Mohamed Salah di Persimpangan: Apakah Ia Masih Layak di Skuad Inti Liverpool?
Richard Andreas | 24 Oktober 2025 12:11
Bola.net - Mohamed Salah meninggalkan lapangan dengan cepat, nyaris tanpa senyum. Usai kemenangan besar Liverpool 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Liga Champions, bintang asal Mesir itu sekadar menepuk tangan ke arah suporter tandang sebelum berjalan lurus menuju lorong stadion.
Bahasa tubuhnya bicara banyak: frustrasi, kecewa, dan mungkin tersingkir dari pusat panggung yang dulu selalu miliknya.
Di saat rekan-rekannya berpesta merayakan kemenangan perdana setelah empat kekalahan beruntun, Salah justru menatap kosong. Bukan karena timnya kalah, tetapi karena ia sadar, malam itu Liverpool tampil brilian tanpa dirinya.
Arne Slot, manajer baru yang dikenal berani mengambil risiko, meninggalkannya di bangku cadangan untuk dua laga Eropa berturut-turut. Sebuah hal yang tak pernah terjadi sepanjang delapan tahun kariernya di Anfield.
Ketika akhirnya dimasukkan pada menit ke-74 menggantikan Hugo Ekitike, Salah justru mempertegas alasan kenapa ia tersisih. Dua peluang besar datang, dan dua-duanya terbuang.
Dalam satu momen, ia memilih menembak dari sudut sempit alih-alih memberi umpan mudah ke Florian Wirtz, keputusan yang mencerminkan tekanan seorang pemain yang sedang berusaha keras membuktikan dirinya.
Ketika Sang Raja Kehilangan Sentuhan

Dengan hanya tiga gol di seluruh kompetisi, satu di antaranya dari penalti, ini menjadi start terlemah Salah sejak datang dari AS Roma pada 2017.
Kepercayaan diri yang dulu memancar kini tampak memudar. Sentuhan pertamanya kerap lepas, keputusannya di depan gawang tampak ragu, dan ekspresi frustrasi sering terlihat di wajahnya.
Namun, menyimpulkan bahwa Salah telah habis jelas berlebihan. Ia memang sudah 33 tahun, tapi musim baru berjalan tiga bulan.
Slot masih bereksperimen dengan sistem, dan Salah kehilangan dua rekan kreatif utama: Luis Diaz yang pindah ke Bayern Munchen dan Trent Alexander-Arnold yang kini membela Real Madrid. Akibatnya, suplai umpan ke dirinya menurun drastis.
Cody Gakpo kini menjadi pemberi peluang terbanyak untuk Salah, tetapi koneksi itu belum berjalan mulus. Padahal, baru musim lalu, Salah menutup kompetisi dengan 57 kontribusi gol, 34 gol dan 23 assist, serta mendapatkan perpanjangan kontrak dua tahun bernilai 400 ribu pounds per pekan.
Kala itu, banyak yang menganggap ia masih tak tergantikan. Kini, situasinya berbalik: Salah justru menjadi bagian dari masalah yang coba dipecahkan Slot.
Luka, Duka, dan Perubahan
Tak bisa diabaikan pula sisi emosional di balik penurunan ini. Kepergian tragis Diogo Jota pada Juli lalu menjadi pukulan berat bagi ruang ganti Liverpool, terutama bagi Salah.
Dalam laga melawan Bournemouth di awal musim, air matanya pecah ketika lagu untuk mendiang Jota menggema dari tribune Kop. Rasa kehilangan itu nyata, dan bisa jadi ikut memengaruhi fokus serta energinya di lapangan.
Di sisi lain, dinamika tim juga berubah. Slot datang membawa pendekatan baru: pressing lebih rapat, formasi fleksibel, dan rotasi agresif.
Dalam kemenangan atas Frankfurt, Liverpool memainkan pola 4-4-2 yang berubah menjadi 4-2-2-2 ketika bertahan, lalu melebar ke 2-4-4 saat menyerang. Dalam sistem ini, pemain sayap dituntut untuk ikut menekan dan menutup ruang, hal yang bukan keahlian utama Salah.
“Sulit membayangkan Salah mengisi peran kanan seperti Wirtz,” tulis laporan pertandingan tersebut. Wirtz tampil luar biasa dengan dua assist dan mobilitas tinggi, sementara Ekitike tampil sebagai ancaman utama di lini depan.
Ekitike Naik, Salah Tersingkir

Hugo Ekitike menjadi simbol perubahan di Anfield. Mantan penyerang Frankfurt itu tampil eksplosif, mencetak gol, dan bahkan menolak selebrasi sebagai bentuk hormat terhadap mantan klubnya.
