Bruno Fernandes Seharusnya Kebal dari Kritikan 'Pemain Malas'
Richard Andreas | 20 Desember 2025 16:53
Bola.net - Peran sentral di klub besar sering kali datang dengan konsekuensi sorotan berlebihan. Di Manchester United, posisi itu kini melekat kuat pada sosok Bruno Fernandes.
Sebagai kapten dan penggerak utama tim, Fernandes kerap berada di garis depan pujian maupun kritik. Setiap gestur dan keputusan di lapangan tak luput dari penilaian publik.
Mantan striker United, Louis Saha, menilai kritik tersebut tidak selalu adil. Ia menyebut Fernandes menjadi sasaran empuk karena statusnya sebagai figur utama di Old Trafford.
Fernandes di Bawah Sorotan, United Bangkit Bersama Amorim

Setelah awal musim 2025–26 yang sulit, Manchester United menunjukkan kebangkitan di bawah arahan Ruben Amorim. United kini berada di peringkat keenam Liga Inggris, hanya terpaut dua poin dari zona Liga Champions.
Performa stabil tersebut didukung konsistensi hasil, dengan hanya satu kekalahan dalam 10 laga terakhir. Tren positif itu membuat posisi United di klasemen kembali kompetitif.
Di balik kebangkitan tersebut, peran Fernandes kembali menonjol. Gelandang berusia 31 tahun itu menjadi pengatur tempo sekaligus motor kreativitas tim.
Kontribusi Besar Bruno Fernandes di Lapangan

Musim ini, Bruno Fernandes tampil sebagai pemberi assist terbanyak di liga dengan tujuh assist. Ia juga menyumbang lima gol, menegaskan pengaruhnya dalam fase menyerang.
Sejak bergabung dari Sporting CP pada 2020, Fernandes konsisten menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad United. Namun, performa tersebut tak selalu sejalan dengan penerimaan publik.
Karakter emosionalnya di lapangan kerap memicu perdebatan. Gestur dan cara berkomunikasinya saat pertandingan berlangsung dinilai sebagian pihak terlalu berlebihan.
Louis Saha Sebut Kritik terhadap Fernandes Terlalu Murah
Membela sang kapten, Louis Saha menyebut kritik yang diarahkan kepada Fernandes sebagai bentuk penilaian malas. Menurutnya, sorotan itu muncul karena Fernandes adalah titik fokus permainan United.
“Bruno Fernandes selalu menunjukkan komitmen dan menunjukkan kelas secara konsisten," buka Saha.
"Jenis kritik yang dia terima benar-benar membuat saya heran, itu cara yang sangat murah untuk mengomentari sepak bola, hanya dengan mengatakan orang seharusnya melakukan ini atau itu.”
Saha juga menyinggung perbandingan Fernandes dengan figur-figur besar United di masa lalu. Ia menilai pola kritik serupa pernah dialami pemain yang menjadi pusat tim.
“Perbandingan antara Fernandes dan Roy Keane bisa dipahami karena dia adalah titik fokus tim ini. Kita juga melihat hal yang sama pada Cristiano Ronaldo. Mereka mendapat kritik karena itu, itu cara malas untuk mengomentari titik fokus tim."
Kontribusi Besar Bruno untuk Man United
Menurut Saha, kontribusi Fernandes tidak bisa diukur hanya dari statistik. Ia menekankan peran lari, intensitas, dan ekspresi emosional sang gelandang sebagai bagian dari kepemimpinannya.
“Itulah mengapa menurut saya ketika melihat kontribusi Bruno, itu sangat besar, dan bukan hanya soal angka. Ini tentang pergerakannya, intensitasnya, dan kemampuannya untuk terkadang menunjukkan kemarahan dengan caranya sendiri," tutup Saha.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Scott McTominay Bantah Mitos Pemain Man United Lebih Sukses Setelah Pergi
- Ketika Ruben Amorim Membantah Sir Alex Ferguson: Manchester United Tak Perlu 10 Tahun untuk Juara Premier League
- Wawancara Bruno Fernandes Bikin Geger, Respons Ruben Amorim Tenangkan Publik Old Trafford
- Tentang Kaos Kontroversial di Old Trafford, Reaksi Ruben Amorim soal Kobbie Mainoo Justru Bikin Adem
- Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Leeds vs Nottingham Forest 7 Februari 2026
Liga Inggris 6 Februari 2026, 16:15
-
Jadwal Lengkap Manchester United 2025/2026
Liga Inggris 6 Februari 2026, 11:33
-
Prediksi Wolves vs Chelsea 7 Februari 2026
Liga Inggris 6 Februari 2026, 11:28
-
Prediksi Arsenal vs Sunderland 7 Februari 2026
Liga Inggris 6 Februari 2026, 11:01
-
Manchester United Sudah Tetapkan Target Lini Tengah di Musim Panas
Liga Inggris 6 Februari 2026, 10:58
LATEST UPDATE
-
Mimpi Besar Eden Hazard: Dari Como, Cesc Fabregas Pindah Melatih ke Chelsea
Liga Inggris 6 Februari 2026, 16:26
-
Prediksi Leeds vs Nottingham Forest 7 Februari 2026
Liga Inggris 6 Februari 2026, 16:15
-
Tempat Menonton Persib Bandung vs Malut United: Main Jam Berapa, Tayang di Mana?
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 15:50
-
Link Nonton Live Streaming Persib vs Malut United - BRI Super League Malam Ini
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 14:21
-
Aprilia Tak Tutup Peluang Perpanjang Kontrak Jorge Martin, Tapi Punya Rencana Cadangan
Otomotif 6 Februari 2026, 13:52
-
Prediksi Genoa vs Napoli 8 Februari 2026
Liga Italia 6 Februari 2026, 13:00
-
Rodrygo Dihukum Dua Laga, Absen Lawan Benfica di Playoff Liga Champions
Liga Champions 6 Februari 2026, 12:42
-
Pecco Bagnaia Beri Kode Punya Beberapa Pilihan Tim, Ogah Bela Tim Satelit di MotoGP 2027
Otomotif 6 Februari 2026, 12:39
-
Tempat Menonton PSIM vs Persis Solo: Link Streaming dan Jam Tayang TV
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 12:28
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42





