MU Tersingkir dari Piala FA dan Diwarnai Kartu Merah, Darren Fletcher Ngamuk Kejar Wasit

Editor Bolanet | 12 Januari 2026 08:08
MU Tersingkir dari Piala FA dan Diwarnai Kartu Merah, Darren Fletcher Ngamuk Kejar Wasit
Pemain muda Manchester United, Shea Lacey saat tampil melawan Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Malam kelabu di Old Trafford berubah menjadi panas begitu peluit panjang dibunyikan. Darren Fletcher tak kuasa menahan amarahnya usai Manchester United dipermalukan Brighton di kandang sendiri.

Kekalahan 1-2 ini memastikan Setan Merah tersingkir dari ajang Piala FA, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Namun, bukan hanya skor akhir yang membuat Fletcher murka.

Advertisement

Fletcher terlihat langsung mendatangi wasit Simon Hooper dan asistennya di tengah lapangan. Protes keras yang dilancarkannya bahkan berujung kartu kuning untuk dirinya sendiri.

Penyebab utama kemarahan Fletcher ternyata bersumber dari keputusan wasit terhadap wonderkid mereka, Shea Lacey. Pemain berusia 18 tahun itu diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat.

Sang pelatih menilai keputusan pengadil lapangan sangat tidak adil bagi timnya. Ia merasa standar pelanggaran yang diterapkan wasit sangat timpang sepanjang laga.

1 dari 3 halaman

Sebut Wasit Konyol dan Buruk

Sebut Wasit Konyol dan Buruk

Pelatih interim Manchester United, Darren Fletcher. (c) AP Photo/Jon Super

Fletcher tak segan melabeli kepemimpinan wasit Simon Hooper dengan predikat buruk. Ia menyoroti kartu kuning pertama Lacey yang dinilai terlalu berlebihan jika dibandingkan dengan pelanggaran lawan.

Mantan gelandang United itu merasa keputusan tersebut merusak ritme permainan dan mental pemain mudanya. Rasa frustrasi Fletcher tertuang jelas dalam pernyataan pasca-laga.

"Kartu kuning Shea Lacey itu konyol jika dibandingkan dengan pelanggaran yang kami terima sepanjang pertandingan, yang pada akhirnya membuat anak itu melakukan kesalahan dan diusir keluar," semprot Fletcher dengan nada tinggi.

"Bagi saya, itu adalah kepemimpinan wasit yang buruk," tegasnya tanpa ragu.

2 dari 3 halaman

Petaka Tiga Menit Lacey

Shea Lacey sejatinya baru dimasukkan Fletcher pada menit ke-62 dengan harapan memberi dampak instan. Pemain sayap muda itu sempat terlihat menjanjikan sebelum petaka datang di menit-menit akhir.

Ia mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-87 usai melanggar bintang Brighton, Brajan Gruda. Hanya berselang dua menit, Lacey kembali dihukum wasit karena dianggap mendorong Ferdi Kadioglu dan membanting bola sebagai bentuk protes.

Hooper tak punya pilihan selain mencabut kartu kuning kedua. Lacey yang terpukul tampak sangat hancur dan langsung berlari menuju lorong stadion Old Trafford.

Melalui akun X pribadinya, Lacey menyampaikan penyesalan mendalam. Ia merasa telah mengecewakan semua elemen klub di malam yang berat itu.

"Saya ingin meminta maaf kepada semua rekan setim, staf, dan para penggemar. Saya mengecewakan semua orang malam ini, saya seharusnya tidak membiarkan emosi menguasai diri saya. Saya akan melakukan segalanya untuk memperbaiki ini," tulis Lacey penuh penyesalan.

3 dari 3 halaman

Pasang Badan untuk Lacey

Meski insiden tersebut merugikan tim, Fletcher enggan menyalahkan pemain mudanya. Ia justru memberikan dukungan moral agar Lacey bisa bangkit dari keterpurukan ini.

Fletcher meyakini bahwa insiden ini adalah bagian dari kurva pembelajaran yang terjal bagi seorang pemain muda. Talenta Lacey tetap diakui sebagai salah satu prospek paling cerah di Old Trafford.

"Dia kecewa karena dia peduli, dia mengerti, dan dia tahu dia akan belajar dari hal ini," ujar Fletcher membela anak asuhnya.

"Tidak ada keraguan tentang bakatnya dan ini adalah kurva pembelajaran yang curam hari ini, tetapi kami percaya pada Shea," imbuhnya memberi semangat.

Fokus Terakhir di Premier League
Kekalahan ini membuat Manchester United resmi tersingkir dari semua kompetisi piala domestik. Satu-satunya fokus yang tersisa hanyalah memperbaiki posisi di klasemen Premier League.

Fletcher mengakui mentalitas skuadnya sedang rapuh. Sorakan kecewa dari suporter di akhir laga dianggapnya sebagai hal wajar yang harus direspons positif oleh para pemain.

"Anda bisa melihat para pemain rapuh, tetapi mereka harus merespons. Kepercayaan diri adalah salah satu hal terkuat dalam sepak bola," analisis Fletcher.

"Tim ini masih cukup bagus untuk meraih kesuksesan musim ini, tetapi mereka harus berusaha keras," pungkasnya.

LATEST UPDATE