“Saya mencintai hidup saya di Liverpool,” ujarnya seusai laga. “Saya punya rekan yang hebat dan staf yang luar biasa. Saya hanya ingin terus melakukan hal saya.”
Kata-kata sederhana itu mencerminkan ketenangan pemain yang sedang naik daun. Sementara Salah berjuang mengembalikan kepercayaan diri, Ekitike justru menanjak menjadi pilihan utama.
Ia kini menjadi penyerang paling berpengaruh di sistem Slot, cepat, kuat, dan disiplin taktis. Di belakangnya, Florian Wirtz dan Cody Gakpo menambah dinamika dengan mobilitas tinggi.
Curtis Jones tampil luar biasa di lini tengah dengan 122 operan sukses, rekor tertinggi pemain Liverpool di Liga Champions, sementara Dominik Szoboszlai menutup laga dengan gol spektakuler dari luar kotak penalti. Dalam konteks ini, tak ada alasan kuat untuk mengubah komposisi.
Slot bahkan memilih memainkan Federico Chiesa lebih dulu ketimbang Salah. Jika Isak absen di laga berikutnya, pilihan realistis Slot hanyalah dua: Chiesa atau Salah, dan performa saat ini membuat nama pertama lebih layak.
Slot, Keputusan Sulit, dan Masa Depan Sang Legenda
Bagi Slot, keputusan meninggalkan Salah di bangku cadangan bukan sekadar langkah taktis, tapi simbol perubahan kultur. Ia ingin membangun Liverpool yang bermain kolektif, bukan bergantung pada satu bintang. Kemenangan besar di Frankfurt memberinya pembenaran: tim bisa menang besar tanpa Salah.
Namun, menyingkirkan sosok sebesar itu bukan perkara mudah. Salah masih ikon, pemain dengan 200 gol dan status legenda hidup Anfield. Ia pantas mendapatkan respek dan waktu untuk menemukan kembali ritmenya. Tapi Slot tak bisa menunggu terlalu lama di tengah tekanan hasil dan jadwal padat Premier League.
Apakah Salah akan kembali ke starting XI saat melawan Brentford? Semua tergantung keberanian Slot untuk melanjutkan formasi barunya.
Jika performa Ekitike, Wirtz, dan Gakpo terus menyala, maka tempat Salah di tim utama mungkin benar-benar terancam untuk pertama kalinya sejak 2017.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV, MOJI, dan Vidio: Pekan Ini Ada MU vs Brighton
- Sakit Hati? Usai Liverpool Libas Frankfurt di Liga Champions, Mohamed Salah Ambil Langkah Drastis
- Yang Terjadi di Balik Layar: Virgil van Dijk Gelar Rapat Pemain Setelah Kekalahan Liverpool dari Man United
- Prediksi Brentford vs Liverpool 26 Oktober 2025
- Virgil van Dijk Pimpin Rapat Khusus Pemain Liverpool Usai Empat Kekalahan Beruntun
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
-
Kritik Wasit Pep Guardiola Dinilai Tak Logis, Ini Rangkaian Faktanya
Liga Inggris 27 Januari 2026, 19:14
-
Masa Depan Bruno Fernandes di Old Trafford Dipertanyakan, Begini Dilema Man United
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:46
-
Dari Penentu ke Korban: Gol Menit Akhir Jadi Musuh Baru Liverpool
Liga Inggris 27 Januari 2026, 18:15
LATEST UPDATE
-
Casemiro Bidik Piala Dunia 2026, Performa di Man United Jadi Kunci
Liga Inggris 27 Januari 2026, 22:50
-
Barcelona Dicampakkan Dro Fernandez, Presiden Klub Bahkan Dibuat Terkejut
Liga Spanyol 27 Januari 2026, 22:17
-
John Herdman Blak-blakan Alasannya Mengunjungi Latihan Persija, Pantau Pemain Muda
Tim Nasional 27 Januari 2026, 22:11
-
Prediksi Athletic Bilbao vs Sporting Lisbon, 29 Januari 2026
Liga Champions 27 Januari 2026, 21:52
-
Arsenal Krisis Gol: Penyerang Tumpul dan Tak Mampu Cetak Gol dari Open Play
Liga Inggris 27 Januari 2026, 21:32
-
Klasemen Grup A AFC Futsal Asian Cup 2026: Timnas Indonesia Peringkat Berapa?
Tim Nasional 27 Januari 2026, 21:00
-
Endrick: Kebangkitan Sang Penyerang, Dua Laga, Tiga Gol, Satu Assist di Lyon
Liga Eropa Lain 27 Januari 2026, 20:56
-
Manchester United Siapkan Tur Pramusim ke Skandinavia, Pertama dalam Hampir 30 Tahun
Liga Inggris 27 Januari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United
Editorial 27 Januari 2026, 10:41
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05






