Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Gia Yuda Pradana | 15 September 2026 05:10
Bola.net - Ruben Amorim menemukan jawaban atas masalah lini tengah AC Milan saat menghadapi Lazio di Serie A. Rossoneri tertinggal dua gol pada babak pertama, tetapi perubahan setelah jeda mengubah jalannya pertandingan.
Masuknya Yunus Musah menjadi salah satu keputusan penting Milan untuk mengatasi tekanan Lazio. Musah memberikan keseimbangan baru bersama Adrien Rabiot dan membantu Milan keluar dari tekanan dengan lebih efektif.
Perubahan tersebut membuat Milan mampu mencetak dua gol melalui Diego Moreira dalam waktu tiga menit. Rossoneri akhirnya membawa pulang satu poin sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan.
Lini Tengah Milan Kehilangan Keseimbangan
Amorim menurunkan Samuel Chukwueze sebagai wing-back kanan dan menempatkan Rabiot lebih dalam sebagai bagian dari double pivot. Ruben Loftus-Cheek dan Alphadjo Cisse kemudian bermain di belakang penyerang.
Milan mencoba menekan Lazio sejak awal dengan pendekatan satu lawan satu. Namun, koordinasi antara Loftus-Cheek, Luka Modric, dan Rabiot belum berjalan baik sehingga ruang di tengah lapangan sering kosong.
Lazio memanfaatkan celah tersebut dengan membentuk struktur 5-2-3 saat kehilangan bola. Mereka juga menjaga kedua winger tetap melebar sehingga pemain Milan kesulitan menutup jalur permainan di area tengah.
Musah Mengubah Struktur Permainan
Masuknya Musah memberikan fungsi berbeda di lini tengah Milan. Ia menjadi pemain yang bertugas memecah tekanan lawan, sementara Rabiot bisa bergerak lebih tinggi untuk mendukung serangan.
Keduanya tidak berdiri sejajar, tetapi bermain secara bertingkat. Struktur ini membuat Milan lebih mudah keluar dari tekanan Lazio dan memiliki opsi umpan tambahan di antara lini.
Milan juga mulai menarik tekanan Lazio ke salah satu sisi sebelum memindahkan bola dengan cepat ke sisi lainnya. Pergerakan Christian Pulisic turut membantu karena ia kerap turun ke ruang antarlini tanpa diikuti bek Lazio.
Rotasi Posisi Membuka Jalan Comeback
Perubahan struktur Milan terlihat jelas pada gol pertama. Chukwueze dan Pulisic turun untuk menarik pemain Lazio, sebelum Chukwueze memainkan kombinasi cepat dan memberikan ruang kepada Rabiot yang bergerak ke posisi penyerang.
Rabiot kemudian meneruskan serangan hingga Milan mampu mencetak gol melalui Moreira. Pola tersebut memperlihatkan bagaimana rotasi posisi dapat membuka celah dalam pertahanan yang sebelumnya sulit ditembus.
Gol kedua lahir dari tekanan balik cepat. Musah membaca gerakan Pinamonti, merebut bola lebih tinggi di lapangan, lalu mengirim umpan yang diteruskan ke Moreira untuk menghasilkan gol penyama kedudukan.
Perubahan di lini tengah menjadi faktor penting dalam kebangkitan Milan. Ruben Amorim berhasil mengubah struktur permainan melalui Musah, rotasi posisi, dan tekanan balik sehingga Rossoneri mampu mengatasi masalah yang muncul pada babak pertama.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat
Liga Italia 15 September 2026, 04:43
-
Juventus Dinilai Tak Bisa Tembus 4 Besar Jika Mainnya Seperti Ini
Liga Italia 15 September 2026, 04:39
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
-
Vinicius Junior, Kontribusinya Belum Sebanding dengan Perlakuan Khusus yang Ia Terima
Liga Spanyol 15 September 2026, 06:00
-
Manchester United dan Sebuah Masalah Lama yang Kembali Terlihat
Liga Inggris 15 September 2026, 05:54
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat
Liga Italia 15 September 2026, 04:43
-
Juventus Dinilai Tak Bisa Tembus 4 Besar Jika Mainnya Seperti Ini
Liga Italia 15 September 2026, 04:39
-
Fans Minta Juventus Pecat Spalletti Setelah Awal Musim yang Mengecewakan
Liga Italia 15 September 2026, 04:33
-
Prediksi Elche vs Madrid 16 September 2026
Liga Spanyol 15 September 2026, 04:23
-
Prediksi Ipswich vs Arsenal 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:16
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Prediksi Liverpool vs Tottenham 16 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 04:04
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
-
Elliot Anderson Puji Bintang MU Ini: Dia Pemain Top!
Liga Inggris 15 September 2026, 00:13
-
Juventus Ngidam Super-sub Arsenal Ini?
Liga Italia 14 September 2026, 23:42
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
