Era Guardiola Berakhir, Haaland Tegaskan Manchester City Tak Akan Kehilangan Mental Juara

Dimas Ardi Prasetya | 28 Mei 2026 14:08
Era Guardiola Berakhir, Haaland Tegaskan Manchester City Tak Akan Kehilangan Mental Juara
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melambaikan tangan kepada para suporter setelah pertandingan melawan Aston Villa di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Manchester City resmi memasuki era baru setelah Josep Guardiola dipastikan meninggalkan Etihad Stadium. Keputusan itu sekaligus mengakhiri perjalanan luar biasa sang pelatih yang telah membentuk dominasi The Citizens selama satu dekade terakhir.

Kepergian Guardiola menjadi pukulan besar bagi City mengingat besarnya pengaruh pria asal Spanyol tersebut. Di bawah arahannya, Manchester City menjelma menjadi salah satu tim paling ditakuti di Eropa dengan koleksi trofi yang terus bertambah setiap musim.

Advertisement

Situasi itu memunculkan banyak pertanyaan mengenai masa depan City setelah ditinggal sosok sentral seperti Guardiola. Namun, Erling Haaland memastikan ambisi klub untuk terus meraih gelar juara tidak akan berubah sedikit pun.

Striker asal Norwegia tersebut menegaskan Manchester City tetap memiliki mental juara. Haaland bahkan mengirim pesan penuh semangat kepada rekan-rekannya agar terus menjaga standar tinggi yang sudah dibangun selama era Guardiola.

1 dari 4 halaman

Haaland Tegaskan City Tetap Haus Gelar

Haaland Tegaskan City Tetap Haus Gelar

Pemain Manchester City Erling Haaland (tengah) merayakan gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford di Manchester, Sabtu, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester City memang sedang menghadapi fase transisi besar usai berakhirnya era Guardiola. Meski begitu, Haaland menolak jika timnya dianggap akan kehilangan daya saing dalam perebutan trofi.

Penyerang berusia 25 tahun itu menilai City masih memiliki fondasi kuat untuk tetap bersaing di level tertinggi. Ia juga percaya semangat juang di ruang ganti tidak akan hilang hanya karena pergantian era.

Haaland mengakui musim terakhir City berjalan tidak sepenuhnya mulus meski berhasil meraih Piala FA dan Piala Carabao. Persaingan di Premier League yang semakin ketat membuat mereka gagal mempertahankan dominasi liga.

“Ini adalah musim yang naik turun. Mari kita jujur dan katakan ini. Tapi sekali lagi, kita akan terus berusaha. Kita akan terus berjuang untuk memenangkan trofi terbesar yang bisa kita menangkan. Karena itulah yang kita semua inginkan," serunya, seperti dilansir Goal.

2 dari 4 halaman

Penghormatan Khusus untuk Silva dan Stones

Penghormatan Khusus untuk Silva dan Stones

Gelandang Manchester City, Bernardo Silva (kanan) mencoba melepas tembakan meski diadang pemain Bournemouth, 20 Mei 2026 pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/ian wa

Kepergian Guardiola ternyata bukan satu-satunya perubahan besar yang harus dihadapi Manchester City musim panas ini. Klub juga harus berpisah dengan dua pemain senior penting, Bernardo Silva dan John Stones.

Haaland mengaku sangat kehilangan dua sosok tersebut karena mereka punya pengaruh besar di ruang ganti. Selain kualitas di lapangan, Silva dan Stones dianggap membantu proses adaptasinya sejak pertama kali datang ke Manchester.

Menurut Haaland, keduanya bukan hanya pemain hebat tetapi juga pribadi luar biasa. Ia merasa beruntung pernah bermain bersama dua pemain yang selama ini menjadi bagian penting dari kesuksesan City.

“Tentu saja, merupakan suatu kehormatan untuk bermain empat musim bersama Bernardo dan John. Dan tentu saja Pep, kami memenangkan banyak trofi bersama, mari kita jujur dan katakan itu. Saya sangat senang bermain bersama Bernardo dan John karena mereka adalah pesepakbola yang luar biasa, tetapi jauh di lubuk hati mereka adalah orang-orang yang lebih baik," pujinya.

3 dari 4 halaman

Haaland Sebut Perjalanan City Sangat Luar Biasa

Haaland Sebut Perjalanan City Sangat Luar Biasa

Pemain Manchester City Omar Marmoush (tengah) merayakan gol bersama Erling Haaland (kiri) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Brentford, 9 Mei 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Haaland menyadari era keemasan Manchester City bersama Guardiola akan selalu dikenang dalam sejarah klub. Ia menyebut perjalanan bersama Guardiola, Silva, dan Stones sebagai pengalaman luar biasa yang sulit dilupakan.

Selama satu dekade terakhir, City sukses mengoleksi banyak trofi dan mendominasi sepak bola Inggris. Kesuksesan itu membuat Guardiola dan para pemain senior dianggap sebagai legenda besar di Etihad Stadium.

Meski mengakui tantangan ke depan akan jauh lebih berat, Haaland meminta seluruh tim tetap melanjutkan perjuangan. Ia ingin Manchester City tetap mempertahankan mentalitas juara yang sudah diwariskan generasi sebelumnya.

“Termasuk Pep, ini adalah perjalanan yang luar biasa. Kita semua harus sangat senang dan bangga kepada semua orang karena ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya tahu akan sulit tanpa mereka, tetapi kita perlu terus berjuang," tegasnya.

“Kita perlu terus berjuang tanpa mereka. Sekarang saatnya untuk merayakan mereka. Kita perlu senang bahwa mereka adalah legenda besar di klub karena mereka memang benar-benar legenda. Dari lubuk hati yang terdalam, mereka adalah pemain yang luar biasa, orang-orang yang luar biasa, manusia yang luar biasa. Saya sangat senang telah bermain bersama mereka," tandas Haaland.

LATEST UPDATE