Kutukan Olimpico: Bisakah Parma Akhiri Puasa Kemenangan di Markas Roma?
Gia Yuda Pradana | 29 Oktober 2025 14:32
Bola.net - AS Roma dan Parma bersiap bentrok di Stadio Olimpico dalam lanjutan pekan ke-9 Serie A 2025/2026, Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 00.30 WIB. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga ujian sejarah bagi tim tamu.
Sudah 28 tahun lamanya Parma tak pernah menang di markas Roma. Terakhir kali I Crociati pulang dengan kemenangan adalah pada April 1997, ketika masih dilatih Carlo Ancelotti, lewat gol tunggal Hernan Crespo. Sejak saat itu, 21 laga tandang di Olimpico berakhir tanpa satu pun kemenangan bagi Parma.
Meski sejarah tidak berpihak, situasi Roma saat ini membuka sedikit harapan. Giallorossi sedang rapuh di kandang sendiri, dengan tiga kekalahan beruntun di Olimpico musim ini.
Bagi pelatih muda Carlos Cuesta, yang baru berusia 3- tahun, laga ini bisa menjadi momentum untuk menulis sejarah baru—membawa Parma mematahkan kutukan panjang dan menegaskan kebangkitan tim asuhannya di Serie A.
Roma dan Luka di Kandang Sendiri

Roma saat ini duduk di peringkat ketiga klasemen Serie A dengan 18 poin dari delapan laga. Mereka baru saja menang 1-0 atas Sassuolo lewat gol Paulo Dybala, yang mulai menemukan kembali sentuhannya setelah cedera.
Namun, di balik performa solid di liga, masalah besar muncul di Stadio Olimpico. Tim asuhan Gian Piero Gasperini gagal menjadikan kandang mereka sebagai benteng. Sejak awal September, Roma sudah menelan empat kekalahan di depan pendukungnya sendiri.
Mereka tumbang 0-1 dari Lille di Liga Europa, kalah dengan skor sama dari Inter di Serie A, serta dipermalukan 1-2 oleh Viktoria Plzen. Sebelumnya, Torino juga sempat menaklukkan mereka di Olimpico. Hanya dua tim yang berhasil mereka kalahkan di rumah sendiri: Hellas Verona dan Bologna.
Rekor buruk ini memberi harapan bagi Parma, apalagi tim asuhan Cuesta sedang dalam tren positif di laga tandang, tak terkalahkan dalam dua laga terakhir di luar kandang. Ini momentum yang bisa dimanfaatkan untuk mencoba mengakhiri penantian panjang di Roma.
Ketangguhan di Bawah Mistar dan Dinding Pertahanan Parma

Carlos Cuesta datang ke Parma dengan reputasi menjanjikan. Mantan asisten Mikel Arteta di Arsenal itu membawa filosofi pertahanan solid yang mulai terlihat nyata di Serie A. Hingga pekan ke-8, Parma baru kebobolan tujuh gol—lebih baik dibanding Napoli maupun Inter Milan.
Di balik tembok pertahanan Parma, berdiri sosok Zion Suzuki. Kiper asal Jepang berusia 23 tahun itu tampil gemilang sejak awal musim. Ia sudah mencatat tiga clean sheet dan menjadi penentu hasil dalam beberapa laga penting.
Salah satu momen terbaiknya terjadi pekan lalu ketika Suzuki menggagalkan penalti Maxwel Cornet pada menit ke-97, memastikan Parma pulang dengan satu poin. Catatan tiga penyelamatan per laga dan nihil kesalahan yang berujung gol menjadikannya figur penting dalam sistem Cuesta.
Kinerja apik Suzuki akan kembali diuji di Olimpico. Roma musim ini hanya mampu mencetak delapan gol di Serie A—lebih sedikit dari Cremonese, Udinese, dan Lazio. Top skor mereka, Matias Soule, baru mengoleksi tiga gol. Jika lini depan Roma kembali tumpul, peluang Parma untuk mencuri poin bahkan kemenangan terbuka lebar.
Senjata Kecepatan dan Rencana Cuesta di Olimpico

