AC Milan 2003/04: Kaka, Shevchenko, Scudetto
Gia Yuda Pradana | 2 Mei 2020 21:49
Bola.net - Musim 2003/04 adalah musim perdana Kaka berseragam AC Milan. Namun, pemain legendaris Brasil itu bisa langsung menyatu dengan tim barunya.
Bersama Andriy Shevchenko, Kaka menjadi pilar serangan Milan. Scudetto Serie A pun langsung diraihnya di musim pertama.
Scudetto itu sendiri bisa dibilang sebagai pelipur lara bagi Milan. Pasalnya, sebelum mengunci gelar tersebut, mereka dipaksa menelan pil pahit di Liga Champions oleh tim super Deportivo La Coruna.
Musim itu, Kaka mencetak 14 gol untuk Milan di semua ajang. Dia cuma kalah dari Shevchenko (29 gol) dan Jon Dahl Tomasson (15 gol).
Tim Fantastis
Milan 2003/04 adalah tim fantastis. Tim ini dilatih Carlo Ancelotti.
Di posisi penjaga gawang, ada Christian Abbiati dan Dida.
Di belakang, ada Serginho, Alessandro Costacurta, Alessandro Nesta, Cafu, hingga kapten Paolo Maldini.
Di tengah, Fernando Redondo, Clarence Seedord, Rui Costa, Gennaro Gattuso, Andrea Pirlo, dan Kaka yang baru direkrut dari Sao Paulo senilai €8,5 juta.
Sementara itu, di depan ada nama-nama seperti Filippo Inzaghi, Jon Dahl Tomasson, dan Shevchenko.
Tersingkir di Coppa Italia
Milan meraih gelar ke-5 di Coppa Italia pada musim 2002/03. Di final, Milan menang agregat 6-3 atas AS Roma (4-1 tandang, 2-2 kandang).
Namun, Milan gagal mempertahankan gelarnya di musim 2003/04.
Milan menyingkirkan Sampdoria di babak 16 besar, kemudian mengeliminasi Roma di perempat final. Di semifinal, Februari 2004, Milan dikandaskan Lazio dengan agregat telak 1-6 (kandang 1-2, tandang 0-4).
Dijegal Super Depor di Liga Champions
Milan turun di Liga Champions 203/04 mengusung status juara bertahan. Di final edisi sebelumnya, Milan meraih titel mereka yang ke-6 usai mengalahkan Juventus lewat adu penalti.
Namun, di edisi ini, Milan tersingkir secara menyakitkan di babak perempat final. Kegagalan ini sendiri benar-benar mengejutkan.
Pasalnya, Milan menang dengan skor meyakinkan pada leg pertama di San Siro. Milan menekuk Deportivo 4-1 lewat gol-gol Kaka (2), Shevchenko, dan Pirlo.
Leg kedua di Riazor, 7 April 2004, menjadi mimpi buruk bagi Milan. Mereka di-comeback oleh sang wakil La Liga.
Super Depor melumat Milan 4-0 melalui gol-gol Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron, Albert Luque, dan Fran Gonzalez. Rossoneri tersingkir dengan agregat 4-5.
Serie A Tak Boleh Lepas
Setelah gagal di Coppa Italia dan Liga Champions, Milan membulatkan tekad. Scudetto Serie A tak boleh lepas.
Milan menjamu Roma di San Siro pada pekan ke-32. Laga 2 Mei 2004 itu sangat krusial bagi mereka.
Jika menang, maka Milan akan memastikan diri juara dengan dua laga tersisa. Itulah yang mereka lakukan.
Bersusah payah melawan Roma-nya Fabio Capello, yang diperkuat pemain-pemain seperti Francesco Totti dan Antonio Cassano, Milan menang tipis 1-0. Namun, kemenangan tipis itu sudah cukup bagi Milan untuk mengunci Scudetto mereka yang ke-17.
Dari Kaka ke Shevchenko, dan Gol!
Kemenangan atas Roma, yang menentukan Scudetto Milan, diraih lewat gol tunggal Shevchenko. Gol itu tercipta dari assist Kaka.
Lewat sebuah serangan yang dibangun Cafu di sisi kanan, bola sampai ke kaki Kaka. Dia ditekan oleh Francisco Lima dan Olivier Dacourt di dekat garis tepi, tapi Kaka bisa melewati keduanya.
Kaka langsung mengirim umpan silang ke jantung pertahanan Roma. Shevchenko berdiri bebas tanpa pengawalan, dan sundulan tajamnya mampu mengoyak gawang Roma.
Dari Kaka ke Shevchenko, gol..., dan Milan pun meraih Scudetto.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Milan vs Bologna 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 09:13
-
PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 06:03
-
Prediksi Torino vs Como 28 Oktober 2026
Liga Italia 26 Oktober 2026, 12:10
-
Prediksi Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026
Liga Italia 26 Oktober 2026, 11:16
-
Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026
Liga Italia 26 Oktober 2026, 10:39
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






