Juventus vs Milan: Sebuah Laga Tanpa Gol, tapi Penuh Cerita
Gia Yuda Pradana | 6 Oktober 2025 11:59
Bola.net - Juventus dan AC Milan berbagi angka dalam duel sengit yang berakhir 0-0 di Allianz Stadium pada pekan ke-6 Serie A 2025/26. Meski tanpa gol, pertandingan ini jauh dari kata membosankan. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya yang bisa saja mengubah hasil akhir.
Bagi Juventus, hasil imbang ini memperpanjang catatan empat hasil seri beruntun di semua kompetisi. Mereka datang ke laga ini dengan harapan keluar dari mini-krisis, setelah sebelumnya menahan Villarreal 2-2 di Liga Champions. Igor Tudor tetap menjaga rekor tak terkalahkan di Serie A musim ini meski timnya lagi-lagi gagal menang.
Babak pertama berjalan kaku dan penuh kehati-hatian. Kedua tim tampak berhati-hati membangun serangan, sementara lini tengah menjadi area pertempuran yang sengit. Tidak banyak peluang tercipta, dan penonton di Allianz Stadium harus bersabar menunggu aksi berbahaya.
Harapan Juventus sempat membumbung di awal babak kedua ketika Federico Gatti hampir membuka skor lewat tembakan voli jarak dekat. Sayangnya, Mike Maignan melakukan penyelamatan gemilang yang menepis bola dengan refleks luar biasa. Tak lama kemudian, Juventus justru hampir celaka setelah Lloyd Kelly menjatuhkan Santiago Gimenez di kotak penalti.
Kesempatan emas itu terbuang percuma setelah Christian Pulisic menendang penalti terlalu tinggi di atas mistar. Milan bahkan hampir mencuri kemenangan di menit akhir, tetapi Rafael Leao gagal menaklukkan Michele Di Gregorio dalam situasi satu lawan satu. Hasil ini membuat Juventus tetap tak terkalahkan di Serie A 2025/26, tetapi semakin tertinggal dari Napoli di puncak klasemen.
Pertahanan Kuat, tapi Kreativitas Tumpul
Lini belakang Juventus tampil cukup solid sepanjang laga. Michele Di Gregorio menjadi sosok penting di bawah mistar dengan beberapa penyelamatan penting untuk menahan peluang dari Gimenez, Pulisic, dan Leao. Performanya layak diapresiasi karena memastikan satu poin tetap aman di Turin.
Federico Gatti juga tampil kokoh meski harus menelan kekecewaan karena peluang emasnya digagalkan Maignan. Di sisi lain, Daniele Rugani bermain rapi dan disiplin, walau sempat kecolongan oleh pergerakan Gimenez. Sementara itu, Lloyd Kelly menjadi titik lemah pertahanan Bianconeri dengan beberapa keputusan ceroboh.
Sektor sayap dan lini depan Juventus masih jauh dari tajam. Andrea Cambiaso gagal memberikan ancaman berarti meski sering mendapat bola. Kenan Yildiz pun kesulitan menembus pertahanan Milan dan akhirnya digantikan. Upaya Francisco Conceicao juga mentok karena kalah cepat dari Davide Bartesaghi.
Locatelli Tenang, McKennie Tak Kenal Lelah
Di lini tengah, duet Manuel Locatelli dan Weston McKennie menjadi motor permainan Juventus. Locatelli tampil tenang dan penuh kendali dalam mengatur tempo permainan. Ia hanya ternoda oleh kartu kuning di awal babak kedua. Di sisi lain, McKennie menunjukkan etos kerja luar biasa—menutup ruang, menekan lawan, dan membantu pertahanan dengan disiplin tinggi.
Meski demikian, kerja keras keduanya tidak cukup untuk membuka kebuntuan. Juventus kesulitan menciptakan kreativitas dari lini kedua. Kurangnya pergerakan di depan membuat Milan bisa mengontrol permainan dengan nyaman, terutama lewat kekuatan fisik dan pressing ketat di area tengah.
Tudor jelas punya pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki efektivitas serangan timnya. Juventus memang sulit dikalahkan, tetapi juga masih sulit untuk menang.
Milan Gagal Manfaatkan Peluang
Dari kubu tamu, performa Mike Maignan layak jadi headline tersendiri. Kiper asal Prancis itu menunjukkan kelasnya dengan penyelamatan spektakuler yang mementahkan peluang Gatti. Sementara itu, Pierre Kalulu bermain sempurna dalam bertahan meski kontribusinya ke depan terbatas.
Sayangnya, Milan justru kehilangan ketajaman di momen krusial. Penalti gagal Pulisic menjadi titik balik, sementara Rafael Leao yang biasanya tajam malah melakukan miskick saat tinggal berhadapan dengan Di Gregorio.
Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, tentu menyesalkan peluang yang terbuang karena hasil ini membuat mereka gagal memperkecil jarak dengan Napoli. Juventus dan Milan sama-sama menunjukkan pertahanan kokoh, tetapi keduanya tampak masih mencari jati diri untuk kembali menjadi tim yang benar-benar menakutkan di Serie A.
Laga Juventus vs Milan ini sendiri membuktikan bahwa duel klasik Serie A tetap menyimpan intensitas tinggi meski tanpa gol. Juventus menjaga rekor tak terkalahkan, tetapi kehilangan sentuhan mematikan di lini depan. Sementara itu, Milan pulang dengan rasa pahit—karena tahu mereka sebenarnya punya kesempatan untuk menang.
Sumber: Cult of Calcio
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Sevilla vs Barcelona: Rapuh di Belakang, Hilang Kreativitas di Tengah, Mandul di Depan
- Alexis Sanchez dan Janji yang Terlupakan di Laga Sevilla vs Barcelona
- Ansu Fati di Monaco: Dari 'The Next Messi' yang Gagal Total di Barcelona Hingga Pimpin Daftar Top Skor Ligue 1
- Hasil Imbang Juventus vs Milan: Siapa Saja Tim yang Belum Terkalahkan di Serie A 2025/2026?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
-
Hasil Atalanta vs Dortmund: Comeback Spektakuler, La Dea Melaju ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:01
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Real Madrid vs Benfica: Aurelien Tchouameni
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:37
-
Hasil PSG vs Monaco: Gagal Menang, Les Parisiens Tetap Lolos ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 05:23
-
Hasil Al Najma vs Al Nassr: Cristiano Ronaldo 1 Gol & 1 Assist, Al Alami ke Pucuk Klasemen
Asia 26 Februari 2026, 04:34
-
Man of the Match Atalanta vs Dortmund: Davide Zappacosta
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:31
-
Hasil Atalanta vs Dortmund: Comeback Spektakuler, La Dea Melaju ke 16 Besar
Liga Champions 26 Februari 2026, 03:01
-
Tak Cuma Satu, Man United Siap Bajak Dua Bintang Nottingham Forest Sekaligus!
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:31
-
Manchester United Siap Lahir Batin Jual Andre Onana
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:22
-
Wonderkid Ini Sebut Bruno Fernandes Mentor Terbaiknya di Manchester United
Liga Inggris 26 Februari 2026, 01:13
-
FIFA Series 2026 Jadi Ajang Pembuktian Timnas Indonesia Asuhan John Herdman
Tim Nasional 26 Februari 2026, 01:03
-
Nonton Live Streaming Real Madrid vs Benfica di Vidio - Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 26 Februari 2026, 00:55
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58





