Begini Pengakuan Antonio Conte Setelah Bawa Napoli Raih Scudetto
Editor Bolanet | 24 Mei 2025 08:16
Bola.net - Antonio Conte akhirnya mengukir sejarah dengan membawa Napoli meraih Scudetto musim 2024/25. Kemenangan 2-0 atas Cagliari menjadi penutup manis perjalanan panjang mereka sepanjang musim.
Inter Milan yang menjadi pesaing terdekat juga menang atas Como, namun satu poin tidak cukup untuk merebut gelar dari Napoli. Conte pun menjadi pelatih ketiga dalam sejarah yang berhasil menjuarai Serie A dengan tiga klub berbeda.
Prestasi ini terasa lebih istimewa mengingat Napoli hanya finis di peringkat 10 musim lalu. Conte mengaku ini adalah pencapaian terberat dalam karier kepelatihannya.
Tekanan Besar di Napoli
Conte mengungkapkan betapa besarnya tekanan yang dirasakan timnya menjelang laga penentuan. Stadion Diego Armando Maradona dipenuhi puluhan ribu fans yang menanti sejarah.
"Ketika kami tiba di stadion, jujur saja sulit untuk masuk karena begitu banyaknya orang," ujar Conte dalam konferensi pers pasca laga.
"Saya sempat berpikir, jika kami mengecewakan mereka, ini akan menjadi beban yang kami tanggung lama."
Pelatih asal Italia itu memuji mental pemainnya yang mampu menghadapi tekanan besar. "Para pemain luar biasa, tidak mudah karena tekanan pada kami gila-gilaan, tapi kami menghadapi pertandingan dengan cara terbaik."
Conte Tak Menduga Bisa Scudetto
Napoli sempat mengalami awal musim yang buruk dengan hasil mengecewakan. Kekalahan 3-0 dari Verona di awal musim menjadi kenangan pahit yang berubah menjadi motivasi.
"Ini benar-benar tantangan paling tidak terduga, sulit dan menantang dalam karier saya," akui Conte. "Datang ke Napoli setelah posisi ke-10 dan mencoba membenahi semuanya, meyakinkan beberapa pemain terbaik untuk bertahan."
Conte yang absen di pinggir lapangan karena hukuman kartu merah justru menyaksikan timnya tampil sempurna. "Dari kekalahan 3-0 oleh Verona sampai merayakan Scudetto di sini, sungguh luar biasa."
Rahasia Kesuksesan Napoli
Conte mengungkapkan kunci kesuksesan Napoli adalah fokus penuh pada Serie A. Sementara Inter harus membagi konsentrasi di Liga Champions dan Coppa Italia.
"Secara jujur, sangat sulit menang di Napoli," tegas Conte. "Bagi para pemain ini melakukannya dua kali dalam tiga tahun berarti ada sesuatu yang spesial di sini."
Dia juga menyoroti momen bersejarah ketika Giovanni Di Lorenzo mengangkat trofi. "Lebih dari 30 tahun lalu, Diego Armando Maradona memenangkan gelar, sekarang Di Lorenzo sebagai kapten mengangkat trofi lagi, ini spesial."
Masa Depan Conte di Napoli
Pertanyaan besar kini mengarah pada masa depan Conte di Napoli. Pelatih berusia 54 tahun itu memilih untuk menikmati momen ini terlebih dahulu.
"Kami sedang menikmati segalanya. Saya memiliki hubungan baik dengan Presiden," katanya. "Kami berdua adalah pemenang, meski mungkin dengan cara yang berbeda."
Conte tampaknya masih belum memastikan akan bertahan musim depan. "Katakanlah kami punya kesempatan untuk saling mengenal musim ini," tambahnya dengan diplomatis.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
Hasil Como vs Inter Milan: Skor 0-2
Hasil Napoli vs Cagliari: Skor 2-0
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Top Skor Serie A 2024/2025
Selamat! Napoli Sukses Raih Scudetto Serie A 2024/2025
Napoli Juara Serie A 2024/2025, Inter dan Juventus Langsung Kirim Ucapan Selamat
Daftar Lengkap Pemenang Penghargaan MVP Serie A 2024/2025, McTominay Jadi yang Terbaik
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 05:01
-
Juventus Ini Masih Jauh dari Level Tim Hebat
Liga Italia 15 September 2026, 04:43
-
Juventus Dinilai Tak Bisa Tembus 4 Besar Jika Mainnya Seperti Ini
Liga Italia 15 September 2026, 04:39
-
Man of the Match Inter vs Udinese: Marcus Thuram
Liga Italia 15 September 2026, 04:06
-
Hasil Inter vs Udinese: Comeback Gila! Tertinggal 0-2, Nerazzurri Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 03:45
LATEST UPDATE
-
Bruno Fernandes Disebut Memalukan dalam Insiden Kartu Merah Phil Foden
Liga Italia 15 September 2026, 10:34
-
Prediksi Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 10:04
-
Anthony Gordon Peringatkan Rival, Barcelona Sulit Dihentikan
Liga Spanyol 15 September 2026, 09:59
-
Wasit VAR Derby Manchester Dihukum Usai Kontroversi Gol Erling Haaland
Liga Inggris 15 September 2026, 09:24
-
Prediksi Omonia vs Celta 16 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 09:11
-
5 Alasan Hansi Flick Bisa Bawa Barcelona Juara La Liga dan Liga Champions 2026/2027
Lain Lain 15 September 2026, 09:00
-
Jose Mourinho Ingin Vinicius Junior Kembali ke Performa Terbaik
Liga Spanyol 15 September 2026, 08:49
-
Pelajaran dari Comeback Inter Milan: Mental Juang Bisa Jadi Kekuatan Utama
Liga Italia 15 September 2026, 08:14
-
Marcus Thuram Puas dengan Respons Inter Milan Usai Comeback Lawan Udinese
Liga Italia 15 September 2026, 07:39
-
Cristian Chivu Tak Khawatir Inter Milan Kebobolan Banyak Gol Usai Menang 5-3
Liga Italia 15 September 2026, 06:52
-
Rapor Pemain Inter Milan saat Comeback Lawan Udinese: Barella Gemilang, Martinez Bikin Cemas
Liga Italia 15 September 2026, 06:08
-
Vinicius Junior, Kontribusinya Belum Sebanding dengan Perlakuan Khusus yang Ia Terima
Liga Spanyol 15 September 2026, 06:00
-
Manchester United dan Sebuah Masalah Lama yang Kembali Terlihat
Liga Inggris 15 September 2026, 05:54
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
