Juventus dan Kesenjangan Kualitas Skuad: Jalan Panjang untuk Kembali ke Puncak
Gia Yuda Pradana | 19 November 2025 20:03
Bola.net - Juventus memasuki musim 2025/26 dengan ambisi besar untuk kembali ke puncak sepak bola Italia, tetapi realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang lebih rumit dari perkiraan. Klub yang pernah mendominasi Serie A selama hampir satu dekade itu kini berjuang menemukan konsistensi, sebuah kendala yang terus menghambat upaya mereka menantang gelar secara meyakinkan. Situasi ini menandai fase penting dalam proses pembangunan ulang tim.
Meskipun investasi dilakukan setiap musim, jarak kualitas antara Juventus saat ini dan masa kejayaan mereka pada 2012-2020 cukup terlihat. Perekrutan pemain baru memang berjalan, tetapi keseimbangan skuad belum sepenuhnya mencerminkan standar klub yang menargetkan kesuksesan reguler. Hal ini semakin menambah ekspektasi besar yang ditujukan kepada pelatih baru, Luciano Spalletti.
Spalletti datang dengan pengalaman serta reputasi kuat, termasuk gelar liga bersama Napoli dalam tiga tahun terakhir. Juventus meyakini ia mampu membawa stabilitas yang selama ini hilang. Namun, untuk mewujudkannya, pekerjaan besar menanti—baik di ruang ganti maupun dalam arah kebijakan rekrutmen jangka panjang.
Skuad Juventus yang Tak Lagi Setajam Dulu

Kekhawatiran mengenai kualitas skuad bukanlah isu yang muncul tiba-tiba. Dalam beberapa musim terakhir, performa Bianconeri memperlihatkan minimnya kedalaman dan ketajaman individual, terutama jika dibandingkan dengan skuad yang mendominasi Serie A hampir satu dekade. Juventus memang terus berinvestasi, tetapi arah pembentukan skuad belum dianggap mengarah pada fondasi yang cukup kuat.
Kritik tajam juga datang dari pengamat sepak bola Italia, Pierpaolo Marino. Dalam komentarnya yang dikutip Il Bianconero, ia menegaskan, “Ini bukan Juventus terbaik yang bisa diambil Spalletti, itu faktanya. Kita sedang membicarakan tim tanpa pemain berkelas. Skuad ini tidak bisa menang, dan bursa transfernya bisa dibangun dengan lebih baik. Ini bukan hanya masalah musim panas ini; sudah ada kesenjangan sejak lama. Saya memikirkan lini serang. Juve sekarang mencoba mengevaluasi ulang Vlahovic untuk menemukan seseorang yang bisa menyelesaikan pertandingan. Namun, Dusan belum memiliki kematangan untuk menjadi pencetak 20 hingga 25 gol.”
Pernyataan Marino mempertegas tantangan besar di lini depan Juventus. Dusan Vlahovic memang memiliki potensi besar, tetapi ia dinilai belum mencapai level seorang penyerang yang mampu mencetak 20-25 gol semusim—syarat wajib bagi tim yang ingin bersaing di papan atas.
Jalan Panjang Juventus untuk Kembali ke Puncak

Berbagai kritik tersebut menggambarkan kekhawatiran lebih luas terkait arah jangka panjang klub. Juventus tetap berkomitmen memperbaiki diri, tetapi masalah yang ada menunjukkan bahwa perubahan tidak cukup dilakukan melalui pergantian pelatih atau pembelian pemain secara sporadis. Yang dibutuhkan adalah strategi rekrutmen jangka panjang dengan pondasi yang lebih kokoh.
Spalletti kini memegang peran penting dalam fase rekonstruksi ini. Ia harus memaksimalkan potensi skuad yang belum ideal sambil menetapkan identitas permainan yang stabil. Di sisi lain, manajemen wajib memberikan dukungan penuh lewat strategi transfer yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Perjalanan kembali ke puncak Serie A masih terbuka bagi Juventus, tetapi membutuhkan keselarasan antara visi pelatih, kualitas pemain, dan kebijakan klub. Jika fondasi ini mampu dibangun dengan tepat, Bianconeri memiliki peluang menemukan kembali ritme kejayaan yang selama ini mereka cari.
Sumber: Il Bianconero, juvefc
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Langkah dan Strategi Luciano Spalletti untuk Mengembalikan Juventus ke Jalur Kejayaan
Bila Benar Vlahovic Absen, Juventus Siapkan Kenan Yildiz jadi False 9 Lawan Fiorentina?
Kabar Juventus Hari Ini: Bremer OTW Sehat, 2 Bek Lain Pulih, Vlahovic Siap Lawan Fiorentina?
Pengganti Vlahovic di Laga Fiorentina vs Juventus: Saatnya Penyerang Alternatif Ini Tunjukkan Kualitas
Juventus cuma Punya 1 Gelandang Top: Analisis, Masalah Struktural, Agenda Transfer
Juventus Butuh Regista: Tuntutan Spalletti yang Tak Bisa Ditawar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss 12 Juli 2026
Piala Dunia 9 Juli 2026, 21:37
LATEST UPDATE
-
Luis De La Fuente: Belgia Dulu, Baru Prancis!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 15:00
-
Romelu Lukaku: Belgia Punya Semua yang Dibutuhkan untuk Jegal Spanyol!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 14:30
-
AC Milan Segera Rampungkan Rekrutan Kedua di Musim Panas Ini
Liga Italia 10 Juli 2026, 14:06
-
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Bola Indonesia 10 Juli 2026, 13:34
-
Ederson Ternyata Sudah di Manchester, Sedikit Lagi Jadi Pemain MU?
Liga Inggris 10 Juli 2026, 10:59
-
Dari Lapangan Sampai Nongkrong, Ini Cara Tetap Segar Setelah Main Bola
Lain Lain 10 Juli 2026, 09:21
-
Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026, Timnas Prancis Catatkan Rekor Baru!
Piala Dunia 10 Juli 2026, 09:02
-
Tes Medis Lancar, MU Resmikan Transfer Andrey Santos Hari Ini
Liga Inggris 10 Juli 2026, 08:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55












