Jejak Emas di 2 Laga Penentuan: Rekor 100 Persen Bologna di Final Coppa Italia
Gia Yuda Pradana | 14 Mei 2025 10:18
Bola.net - Coppa Italia edisi 2024/2025 akan mencapai klimaksnya di Stadio Olimpico, Roma. Di sana, dua tim dengan ambisi besar, AC Milan dan Bologna, akan saling berhadapan demi satu trofi juara. Laga ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 15 Mei 2025 pukul 02.00 WIB.
Pemenangnya berhak atas tiket otomatis ke Liga Europa musim depan—jika belum mengamankannya lewat jalur liga. Selain itu, keduanya juga akan tampil di final four Supercoppa Italiana bersama Napoli dan Inter Milan.
Namun, satu kisah yang patut disorot datang dari sisi Bologna. Klub asal Emilia-Romagna itu membawa serta rekor sempurna ke final ketiganya sepanjang sejarah Coppa Italia.
Jejak Emas di Dua Final

Bologna bukan wajah baru di panggung final Coppa Italia. Mereka pernah mencicipi laga pamungkas sebanyak dua kali dan menang di keduanya. Pertama pada 1970, lalu kembali pada 1974.
Di tahun 1970, Coppa Italia menggunakan format grup final alih-alih sistem gugur seperti sekarang. Bologna menjadi juara setelah mengungguli tiga tim lainnya dalam grup yang berlangsung dari Mei hingga Juni.
Laga penentu terjadi pada 10 Juni 1970 di kandang mereka. Bologna wajib menang dan mereka menunaikannya dengan sempurna—memenangi grup sekaligus meraih trofi.
Drama Penalti Tahun 1974

Empat tahun kemudian, Bologna kembali melangkah ke final, kali ini melawan Palermo. Tidak seperti edisi sebelumnya, final 1974 berlangsung dalam format satu laga. Pertandingan tersebut digelar pada 23 Mei 1974.
Waktu normal dan tambahan tidak cukup untuk memisahkan kedua tim. Skor tetap 1-1 hingga peluit akhir babak tambahan.
Lewat adu penalti yang menegangkan, Bologna keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Itu menjadi gelar kedua mereka dan mempertegas rekor sempurna di laga final Coppa Italia.
Final Ketiga, Beban atau Sumber Kekuatan?

Kini, setengah abad kemudian, Bologna kembali berdiri di titik yang sama. Hanya kali ini, lawannya adalah AC Milan, tim yang lebih kenyang pengalaman dan sarat bintang. Namun, sejarah memberikan Bologna sesuatu yang tidak dimiliki lawannya: warisan sempurna di final Coppa Italia.
Tak ada tim yang menang atas Bologna di laga puncak Coppa. Dua kali datang, dua kali mereka pulang membawa trofi.
Apakah rekor ini akan menjadi beban mental atau sumber kekuatan? Jawabannya akan terbentang di rumput Olimpico.
Pertaruhan Ganda di Kota Roma

Pertandingan ini bukan sekadar soal kebanggaan. Bagi Bologna, ini juga penegasan status mereka di sepak bola Italia. Gelar ketiga akan mengakhiri penantian panjang mereka.
Bagi Milan, ini adalah kesempatan untuk meraih gelar kedua di musim yang penuh pusaran. Trofi Coppa bisa jadi penyelamat marwah dan peluang untuk membuka jalan lebih lapang menuju Liga Europa jika jalur liga tidak bersahabat.
Dalam satu laga yang bisa ditentukan oleh 90 menit, perpanjangan waktu, bahkan adu penalti, apa pun bisa terjadi. Namun, sejarah berkata satu hal: jika Bologna masuk final, mereka tahu cara untuk menang.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Musim 2 Mahkota: Ketika AC Milan Menjuarai Coppa Italia dan Menaklukkan Eropa
- Trofi di Depan Mata: Alasan AC Milan Layak Dijagokan Memenangi Final Coppa Italia
- Prediksi Real Madrid vs Real Mallorca 15 Mei 2025
- Prediksi AC Milan vs Bologna 15 Mei 2025
- Scudetto Serie A Milik Napoli atau Inter Milan?
- Timnas Brasil vs Real Madrid: Uji Coba Pahit-Manis buat Carlo Ancelotti
- Gaji Selangit Carlo Ancelotti di Timnas Brasil: Rp13,5 Miliar per Bulan!
- Kala Tinta di Kertas Bernilai Triliunan: Kontrak-kontrak Termahal Pemain Sepak Bola
- AC Milan vs Bologna: Dari San Siro ke Duel di Olimpico
- Perlawanan Terakhir Real Madrid
- Ballon d'Or: Medan Pertarungan Abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
- AC Milan, Bologna, dan Akhir Sebuah Penantian Panjang di Kota Roma
- 2 'Tiket Neraka' Serie A: Jay Idzes dan Perjuangan Menahan Tenggelamnya Venezia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Alexis Saelemaekers: Bikin Assist Mahal untuk Fullkrug, Keluar Lapangan Pincang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:39
-
Niclas Fullkrug: Gol Debut, Assist Mimpi, dan Pengakuan 100 Persen Bahagia di Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:29
-
Fullkrug Cuma Butuh 3 Menit untuk jadi Pahlawan Milan, Pujian Allegri pun Datang
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:18
-
AC Milan Masih Malu-malu Bicara Scudetto
Liga Italia 19 Januari 2026, 14:14
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




