3 Alasan Luis Enrique Sulit Jadi Pelatih Real Madrid

3 Alasan Luis Enrique Sulit Jadi Pelatih Real Madrid
Ekspresi Luis Enrique seusai PSG dinyatakan lolos ke Final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Real Madrid kembali menghadapi periode sulit setelah gagal memenuhi ekspektasi musim ini. Situasi tersebut membuat nama calon pelatih baru mulai ramai diperbincangkan.

Di tengah ketidakpastian itu, Luis Enrique justru sedang menikmati masa terbaiknya bersama Paris Saint-Germain. Pelatih asal Spanyol tersebut sukses membawa PSG ke final Liga Champions secara beruntun.

Keberhasilan itu semakin menguatkan status Enrique sebagai salah satu pelatih terbaik dunia saat ini. Banyak pihak menilai taktik dan kepemimpinannya berada di level tertinggi sepak bola Eropa.

Apabila PSG mampu mengalahkan Arsenal di final Liga Champions di Budapest, Enrique akan mencatat sejarah besar. Ia bisa menjadi pelatih kedua yang memenangkan kompetisi itu dalam dua musim beruntun setelah Zinedine Zidane.

Meski Real Madrid sedang membutuhkan sosok baru di kursi pelatih, nama Enrique hampir tidak pernah benar-benar dikaitkan secara serius. Ada sejumlah faktor yang membuat kemungkinan reuni itu dinilai sangat kecil terjadi.

1. Luis Enrique di Real Madrid Akan Jadi Kejutan Besar

1. Luis Enrique di Real Madrid Akan Jadi Kejutan Besar

Pelatih PSG Luis Enrique merayakan kemenangan setelah laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG di Munchen, Jerman, Rabu, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Martin Meissner

Kemungkinan Luis Enrique menangani Real Madrid menjadi bahan pembahasan dalam tayangan sepak bola Spanyol. Topik itu muncul setelah laga semifinal Liga Champions.

Mantan pemain Barcelona, Abelardo, ikut memberikan pandangannya dalam siaran Movistar+. Ia mengaku tidak ingin Luis Enrique melatih Madrid karena menganggapnya sebagai pelatih terbaik.

Abelardo juga menyebut kepindahan tersebut akan menjadi kejutan besar di dunia sepak bola Spanyol. Menurutnya, situasi itu akan sangat mengejutkan mengingat hubungan Luis Enrique dengan Barcelona.

Mantan striker Madrid, Fernando Morientes, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai peluang kerja sama itu sangat kecil karena faktor masa lalu Luis Enrique dan sikap presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Pertandingan Selanjutnya
La Liga La Liga | 11 Mei 2026
Barcelona Barcelona
02:00 WIB
Real Madrid Real Madrid

2. Sejarah Panjang di Dua Kubu Rival

2. Sejarah Panjang di Dua Kubu Rival

Reaksi Luis Enrique dalam laga PSG vs Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (29/4/2026). (c) AP Photo/Christophe Ena

Luis Enrique lahir di wilayah Asturias, Spanyol, dan memulai kariernya di akademi Sporting Gijon. Ia mulai menarik perhatian setelah tampil tajam pada musim 1990/91.

Penampilannya membuat Real Madrid merekrutnya pada awal 1990-an. Selama lima musim di Santiago Bernabeu, ia tampil lebih dari 200 kali dan memenangkan La Liga 1995.

Meski cukup sukses, Luis Enrique mengaku jarang merasa dihargai oleh suporter Madrid. Situasi itu menjadi salah satu alasan yang mempengaruhi perjalanan kariernya berikutnya.

Pada 1996, ia pindah ke Barcelona dengan status bebas transfer. Kepindahan tersebut membuatnya masuk dalam daftar pemain yang pernah membela dua rival terbesar di Spanyol.

3. Hubungan dengan Madrid Semakin Memanas

3. Hubungan dengan Madrid Semakin Memanas

Pelatih PSG, Luis Enrique. (c) AP Photo/Armando Franca

Luis Enrique menghabiskan delapan tahun bersama Barcelona dan berkembang menjadi sosok penting di tim. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten serta dianggap sebagai salah satu ikon klub.

Hubungannya dengan Real Madrid semakin memanas karena sering merayakan gol dengan emosional saat laga El Clasico. Enrique tercatat mencetak lima gol melawan mantan klubnya selama membela Barcelona.

Ia juga pernah mengatakan bahwa dicemooh di Santiago Bernabeu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi pemain Barcelona. Pernyataan itu semakin mempertegas rivalitasnya dengan Madrid.

Ketegangan makin terasa ketika Enrique sukses membawa Barcelona meraih treble sebagai pelatih pada 2015. Bahkan saat menangani timnas Spanyol, ia sempat dituding memiliki bias anti-Madrid karena hanya memanggil sedikit pemain Madrid ke Piala Dunia 2022.

Sumber: Madrid Universal

Klasemen La Liga