Juventus vs Lazio: Antara Penyesalan dan Kebanggaan Maurizio Sarri
Afdholud Dzikry | 9 Februari 2026 09:50
Bola.net - Maurizio Sarri mengaku perasaannya campur aduk usai Lazio bermain imbang 2-2 melawan Juventus. Pelatih kawakan itu terjebak antara rasa kecewa karena membuang keunggulan dan kepuasan mencuri poin di Turin.
Lazio sejatinya datang ke Allianz Stadium dengan status underdog karena krisis pemain. Namun, mereka mampu mengejutkan tuan rumah lewat keunggulan dua gol dari Pedro dan Gustav Isaksen.
Sayangnya, kemenangan di depan mata itu sirna di menit-menit akhir. Gol sundulan Weston McKennie dan aksi Pierre Kalulu memaksa Biancocelesti harus puas berbagi angka.
Sarri menyadari bahwa timnya memiliki peluang emas untuk membunuh permainan. Kegagalan memanfaatkan momentum itulah yang kini menghantui pikirannya.
"Masih ada jalan panjang yang harus dilalui saat kami mencetak gol kedua, jadi kami jelas tidak merasa itu sudah selesai, karena Juventus menyerang dengan penuh semangat," ujar Sarri kepada DAZN Italia.
"Jika kami memiliki penyesalan, itu adalah dalam 10 menit terakhir, kami memiliki dua peluang untuk mengubah skor menjadi 3-1 dan tidak memanfaatkannya," sambungnya.
"Selalu ada perasaan nyata bahwa Juventus bisa menyamakan kedudukan, jadi penyesalannya adalah kami menyia-nyiakan peluang itu, daripada kebobolan di akhir laga," analisis Sarri.
Mentalitas Baja di Tengah Krisis
Meski gagal menang, hasil imbang ini tetap memiliki nilai positif yang sangat besar bagi Sarri. Terlebih jika melihat statistik Lazio yang digempur habis-habisan dengan 33 tembakan oleh Si Nyonya Tua.
Tim Elang Ibu Kota tampil pincang tanpa Mattia Zaccagni, Manuel Lazzari, Samuel Gigot, hingga Luca Pellegrini yang terkena skorsing. Situasi makin pelik karena Alessio Romagnoli hanya duduk di bangku cadangan usai gagal transfer ke Al-Sadd.
Sarri memilih untuk melihat gelas setengah penuh dari hasil dramatis ini. Ia memuji karakter anak asuhnya yang menolak menyerah meski dalam kondisi terjepit.
"Ketika Anda pulang dari stadion ini dengan satu poin, itu selalu merupakan hasil yang positif," tegas Sarri.
"Jelas, ada sedikit penyesalan, tapi lebih dari segalanya saya membawa pulang pengetahuan bahwa anak-anak ini sulit dihancurkan," pujinya.
"Mereka bereaksi terhadap segalanya, mereka tidak pernah menundukkan kepala saat menghadapi kesulitan apa pun, jadi itu menenangkan," tambah eks pelatih Chelsea tersebut.
Seruan Damai untuk Fans dan Pemilik
Situasi Lazio sebenarnya sedang tidak kondusif, baik di dalam maupun luar lapangan. Di babak kedua, Sarri dipaksa melakukan pergantian karena masalah fisik yang menimpa Toma Basic, Mario Gila, dan Oliver Provstgaard.
Ketegangan juga terasa akibat isu transfer Nuno Tavares dan Romagnoli yang memicu kemarahan fans. Suporter bahkan memboikot laga kandang terakhir sebagai bentuk protes kepada Presiden Claudio Lotito.
Melihat kondisi ini, Sarri meminta gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa skuadnya membutuhkan dukungan penuh dari para pendukung setia di stadion.
"Saya mengerti bahwa melihat kami dari luar, Anda mungkin mendapatkan ide yang berbeda, tetapi di dalam skuad ada suasana hati yang positif. Para pemain bekerja dengan antusiasme dan semangat," klaim Sarri.
"Tentu saja, bermain di Stadio Olimpico yang kosong adalah perasaan yang mengerikan," keluhnya.
"Kami lebih suka perselisihan tertentu antara pemilik klub dan penggemar Lazio berakhir sekarang, karena kami sangat membutuhkan pendukung kami di sekitar kami," pinta Sarri.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Alasan Rodri Tolak Real Madrid dan Pilih Barcelona
Liga Spanyol 12 Agustus 2026, 11:51
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Jhon Lucumi Makin Dekat ke Juventus, Siap Tebus Rp 411,84 Miliar Plus Bonus
Liga Italia 12 Agustus 2026, 08:51
LATEST UPDATE
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
-
Cristian Romero Menuju Atletico Madrid, Tottenham Perlu Cari Pengganti Sang Kapten
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:06
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
-
Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 08:16
-
Arsenal vs Como, 3 Catatan Penting Jelang Community Shield
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:45
-
Manchester United Juara Boyle Sports Cup, Mbeumo dan Zirkzee Tampil Menjanjikan
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:07
-
PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 06:35
-
Real Madrid Menang Tipis atas Deportivo, Brahim Diaz Jadi Penentu
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 06:22
-
Tinggalkan Napoli, Romelu Lukaku Resmi Gabung Fenerbahce
Liga Eropa Lain 13 Agustus 2026, 05:35
-
Xavi Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030
Piala Dunia 13 Agustus 2026, 05:18
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





