Viktor Gyokeres Tokcer: Swedia ke Piala Dunia, Arsenal Ikut Diuntungkan!
Richard Andreas | 2 April 2026 11:14
Bola.net - Swedia memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menang dramatis 3-2 atas Polandia dalam final play-off zona Eropa di Stockholm, Selasa waktu setempat. Gol penentu kemenangan datang dari striker Arsenal, Viktor Gyokeres, dua menit sebelum waktu normal berakhir.
Kemenangan itu menutup perjalanan kualifikasi yang penuh liku bagi tim nasional Swedia. Sempat terpuruk di dasar klasemen grup kualifikasi beberapa bulan lalu, mereka akhirnya bangkit dan memastikan tempat di putaran final.
Gol Gyokeres bukan sekadar gol kemenangan. Momen itu juga menjadi simbol kebangkitan tim yang sempat diragukan mampu menyelamatkan peluang tampil di Piala Dunia.
Gol Penentu Gyokeres di Menit Akhir

Pertandingan di Stockholm berlangsung dramatis hingga detik terakhir. Ketika skor masih imbang 2-2 dan laga tampak menuju perpanjangan waktu, Swedia akhirnya menemukan momen penentu.
Serangan berawal dari aksi Gustav Lundgren yang melewati penjaganya sebelum mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti. Daniel Svensson sempat melepaskan tembakan yang diblok, disusul percobaan Lucas Bergvall yang juga berhasil diselamatkan kiper Polandia.
Bola liar kemudian sempat membentur tiang gawang sebelum jatuh di depan Gyokeres yang berdiri sekitar enam yard dari gawang. Dengan tenang, ia menahan bola dengan dada sambil menyingkirkan Przemyslaw Wisniewski, lalu melepaskan tembakan keras ke atap gawang.
Gol pada menit ke-88 itu langsung memicu selebrasi besar di stadion. Gyokeres pun mengaku butuh waktu beberapa detik untuk benar-benar memahami apa yang baru saja terjadi.
"Ini sulit digambarkan. Butuh beberapa detik sebelum benar-benar menyadari apa yang terjadi. Rasanya hanya lega dan bahagia," ujar Gyokeres.
Kebangkitan Swedia di Bawah Graham Potter

Keberhasilan ini terasa semakin spesial jika melihat perjalanan Swedia dalam beberapa bulan terakhir. Tim ini sempat mengalami periode buruk di kualifikasi.
Pada Oktober lalu, Gyokeres bahkan mengkritik performa timnya setelah kekalahan beruntun di fase grup.
"Kami tidak memberikan yang terbaik. Kami tidak cukup fokus dalam bertahan maupun mengalirkan bola," kata Gyokeres saat itu.
"Ini soal sikap. Kami tidak pantas mendapatkan apa pun. Ini jelas sebuah kegagalan."
Swedia akhirnya finis di dasar klasemen grup yang juga dihuni Swiss, Kosovo, dan Slovenia dengan dua hasil imbang serta empat kekalahan. Situasi tersebut membuat pelatih Jon Dahl Tomasson kehilangan pekerjaannya.
Federasi sepak bola Swedia kemudian menunjuk Graham Potter pada Oktober dengan misi jelas, yaitu membawa tim ini lolos melalui jalur play-off.
Pelatih asal Inggris itu melakukan perubahan dengan mengembalikan organisasi pertahanan yang sebelumnya dianggap terlalu rapuh.
Modal Kepercayaan Diri untuk Arsenal
Performa Gyokeres bersama Timnas Swedia juga berpotensi membawa dampak positif bagi Arsenal di sisa musim ini.
Gol penentu kemenangan melawan Polandia, ditambah hattrick yang ia cetak pada laga semifinal play-off sebelumnya, memberi dorongan kepercayaan diri yang besar bagi sang striker.
Bagi Arsenal, kondisi tersebut tentu menjadi kabar baik. Gyokeres merupakan penyerang utama dalam tim yang sedang memimpin perburuan gelar Premier League musim ini.
Sebagai striker utama klub London Utara itu, Gyokeres berada di bawah sorotan besar sejak direkrut pada musim panas lalu. Ia menjadi jawaban atas pencarian panjang Arsenal terhadap penyerang nomor sembilan.
Dengan momentum gol yang ia dapatkan bersama Swedia, Gyokeres kini kembali ke Inggris dengan rasa percaya diri tinggi. Jika ketajamannya berlanjut di level klub, Arsenal berpotensi mendapatkan dorongan besar dalam perburuan trofi pada akhir musim.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Kepergian Mohamed Salah Bawa Dampak Positif untuk Keuangan Liverpool, Begini Skenarionya
Skenario Bila Chelsea Kehilangan Marc Cucurella: Incar Duo Arsenal Hingga Wonderkid Man City
Setelah Absen Berbulan-bulan, Alexander Isak Siap Latihan Lagi Bersama Liverpool
Pemilik Chelsea Mulai Menyesal Tunjuk Liam Rosenior jadi Pelatih?
Bukan Bruno Fernandes, Kebangkitan Manuel Ugarte Jadi Kabar Bahagia Bagi Man United di Jeda Internasional
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ezri Konsa Bikin Arsenal Tetap Kokoh Walau Tanpa William Saliba
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 22:25
-
Mikel Arteta Ingatkan Arsenal, Fleetwood Town Bisa Jadi Ancaman di Carabao Cup
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:22
-
Bukayo Saka Raih Socrates Award di Ballon d'Or 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 07:19
-
Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:28
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




