Kronologi Retaknya Hubungan Enzo Maresca - Chelsea: Akhir Tragis di Stamford Bridge

Editor Bolanet | 1 Januari 2026 19:33
Kronologi Retaknya Hubungan Enzo Maresca - Chelsea: Akhir Tragis di Stamford Bridge
Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Kabar mengejutkan mengguncang Stamford Bridge tepat di awal tahun baru. Enzo Maresca dipastikan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Chelsea.

Keputusan drastis ini diambil hanya beberapa saat sebelum laga krusial. The Blues harus menghadapi Manchester City pada lanjutan Liga Inggris tanpa sang pelatih di pinggir lapangan.

Advertisement

Pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, lebih dulu mengonfirmasi perpisahan mendadak ini. Tak lama berselang, Chelsea akhirnya merilis pernyataan resmi untuk memvalidasi kabar tersebut.

"Chelsea Football Club dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah berpisah," bunyi pengumuman resmi klub yang dirilis hari ini.

Manajemen The Blues tetap mengapresiasi kontribusi sang pelatih selama ini. Terutama kesuksesan meraih trofi UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub.

"Prestasi tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah terkini Klub, dan kami berterima kasih atas kontribusinya kepada Klub," lanjut pernyataan tersebut.

Perubahan ini dinilai sebagai langkah terbaik demi mengejar target di empat kompetisi tersisa. Kedua pihak sepakat bahwa tim butuh momentum baru untuk kembali ke jalur yang benar.

Situasi memang memanas dengan sangat cepat dalam kurun waktu 48 jam terakhir. Manajemen Chelsea kini dipaksa bergerak cepat untuk menunjuk pengganti sebelum pertandingan besar dimulai.

1 dari 4 halaman

Pemicu Retaknya Hubungan

Pemicu Retaknya Hubungan

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca. (c) AP Photo/Kin Cheung

Prahara ini sebenarnya tidak terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi dari ketegangan sepanjang Desember. Chelsea tercatat hanya menang satu kali dalam tujuh laga terakhir Premier League.

Namun, hasil buruk di lapangan bukanlah satu-satunya penyebab utama perpecahan. Komentar kontroversial Maresca usai kemenangan melawan Everton menjadi bensin yang membakar jembatan hubungannya dengan klub.

Kala itu, Maresca melontarkan pernyataan yang mengejutkan banyak pihak internal. Ia menyebut ada pihak-pihak yang membuat situasinya menjadi sangat sulit.

Maresca mengatakan: "Banyak orang telah membuat ini menjadi 48 jam terburuk saya sejak bergabung dengan klub."

Pernyataan tersebut dianggap menyerang hierarki klub secara terbuka di hadapan media. Padahal, tim saat itu baru saja meraih kemenangan yang seharusnya menjadi momen positif.

2 dari 4 halaman

Pemberontakan Sunyi Sang Pelatih

Pemberontakan Sunyi Sang Pelatih

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (kiri), memberikan instruksi kepada Estevao Willian pada laga Premier League/Liga Inggris antara Chelsea vs Bournemouth, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Di balik komentar pedas tersebut, ternyata tersimpan masalah yang jauh lebih kompleks. Maresca dikabarkan merasa tidak senang dengan berbagai intervensi yang terjadi, termasuk dorongan untuk memainkan pemain tertentu.

Ketidakbahagiaan itu kemudian tumpah dalam bentuk protes simbolis yang sunyi. Sang pelatih belakangan ini dilaporkan semakin sering menghindari pemakaian baju olahraga resmi klub (tracksuit).

Ia lebih memilih mengenakan pakaian pribadinya sendiri dalam berbagai kesempatan. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa hatinya sudah tidak sejalan dengan identitas klub.

Selain itu, friksi juga terjadi terkait aktivitas di luar lapangan. Maresca sempat ingin menerbitkan buku namun langkah tersebut diblokir oleh pihak manajemen.

Ia bahkan sempat berbicara di acara Il Festival dello Sport di Italia tanpa izin resmi. Semua tindakan ini memperlebar jurang pemisah antara dirinya dan para pemilik Chelsea.

3 dari 4 halaman

Akhir Tragis Sang Juara Dunia

Akhir Tragis Sang Juara Dunia

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Perpisahan pahit ini terasa sangat ironis jika melihat pencapaian Maresca sebelumnya. Pelatih asal Italia itu sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup mentereng selama menangani The Blues.

Ia sukses membawa Chelsea kembali ke kompetisi Liga Champions musim lalu. Prestasi itu dianggap secara internal sebagai pencapaian terpentingnya.

Tidak berhenti di sana, Maresca juga mempersembahkan gelar Europa Conference League. Puncaknya, ia membawa Chelsea mengalahkan PSG untuk meraih gelar juara dunia antarklub.

Sayangnya, deretan trofi tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya. Hubungan yang sudah retak akibat masalah non-teknis ternyata lebih dominan daripada prestasi di lapangan.

4 dari 4 halaman

Krisis Jelang Jadwal Neraka

Kini, Chelsea harus menanggung konsekuensi berat dari keputusan ini. Mereka ditinggalkan sang nahkoda tepat saat kapal sedang memasuki badai jadwal pertandingan yang sangat padat.

Asisten manajer, Willy Caballero, sebelumnya sempat berdalih bahwa Maresca sedang "tidak enak badan". Namun, fakta sebenarnya adalah sang pelatih sedang menimbang langkah untuk pergi.

Padahal, The Blues dihadapkan pada jadwal neraka di bulan Januari. Setelah melawan Manchester City, mereka masih harus bertemu Arsenal dan Napoli di kompetisi berbeda.

Klub kini berpacu dengan waktu untuk mencari solusi terbaik. Chelsea harus segera bangkit dari chaos ini jika ingin menyelamatkan sisa musim mereka.

LATEST UPDATE