Bukan Kekalahan, Jordan Henderson Takut Bicara Kasar Saat Premier League Kembali
Yaumil Azis | 15 Juni 2020 12:37
Bola.net - Ada satu hal yang ditakutkan gelandang Liverpool, Jordan Henderson, saat kembali bermain dalam ajang Premier League. Bukan kekalahan, melainkan takut mengatakan hal yang tidak pantas diutarakan.
Premier League akan kembali bergulir mulai tengah pekan ini setelah tertunda sejak bulan Maret lalu akibat pandemi virus Corona. Namun, Liverpool baru akan bertanding pada Senin (22/6/2020) mendatang.
Klub besutan Jurgen Klopp itu akan bertandang ke markas rival sekotanya, Everton. Mereka wajib meraih tiga poin agar bisa mengunci gelar juara Premier League secepat mungkin.
Sekarang, mereka sedang unggul 25 poin atas Manchester City yang duduk di peringkat dua. Jika Manchester City kalah dari Arsenal tengah pekan ini, sementara Liverpool menang, maka the Reds resmi jadi juara Premier League musim ini.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Harus Menjaga Kata-kata
Jelas, kalau Liverpool sampai kalah, maka mereka harus menunda selebrasi gelarnya. Namun bukan itu yang sedang ditakutkan Henderson saat kembali bermain nanti. Atau bahkan stadion yang sepi karena absennya penonton.
Ia lebih takut dirinya tidak bisa menahan kata-kata yang tidak pantas terlontar dari mulutnya. Henderson percaya bahwa ketakutan yang sama juga dialami oleh sang pelatih, Jurgen Klopp.
"Saya lebih khawatir soal bahasa saya saat bermain! Saya tak ingin harus meminta maaf kepada semua orang tiap selesai bermain, jadi saya harus berhati-hati. Terutama saat laga berlangsung panas," ujarnya kepada Liverpool FC Magazine.
"Saya yakin pelatih juga bakalan berhati-hari dengan kata-katanya! Namun dia juga akan tahu bahwa kami tidak bisa menyalahkan penonton karena tidak mendengar apa yang dia katakan dalam pertandingan," lanjutnya.
Tanpa Penonton? Bukan Masalah
Salah satu syarat agar Premier League bisa bergulir kembali adalah penonton. Kedua tim dilarang memperbolehkan fans hadir di stadion demi menekan penyebaran virus Corona di Inggris.
Dampak dari absennya penonton cukup terasa di liga lain, seperti La Liga dan Bundesliga. Namun Henderson merasa kalau pemain takkan terpengaruh hal semacam itu.
"Saat anda masih kecil dan sering bermain untuk sekolahan anda, di sana tidak ada penonton yang menyaksikan, jadi anda bisa menikmati permainan," tambahnya.
"Kami harus menghadapi itu dan memanfaatkan situasinya sebaik mungkin. Intensitas pertandingan masih bisa berada di level tertinggi," tutup Henderson.
(Goal International)
Baca Juga:
- Teruntuk Jadon Sancho, Ingatlah Pesan dari Jordan Henderson yang Satu Ini
- Jordan Henderson dan Misi Liverpool Menuntaskan Hasrat Juara Premier League
- Kata-Kata Inspiratif Pembakar Semangat Ala Manajer Liverpool, Jurgen Klopp
- Jika tak Ada Corona, Liverpool Diyakini Sudah Amankan Tanda Tangan Werner
- Jadi Pelatih Tim Akademi, Eks Liverpool Ini Senang Dirinya Jarang Bertemu Para Pemain, Kenapa?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41















