Gagasan Ciptakan Trisula Penyerang untuk Membuat Juventus Jadi Lebih Berbahaya
Gia Yuda Pradana | 24 September 2025 15:59
Bola.net - Juventus musim ini memiliki opsi lini serang yang istimewa. Meski lini tengah dan sayap belum sepenuhnya mumpuni, Bianconeri punya tiga penyerang murni dengan karakter berbeda.
Nama-nama itu adalah Dusan Vlahovic, Lois Openda, dan Jonathan David. Ketiganya kini bersaing memperebutkan posisi utama. Sejauh ini, hanya Vlahovic yang paling tajam lewat empat gol dalam lima laga. Uniknya, semua gol itu lahir ketika ia turun dari bangku cadangan.
Di tengah diskusi mengenai siapa yang pantas jadi pilihan utama, mantan pelatih Fiorentina, Cesare Prandelli, memberikan pandangan berbeda. Ia menilai bukan hanya mungkin, tapi justru ideal jika Juventus menurunkan ketiga penyerang itu sekaligus dalam sebuah trisula menyerang.
Trisula yang Bisa Hidup Bersama

Pelatih Igor Tudor sejauh ini masih merotasi ketiga penyerang, dengan Jonathan David sempat jadi starter di pramusim usai datang gratis dari Lille. Namun, kedatangan Openda dan bertahannya Vlahovic membuat persaingan makin padat.
Bagi Prandelli, ketiganya tidak harus dipandang sebagai rival yang saling menyingkirkan. “David dan Openda sangat berbeda dari Vlahovic,” ujarnya kepada Tuttosport. “Saya akan mengatakan sesuatu yang mungkin mengejutkan: dalam beberapa pertandingan ketika Yildiz harus beristirahat, ketiganya bisa bermain bersama, menurut saya.”
Menurutnya, fleksibilitas taktik Tudor membuat ide itu bukan sesuatu yang mustahil. “Saya melihat mereka semua bisa bekerja bersama Tudor, yang tidak terikat formasi atau kekakuan taktik berlebihan; saya justru suka bagaimana ia membaca pertandingan di babak kedua,” lanjut Prandelli.
Vlahovic, Striker Eropa yang Kian Matang
Prandelli bukan sosok asing bagi Vlahovic. Ia pernah membimbing penyerang Serbia itu saat masih di Fiorentina. Dari sana, ia tahu betul bagaimana perkembangan anak didiknya hingga kini berusia 25 tahun.
“Dusan memberi demonstrasi besar profesionalismenya. Dia mampu bertahan menghadapi segalanya. Gol-golnya adalah simbol keseimbangan batin: pada usia 25, dia sudah menemukan kesadaran diri yang akan membantunya terus berkembang,” ujar Prandelli.
Bagi pelatih berusia 68 tahun itu, Vlahovic kini pantas disebut salah satu penyerang terbaik di Eropa. “Bagi saya, dia pemain hebat, dan saya ingin dia mencetak lebih banyak gol lagi: dia salah satu striker terbaik di Eropa.”
Kunci Pemanfaatan Vlahovic
Meski memuji, Prandelli menekankan bahwa Vlahovic sebaiknya difokuskan pada hal paling mendasar: mencetak gol. Ia menilai ada kecenderungan pelatih modern memberi peran tambahan yang justru membatasi potensi murni striker.
“Dia tidak boleh menghindari tugas menyerang: tidak ada gunanya memintanya menghubungkan permainan atau ikut membangun serangan. Saya pikir banyak pelatih akan mengubah perspektif soal peran penyerang: terkadang mereka meminta hal-hal yang justru mendistorsi karakteristik pemain,” tegasnya.
Dengan penegasan itu, Vlahovic seolah diposisikan sebagai ujung tombak murni, sementara David dan Openda bisa memberi variasi gerakan di sekitarnya. Jika Tudor berani mencoba gagasan ini, Juventus bisa menghadirkan trisula mengejutkan yang membuat mereka lebih berbahaya di Serie A maupun Eropa.
Sumber: Tuttosport, juvefc.com
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Taktik Baru Chivu Mulai Berbuah, Inter Milan Hidupkan Harapan
4 Pelajaran dari Kemenangan 4-1 Real Madrid atas Levante: Carreras Serbabisa, Mbappe Pusat Gravitasi Serangan
Prediksi Go Ahead Eagles vs FCSB 25 September 2025
Prediksi Real Oviedo vs Barcelona 26 September 2025
Gemilang di Coppa Italia! Ini Rapor Pemain AC Milan ketika Kalahkan Lecce 3-0 dan Melenggang ke Babak 16 Besar
Real Madrid Tak Terbendung: Kalahkan Levante dan Pertahankan Rekor 100% Kemenangan di Awal Musim
2 Tahun Krusial bagi Yamal untuk Patahkan Rekor Ronaldo di Ajang Ballon d'Or
Mbappe dan Tchouameni Ucapkan Selamat kepada Dembele, sang Peraih Ballon d'Or 2025
Jonathan David dan Perubahan Hierarki Striker di Juventus
Vasilije Adzic: Solusi Internal untuk Lini Tengah Juventus
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Genoa vs Juventus 29 Oktober 2026
Liga Italia 27 Oktober 2026, 12:17
-
Rating Pemain Juventus usai Menang di Kandang Lecce: McKennie 8, Douglas Luiz 9
Liga Italia 26 Oktober 2026, 06:08
-
Man of the Match Lecce vs Juventus: Douglas Luiz
Liga Italia 26 Oktober 2026, 04:00
-
Hasil Lecce vs Juventus: Douglas Luiz Gemilang, Bianconeri Menang 2-0
Liga Italia 26 Oktober 2026, 03:56
-
Tempat Menonton Lecce vs Juventus 26 Oktober 2026
Liga Italia 25 Oktober 2026, 22:00
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



