Riccardo Calafiori Blak-blakan: Tolak Juventus, Pilih Arsenal, Kini Justru Rindu Italia!

Dimas Ardi Prasetya | 24 Maret 2026 16:22
Riccardo Calafiori Blak-blakan: Tolak Juventus, Pilih Arsenal, Kini Justru Rindu Italia!
Reaksi Riccardo Calafiori dalam laga Liga Inggris 2025/2026 antara Arsenal vs Everton, Minggu (15/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Perjalanan Riccardo Calafiori menuju Arsenal menjadi salah satu cerita menarik di bursa transfer musim panas 2024. Bek muda asal Italia itu meninggalkan Bologna setelah hanya satu musim yang luar biasa.

Langkah besar tersebut sempat mengejutkan banyak pihak karena performanya yang sedang menanjak di Serie A. Namun, ketertarikan Arsenal yang begitu serius membuat Calafiori akhirnya mengambil keputusan berani.

Advertisement

Didatangkan dengan nilai transfer mencapai 33 juta pounds yang bisa meningkat hingga 42 juta pounds, Calafiori langsung dipercaya sebagai bagian penting tim asuhan Mikel Arteta. Ia pun cepat beradaptasi dengan kerasnya kompetisi di Inggris.

Kini, setelah mencatatkan puluhan penampilan bersama Arsenal, Calafiori mulai membuka cerita di balik keputusannya hengkang dari Italia. Ia bahkan secara jujur mengungkap sisi lain kehidupannya di London yang tak banyak diketahui.

1 dari 3 halaman

Rindu Italia di Tengah Gemerlap London

Rindu Italia di Tengah Gemerlap London

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori (kanan), berebut bola dengan pemain Mansfield Town, Louis Reed, dalam pertandingan FA Cup, Sabtu (7/3/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kehidupan di London memang menawarkan banyak hal bagi seorang pemain seperti Calafiori. Kota besar dengan atmosfer sepak bola yang kuat membuatnya berkembang secara profesional.

Namun, di balik kesibukan sebagai pemain Arsenal, ada perasaan yang tak bisa disembunyikan. Calafiori mengaku ada hal-hal sederhana dari Italia yang kini sangat ia rindukan.

Rutinitas padat pertandingan juga membuatnya sulit menikmati kehidupan di luar lapangan. Jadwal yang padat di Inggris menjadi tantangan tersendiri bagi pemain berusia 23 tahun tersebut.

"Kehidupan di London menyenangkan, meskipun ketika Anda bermain setiap tiga hari, Anda tidak benar-benar bisa menikmatinya. Kota ini memiliki banyak hal untuk ditawarkan, tetapi jika berbicara tentang Inggris secara keseluruhan, ceritanya berbeda: London adalah London, tetapi sisanya…" akunya pada SportWeek, via Goal.

"Yang paling saya rindukan dari Italia adalah matahari, lebih dari apa pun. Saya ingin lebih sering bertemu teman dan keluarga, tetapi saya tidak mengeluh. Dan di Italia kita terbiasa mengamati, menilai, dan mengkritik: Saya suka bahwa di sini tidak seperti itu. Saya suka menjelajahi mode. Saya pergi ke pasar barang antik untuk menemukan merek-merek yang tidak dikenal dan barang-barang unik; itu membantu saya untuk bersantai," bebernya.

2 dari 3 halaman

Pilihan Besar Calafiori: Arsenal atau Juventus?

Pilihan Besar Calafiori: Arsenal atau Juventus?

Riccardo Calafiori mencoba merebut bola dari kaki Trai Hume di laga Arsenal vs Sunderland, Sabtu (7/2/2026) (c) AP Photo/Kin Cheung

Sebelum bergabung dengan Arsenal, Calafiori ternyata memiliki peluang besar untuk tetap berkarier di Italia. Salah satu klub raksasa yang tertarik merekrutnya adalah Juventus.

Situasi tersebut membuatnya dihadapkan pada pilihan sulit antara bertahan di tanah kelahiran atau mencoba tantangan baru. Terlebih, namanya sedang melambung setelah tampil impresif bersama Bologna.

Namun, momentum setelah turnamen internasional membuat nilai transfernya meningkat drastis. Di saat itulah Arsenal datang dengan keseriusan yang tidak bisa ia abaikan.

“Saya selalu bermimpi bermain di Premier League. Setelah Bologna, saya bisa saja bergabung dengan klub besar Italia (Juventus). Namun, setelah Euro berakhir, nilai transfer saya naik dan WSA, agensi yang dikelola oleh agen saya Alessandro Lucci, menjelaskan kepada saya bahwa Arsenal sangat menginginkan saya," ungkapnya.

"Saya tahu saya akan bergabung dengan liga terberat, tetapi saya berkata pada diri sendiri bahwa saya selalu bisa mundur selangkah. Dan jujur saja: Arsenal adalah Arsenal, tim ikonik, tidak seperti tim lainnya," seru Calafiori.

LATEST UPDATE