Inter vs Fiorentina: Calhanogu Motor Kebangkitan, De Gea Berjuang Sendirian
Gia Yuda Pradana | 30 Oktober 2025 11:53
Bola.net - Inter Milan kembali menemukan ritme kemenangan setelah sebelumnya terpuruk di Naples. Dalam laga pekan ke-9 Serie A 2025/2026 di Stadio Giuseppe Meazza, Kamis, 30 Oktober 2025, pasukan Cristian Chivu membungkam Fiorentina dengan skor meyakinkan 3-0.
Hakan Calhanoglu menjadi motor kebangkitan Nerazzurri. Gelandang asal Turki itu membuka keunggulan lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-66, kemudian menegaskan dominasi tim dengan gol kedua melalui titik putih di menit ke-88. Di antara dua gol Calhanoglu, Petar Sucic turut mencatatkan namanya di papan skor — gol pertamanya untuk Inter.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga penegasan bahwa Inter belum kehilangan arah dalam persaingan Scudetto. Dengan 18 poin dari sembilan pertandingan, mereka kini hanya terpaut tiga angka dari Napoli dan AS Roma di puncak klasemen sementara.
Yang paling terasa dari kemenangan ini adalah cara Inter menguasai babak kedua. Setelah tampil hati-hati di awal laga, Chivu mampu mengubah ritme permainan dengan menekan di setiap lini, dan hasilnya, Fiorentina tak kuasa menahan gempuran di San Siro.
Inter: Hakan Calhanoglu Jadi Maestro, Esposito Layak Dihargai

Di kubu Inter Milan, Hakan Calhanoglu jelas menjadi pemain terbaik. Dua golnya memang mencuri perhatian, tetapi kontribusinya jauh melampaui catatan di papan skor. Ia mencatat tiga umpan kunci, akurasi operan mencapai 85 persen di area lawan (via Sofascore), serta memenangi tujuh duel sepanjang laga. Ini performa komplet dari pemain yang menjadi jantung permainan Nerazzurri musim ini.
Cristian Chivu pun patut diberi kredit atas respons cepatnya di babak kedua. Setelah jeda, Inter tampil jauh lebih tajam dan agresif. Mereka tak berhenti menyerang meski sudah unggul lebih dulu, menunjukkan karakter tim besar yang tak puas dengan kemenangan tipis.
Satu-satunya catatan “terendah” dari skuad Inter diberikan kepada Francesco Pio Esposito. Namun, itu bukan berarti tampil buruk. Striker muda tersebut bekerja keras sepanjang laga, kerap membuat lini belakang Fiorentina kerepotan, dan bahkan berpotensi mendapat hadiah penalti di babak kedua. Performanya tetap solid meski belum berbuah gol.
Fiorentina: De Gea Sendirian, Lini Belakang Goyah

Di sisi lain, Fiorentina lagi-lagi pulang dengan tangan hampa. Ini menjadi laga kesembilan tanpa kemenangan bagi tim asuhan Stefano Pioli, yang semakin terpuruk di papan bawah, padahal mereka sempat memberi perlawanan ketat di babak pertama berkat aksi gemilang David De Gea di bawah mistar.
De Gea melakukan empat penyelamatan penting yang menjaga peluang timnya tetap hidup hingga Calhanoglu membuka keunggulan. Salah satu yang paling spektakuler adalah saat ia menggagalkan sundulan Bisseck di babak kedua. Penampilannya menjadi satu-satunya sinar di tengah performa loyo rekan-rekannya.
Sebaliknya, lini belakang Fiorentina benar-benar rapuh. Trio pertahanan Comuzzo, Viti, dan Fazzini tampil di bawah standar. Comuzzo beberapa kali ceroboh di area kotak penalti, sementara Viti justru membuat pelanggaran yang berujung kartu kuning kedua. Fazzini pun kalah dalam banyak duel dan gagal menahan tekanan dari lini tengah Inter.
Pioli mencoba mengubah arah permainan dengan beberapa pergantian pemain, tetapi hasilnya nihil. Perubahan yang dilakukannya tak banyak membantu, dan Fiorentina tetap tanpa kemenangan setelah sembilan laga berlalu — sebuah awal musim yang harus segera mereka akhiri jika tak ingin terperosok lebih dalam.
Sumber: Football Italia
Klasemen

Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Bagi Tim Seperti Inter Milan, Ini Adalah Sebuah Kewajiban dan Tanggung Jawab
- Roma Bersama Gasperini Mengejar Puncak Klasemen Serie A
- Pemain Muda Bersinar, Arsenal Kalahkan Brighton 2-0 di Carabao Cup
- Juventus Kehilangan Arah, Spalletti Bisa Jadi Kompas yang Mereka Butuhkan
- Sentuhan Taktik Ancelotti, Gol Tunggal Crespo, dan Malam Terakhir Parma Menang di Kandang Roma
- Saran Supaya Barcelona Kembali Tampil Solid dan Efisien di Semua Lini: Ganti Formasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Stok Bek Menipis, Arne Slot Desak Liverpool Segera Angkut Bek Incaran Chelsea Ini
Liga Inggris 30 Januari 2026, 16:21
-
Liverpool Naksir Van de Ven, Heskey: Rekrutan Hebat yang Sulit Didapat
Liga Inggris 30 Januari 2026, 14:49
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Bhayangkara FC 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:43
-
Presiden Barcelona Amankan Dua Pemain La Masia: Tidak Dilepas!
Liga Spanyol 30 Januari 2026, 18:43
-
Prediksi BRI Super League: Persis vs Persib 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:39
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs PSBS Biak 31 Januari 2026
Bola Indonesia 30 Januari 2026, 18:33
-
Setelah Kalah Memalukan, Real Madrid Akui Masalah di Lini Tengah
Liga Spanyol 30 Januari 2026, 18:13
-
Usaha AC Milan Membuahkan Hasil, Jean-Philippe Mateta OTW ke San Siro
Liga Italia 30 Januari 2026, 17:53
-
Antonio Conte Terpukau Joao Pedro, Pemain yang Sebabkan Napoli Keok dari Chelsea
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:47
-
Satu Langkah Simpel untuk Cowok Aktif, Ini Rekomendasi Produk Sat-Set
Lain Lain 30 Januari 2026, 17:29
-
AC Milan Dapat Angin Segar: Leon Goretzka Bakal Angkat Kaki Dari Bayern
Liga Italia 30 Januari 2026, 17:23
-
Arsenal Terlalu Main Aman? Gelar Premier League Bisa Menjauh!
Liga Inggris 30 Januari 2026, 17:17
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30






