manajer yang mampu memoles bakat yang dimiliki seorang pemain sampai jadi. Hal tersebut sudah terlihat di Borussia Dortmund.
Reputasi itu makin terbukti setelah melihat hasil tangan dingin Klopp pada para pemain Liverpool, khususnya Andrew Robertson. Stan Collymore pun acungkan jempol pada Klopp atas skill yang dimilikinya itu.
“Berhasil melakukan perekrutan besar memang cukup mengesankan, tetapi apa yang telah ia lakukan dengan Robertson sungguh brilian," buka Collymore pada Mirror.
“Sebagian besar dari lima atau enam klub terbawah di liga pada saat itu akan menolak tawaran delapan juta poundsterling yang dibayarkan Klopp pada Hull. Namun orang Jerman itu mengambil bek kiri muda dan mengubahnya menjadi yang terbaik di dunia dalam posisi itu.
Tak Bisa Ditiru Guardiola
Josep Guardiola disebut sebagai salah satu manajer terbaik di dunia saat ini. Ia sudah meraih sukses di Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City tentunya.
Namun ada anggapan bahwa Jurgen Klopp lebih baik darinya. Stan Collymore pun mengamininya dengan menyebut Guardiola tak bisa meniru hasil kerja Klopp, salah satunya dengan memoles pemain macam Andrew Robertson.
"Bisakah Anda menyebut saya satu pemain Steady Eddy (orang yang melakukan segalanya menurut aturan dan tak mengambil resiko) yang telah tiba di Manchester City di bawah masa kepemimpinan Guardiola dan sekarang dipandang sebagai pemain unggulan di posisinya?'"
"Klopp telah melakukan keajaiban dengan individu-individu, dan secara kolektif ia telah membuat ruang ganti itu [jadi sangat harmonis]," sambungnya.
Andrew Robertson sendiri menuai sukses berkat Liverpool. Setelah tampil apik di level klub ia kemudian dipercaya menjadi kapten timnas Skotlandia.
(Mirror)
Baca Juga:
- Tak Seperti City, Liverpool Masih Kuat dan tak Butuh Beli Bintang Baru
- Setelah Cicipi Pahitnya Degradasi, 5 Pemain Ini Bisa Rengkuh Gelar Premier League
- Selain Manchester City, Ada Dua Tim yang Berpotensi Saingi Liverpool
- Liverpool Tidak Butuh Pemain Top Seperti Neymar, Messi & Koulibaly
- Penuhi Nazar Liverpool Juara, Pria Ini Potong Rambut untuk Kali Pertama dalam 17 Tahun
- Jadi Legenda Liverpool, Alisson Berterima Kasih Pada Satu Sosok Ini
- Demi Cegah Dominasi Liverpool, Manchester City Bakal Datangkan Koulibaly
- Trent Alexander-Arnold Adalah Gabungan Beckham dan De Bruyne, Setuju?
- Jadwal Lengkap Liverpool di Premier League 2019-20, 7 Laga Demi Cetak Rekor Poin
- Bisakah Guardiola Lakukan Apa yang Klopp Kerjakan di Liverpool?
- Baru Juara Sekali, Suporter Liverpool Ini Berani Pamerkan Trofi EPL ke Old Trafford dan Etihad
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Michael Carrick Ingin Boyong Pemain Middlesbrough ini ke Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:22
-
Ian Wright Ngeri-ngeri Sedap Lihat Penampilan MU, Bakal Jadi Momok Bagi Arsenal!
Liga Inggris 20 Januari 2026, 16:03
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





