Selain Unai Emery, 4 Pelatih Ini Juga Torehkan Rekor Buruk di Level Klub
Aga Deta | 2 Desember 2019 09:25
Bola.net - Arsenal sudah resmi berpisah dengan Unai Emery pada Jumat (29/11/2019). Itu artinya, manajer Spanyol itu hanya bertahan 18 bulan saja di Emirates Stadium.
Keputusan yang diambil manajemen Arsenal dipicu dari banyaknya kritik dari suporter. Sejumlah fan menghendaki klub kesayangannya itu bermain lebih baik.
Di bawah kendali Unai Emery, Arsenal tampil tak sesuai ekspektasi. Dalam 13 pertandingan yang telah dilalui, Arsenal hanya merengkuh empat kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Catatan tersebut membuat Granit Xhaka dan kawan-kawan terseok di papan tengah klasemen Premier League dengan raihan 18 poin. Bukan hanya di kompetisi Premier League, Arsenal juga tampil buruk di Liga Europa.
Terbaru, Arsenal kalah dari Eintracht Frankfurt di Emirates Stadium pada matchday kelima Liga Europa, Jumat (29/11/2019) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat sejumlah fans jengah.
Tagar #EmeryOut sempat didengungkan suporter baik di tribune atau pun di Twitter. Protes suporter tersebut bisa dimaklumi karena Unai Emery mencatatkan rekor buruk di Arsenal.
The Gunners tak menorehkan satu pun kemenangan dalam tujuh laga terakhir. Catatan itu menjadi yang terburuk sejak 1992 alias 27 tahun terakhir.
Namun bukan hanya Unai Emery yang mencatatkan rekor buruk. Bola.com telah merangkum empat manajer yang juga mencatatkan rekor buruk dalam sejarah klub yang ditukanginya.
1. Ole Gunnar Solskjaer - Manchester United
Ole Gunnar Solsjaer menjadi manajer yang paling disorot belakangan ini. Namun sorotan fan bukan pada prestasi yang ditorehkan pria asal Norwegia tersebut.
Sebaliknya, Solskjaer disebut gagal menukangi Manchester United. Di bawah asuhan Solskjaer, MU terus tampil bapuk.
Saat ini, Manchester United tersok di posisi sembilan kasemen Premier League dengan raihan 17 poin. Poin tersebut didapat dari empat kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan dalam 13 pertadingan yang telah dilalui.
The Sun pernah menulis torehan tersebut menjadi rekor terburuk Manchester United sejak 30 tahun terakhir.
2. Maurizio Sarri
Kala menukangi Chelsea, Murizio Sarri juga mencatatkan rekor buruk sepanjang sejarah klub. The Blues pernah dipermalukan Manchester City dengan skor 6-0 di Etihad Stadion pada 10 Februari 2019 lalu.
Torehan itu menjadi prestasi terburuk. Sejak berdiri pada tahun 1905, klub yan bermarkas di Stamford Bridge itu belum pernah kalah dari Manchester City dengan skor yang sangat telak.
Meski demikian, catatan Sarri bersama The Blues tidak buruk-buruk amat. Setidaknya, pelatih asal italia itu mampu mempersembahkan trofi Liga Europa di tahun terakhirnya bersama Chelsea.
3. Julen Lopetegui - Real Madrid
Julen Lopetegui juga mencatatkan rekor terburuk kala menukangi Real Madrid. Dalam 10 pertandingan pertamannya bersama Los Blancos, Lopetugui hanya mampu mempersembahkan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan.
Di bawah Julen Lopetegui, Real Madrid bahkan sempat dipermalukan Barceloan dengan skor 1-5 dalam duel El Clasico Liga Spanyol di Camp Nou pada 28 Oktober 2018.
Torehan tersebut menjadikan Julen lopetegui sebagai pelatih terburuk Real Madrid sejak 50 tahun terakhir. Atas hasil itu pula, mantan pelatih Timnas Spanyol itu diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih.
4. Marco Giampaolo - AC Milan
Marco Giampaolo resmi dipecat AC Milan pada 9 Oktober 2019 lalu. Giampaolo dipecat setelah mengawal AC Milan dalam tujuh pertandingan.
Itu berarti, Marco Giampaolo menjadi pelatih dengan masa jabatan tercepat dalam sejarah AC Milan. Namun keputusan AC Milan memecat Marco Giampaolo disebut sangat tepat.
Bersama mantan nakoda Empoli itu, Rossoneri tampil bapuk. Dari tujuh pertandingan, AC Milan hanya mencatatkan tiga kemenangan dengan empat kekalahan.
Tak hanya itu, Milan hanya mampu mencetak enam gol serta kebobolan sembilan kali. Saat ini, posisi Marco Giampaolo telah digantikan oleh Stefano Pioli. Manajemen berharap Pioli mampu mengembalikan performa AC Milan.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hesti Puji Lestari/Editor Aditya Wicaksono
Published: 1 Desember 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Kalahkan Inter Milan di San Siro, Mikel Merino: Mantap betul!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:16
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








