Arsenal vs Man City di Final Carabao Cup: Momen Pembuktian Mikel Arteta Setelah 6 Tahun Tanpa Trofi

Richard Andreas | 22 Maret 2026 17:15
Arsenal vs Man City di Final Carabao Cup: Momen Pembuktian Mikel Arteta Setelah 6 Tahun Tanpa Trofi
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, berbicara kepada para pemainnya saat pertandingan melawan Brighton pada Kamis 5 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Final Carabao Cup akhir pekan ini menghadirkan cerita yang jauh melampaui sekadar perebutan trofi. Arsenal dan Manchester City akan berhadapan di Wembley dalam duel yang mempertemukan dua tim teratas Premier League musim ini.

Di balik laga tersebut, terselip kisah menarik antara Mikel Arteta dan Pep Guardiola. Keduanya pernah bekerja bersama di Manchester City, tetapi kini berdiri di dua sisi berbeda sebagai pelatih utama Arsenal dan City.

Advertisement

Bagi Arteta, final ini membawa makna khusus. Setelah hampir enam tahun tanpa trofi besar, Arsenal melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk mengubah status mereka dari sekadar penantang menjadi juara.

1 dari 5 halaman

Inspirasi dari Guardiola dan Trofi Pertama Manchester City

Inspirasi dari Guardiola dan Trofi Pertama Manchester City

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kenangan Arteta dengan trofi ini berawal pada Februari 2018. Saat itu, Manchester City yang dilatih Pep Guardiola menjuarai Carabao Cup setelah mengalahkan Arsenal 3-0 di Wembley.

Arteta masih menjadi asisten Guardiola ketika sang pelatih mengangkat trofi tersebut. Guardiola kala itu menekankan pentingnya gelar pertama dalam membangun mental juara sebuah tim.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Guardiola berkata bahwa trofi sering menjadi pemicu kesuksesan berikutnya.

“Menjuarai trofi membantu Anda memenangkan lebih banyak trofi,” kata Guardiola. “Sangat penting memenangkan yang pertama. Ini akan membantu kami di Premier League dan juga Liga Champions.”

Ucapan tersebut terbukti benar. Hanya tiga bulan setelah kemenangan di Wembley itu, Manchester City kembali mengangkat trofi Premier League.

Kini, Arteta yang menyaksikan langsung momen tersebut berharap bisa merasakan efek yang sama bersama Arsenal.

2 dari 5 halaman

Keyakinan Arteta: Trofi Membawa Kepercayaan Diri

Keyakinan Arteta: Trofi Membawa Kepercayaan Diri

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta usai laga melawan Brighton yang dimenangkan The Gunners 1-0, Kamis 5 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Menjelang final, Arteta mengakui bahwa trofi dapat memberikan dampak besar bagi mental tim. Ia bahkan menggemakan pernyataan yang pernah diucapkan mentornya delapan tahun lalu.

“Menang selalu membantu,” kata Arteta dalam konferensi pers jelang laga. “Dan memenangkan trofi tentu lebih membantu lagi. Itu memberi kepercayaan diri dan keyakinan bahwa ketika momen itu datang, Anda mampu melakukannya.”

Pandangan tersebut juga diamini oleh para pemain Arsenal. Kiper Kepa Arrizabalaga menyebut final ini sebagai peluang penting bagi timnya untuk membuka kembali lemari trofi klub.

“Bagi kami, semoga ini bisa menjadi cara untuk membuka lemari trofi kami,” kata Kepa. “Dan membuatnya tetap terbuka.”

Optimisme tersebut mencerminkan ambisi Arsenal yang merasa tim mereka kini telah dibangun untuk bersaing di berbagai kompetisi.

3 dari 5 halaman

Enam Tahun Tanpa Trofi Besar Arsenal

Enam Tahun Tanpa Trofi Besar Arsenal

Eberechi Eze merayakan gol pembuka bersama rekan-rekan setimnya dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Arsenal vs Leverkusen di Emirates Stadium, 18 Maret 2026 (c) AP Photo/Ian Walton

Meski Arteta pernah membawa Arsenal menjuarai FA Cup pada musim 2019/2020, sejak saat itu klub London Utara tersebut belum lagi meraih trofi besar.

Arsenal memang sempat memenangkan Community Shield pada tahun yang sama dan pada 2023, tetapi trofi tersebut tidak dianggap sebagai gelar utama.

Akibatnya, Arsenal kini hampir enam tahun tanpa trofi besar. Bagi klub sebesar Arsenal, periode tersebut terasa terlalu panjang.

Bahkan, final Carabao Cup ini juga menjadi final besar pertama Arsenal sejak kemenangan FA Cup pada 2020. Untuk menemukan jeda serupa dalam sejarah klub, harus kembali ke periode antara 1980 hingga 1987.

Menariknya, kekeringan trofi saat itu juga berakhir melalui kompetisi yang sama. Pada 1987, tim asuhan George Graham mengalahkan Liverpool 2-1 di final League Cup di Wembley.

4 dari 5 halaman

Final yang Bisa Mengubah Arah Musim Arsenal

Final yang Bisa Mengubah Arah Musim Arsenal

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres (kiri), merayakan gol kedua timnya dalam laga Premier League melawan Tottenham Hotspur, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Arteta menegaskan bahwa Arsenal tidak ingin melihat terlalu jauh ke kompetisi lain yang akan diputuskan pada akhir musim. Namun ia mengakui bahwa final ini bisa menjadi momentum penting.

Arsenal masih berpeluang meraih banyak hal musim ini, bahkan secara teoritis masih bisa memburu empat trofi sekaligus. Namun langkah pertama harus dimulai dari Wembley.

Arteta menyebut laga final sebagai salah satu momen paling menentukan bagi sebuah tim.

“Ini adalah salah satu momen penentu, karena pada akhirnya yang dihitung adalah apakah Anda memenangkan trofi atau tidak,” ujar Arteta. “Kami harus membuktikannya di lapangan.”

Beberapa pekan lalu, final ini juga diperkirakan akan memengaruhi persaingan gelar Premier League. Namun, selisih sembilan poin antara Arsenal dan Manchester City membuat dampak langsungnya terhadap perebutan titel liga sedikit berkurang.

5 dari 5 halaman

Jadwal Pertandingan dan Live Streaming

Final Carabao Cup 2025/2026 

Pertandingan: Arsenal vs Man City
Stadion: Wembley
Hari: Minggu, 22 Maret 2026
Kick-off: 23. 30 WIB
Siaran langsung TV: -
Live streaming: Vidio >>> (((KLIK DI SINI)))

LATEST UPDATE