Casemiro Bongkar Masa-Masa Sulit di MU: Saya Berjuang Ubah Pikiran Ruben Amorim
Richard Andreas | 7 Mei 2026 22:35
Bola.net - Casemiro akhirnya buka suara soal masa sulit yang sempat dialaminya di Manchester United musim ini. Gelandang asal Brasil itu mengaku harus bekerja keras untuk mengubah pandangan mantan pelatih Ruben Amorim terhadap dirinya.
Pemain berusia 34 tahun tersebut bergabung dengan Manchester United dari Real Madrid pada 2022 dengan nilai transfer sekitar 70 juta pounds. Namun, masa depannya di Old Trafford dipastikan berakhir setelah kedua pihak sepakat tidak memperpanjang kontraknya.
Meski sempat tersisih dari skuad utama, Casemiro mampu bangkit pada paruh akhir musim. Ia bahkan menjadi sosok penting dalam perjalanan Manchester United menuju final Liga Europa.
Casemiro Sempat Tersingkir dari Tim Utama

Situasi sulit mulai dialami Casemiro setelah Manchester United kalah 0-2 dari Newcastle pada Desember 2024. Setelah laga itu, Ruben Amorim mencoretnya dari skuad dan tidak memasukkannya ke starting XI dalam sembilan pertandingan berikutnya.
Dalam periode tersebut, Casemiro bahkan beberapa kali hanya menjadi pemain cadangan tanpa dimainkan. Gelandang muda Toby Collyer juga sempat lebih diprioritaskan dibanding dirinya.
Namun, Casemiro tidak menyerah begitu saja. Ia terus bekerja keras hingga akhirnya kembali mendapatkan tempat di tim utama dan membantu Manchester United mencapai final Liga Europa, meski kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur.
Di bawah pelatih interim Michael Carrick, performa Manchester United juga mengalami peningkatan. Setan Merah berhasil memenangkan 10 dari 14 pertandingan dan memastikan tiket Liga Champions sebelum musim berakhir.
Casemiro Sebut Momen Itu Salah Satu Pencapaian Terbesar
Dalam wawancara dengan ESPN Brasil, Casemiro mengaku kebangkitannya di Manchester United menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. Padahal, ia sudah memenangkan Liga Champions sebanyak lima kali bersama Real Madrid.
“Mungkin ini menjadi salah satu pencapaian terbesar saya karena, dengan segala kerendahan hati, hal paling normal adalah berkata: ‘Pelatih tidak memainkan saya? Tidak masalah, saya sudah memenangkan banyak gelar dalam karier saya, saya sudah mencapai banyak hal dalam hidup saya dan sekarang pelatih tidak ingin mengandalkan saya, biarkan saja’,” ujar Casemiro.
“Tetapi tidak. Saya terus bekerja, saya terus mencoba menunjukkan kepada pelatih bahwa dia salah, bahwa dia keliru tentang saya."
"Saya sebenarnya bisa saja menyerah dan membiarkannya begitu saja. Namun, saya terus bekerja dan mencoba mengubah pendapat pelatih, dan akhirnya saya berhasil.”
Casemiro Membuat Amorim Percaya
Casemiro juga menegaskan bahwa semua itu didapat lewat kerja kerasnya sendiri. Ia merasa berhasil membalikkan situasi setelah sebelumnya tidak dipercaya oleh sang pelatih.
“Meski saya sudah meraih banyak pencapaian dalam karier, ini mungkin menjadi salah satu yang terbesar, yaitu membalikkan opini pelatih,” lanjutnya.
"Saya tidak bermain karena pandangan pelatih, dan akhirnya dia memasukkan saya bermain karena kerja keras dan usaha saya sendiri."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Juara atau Tidak, Arsenal Harus Pertahankan Mikel Arteta
Liga Inggris 7 Mei 2026, 23:32
-
Prediksi BRI Super League: PSBS vs Dewa United 8 Mei 2026
Bola Indonesia 7 Mei 2026, 23:13
-
Prediksi BRI Super League: Semen Padang vs Persik 8 Mei 2026
Bola Indonesia 7 Mei 2026, 22:08
-
3 Alasan Luis Enrique Sulit Jadi Pelatih Real Madrid
Liga Spanyol 7 Mei 2026, 22:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Atletico Madrid
Editorial 5 Mei 2026, 21:55