Cuesta tahu betul kekuatan dan keterbatasan timnya. Parma berada di urutan ke-18 dalam statistik penguasaan bola di Serie A dengan rata-rata 42,5 persen per laga. Artinya, mereka harus siap bertahan dan menunggu momen untuk menyerang balik dengan cepat.
Roma, dengan rata-rata penguasaan bola 59 persen, akan mendominasi permainan. Situasi ini membuat Parma perlu mengandalkan transisi cepat dan disiplin tinggi di lini belakang. Di sinilah kecepatan pemain sayap mereka menjadi kunci.
Christian Ordonez, gelandang bertahan yang diubah menjadi wing-back, memiliki stamina dan determinasi tinggi untuk naik-turun sisi kanan. Sementara itu, di kiri, Cuesta mempercayakan posisi itu kepada Sascha Britschgi, bek muda Swiss berusia 19 tahun yang mulai menonjol.
Britschgi bahkan mencetak gol perdananya untuk Parma saat menyingkirkan Spezia di Coppa Italia pada 24 September lalu. Kecepatan dan agresivitas dua pemain sayap ini bisa menjadi senjata kejutan bagi Parma untuk melancarkan serangan balik berbahaya di Olimpico.
Inikah Saatnya?

Sejarah memang tidak berpihak pada Parma setiap kali berkunjung ke Roma. Akan tetapi, kali ini situasinya berbeda. Roma tengah rapuh di kandang sendiri, sementara Parma membawa pertahanan solid, kiper yang sedang naik daun, dan semangat muda dari pelatihnya.
Jika Carlos Cuesta mampu meramu strategi tepat dan timnya tampil disiplin, bukan tidak mungkin laga di Olimpico nanti menjadi malam ketika kutukan 28 tahun itu akhirnya berakhir.
Sumber: FootItalia
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Sentuhan Taktik Ancelotti, Gol Tunggal Crespo, dan Malam Terakhir Parma Menang di Kandang Roma
Saran Supaya Barcelona Kembali Tampil Solid dan Efisien di Semua Lini: Ganti Formasi
Milan Tersandung karena Terlalu Banyak Kesalahan
AC Milan Tampil di Bawah Standar, Terutama dalam Hal Teknis, ketika Ditahan Atalanta
Ketika AC Milan Kehilangan Tajinya: Para Pemain Kunci Tampil Mengecewakan saat Imbang Lawan Atalanta
Dari Penjara ke Pencerahan: Kehidupan Baru Dani Alves Setelah Bebas
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jamu AS Roma, Apakah Michael Carrick Masih jadi Manajer MU?
Liga Champions 2 November 2026, 15:25
-
Prediksi Man Utd vs Roma 4 November 2026
Liga Champions 2 November 2026, 13:05
-
Rating Pemain Juventus usai Bungkam Napoli 2-0: Tiga Pemain Nilai 8, Alajbegovic 9
Liga Italia 2 November 2026, 08:08
-
Man of the Match Juventus vs Napoli: Kerim Alajbegovic
Liga Italia 2 November 2026, 05:55
-
Hasil Juventus vs Napoli: Dua Gol Spektakuler Bawa Juve Menang 2-0
Liga Italia 2 November 2026, 05:16
LATEST UPDATE
-
Aqil Savik Siap Manfaatkan Kesempatan di Persija, Laga Kontra PSMS Jadi Pembuktian
Bola Indonesia 3 November 2026, 13:13
-
Prediksi AEK Athena vs Madrid 5 November 2026
Liga Champions 3 November 2026, 13:02
-
Prediksi Fenerbahce vs Liverpool 5 November 2026
Liga Champions 3 November 2026, 12:15
-
I.League Cup: Pelatih Arema FC Waspadai 2 Pemain RANS Nusantara
Bola Indonesia 3 November 2026, 12:14
-
Arsenal Kepincut Bintang Muda Bournemouth Ini, Coba Dibajak di Januari 2027
Liga Inggris 3 November 2026, 11:25
-
Klub EPL Ini Mau Tikung Transfer Jean-Philippe Mateta ke MU
Liga Inggris 3 November 2026, 10:29
-
Alejandro Balde Dikritik, Hansi Flick Pasang Badan
Liga Champions 3 November 2026, 10:00
-
Jadwal Lengkap I.League Cup 2026/2027, 3-4 November 2026
Bola Indonesia 3 November 2026, 09:37
-
Kalahkan AS Roma, Peruntungan Manchester United Diyakini Bakal Berbalik
Liga Champions 3 November 2026, 09:00
-
Jamu AS Roma, Manchester United Usung Misi Kebangkitan!
Liga Champions 3 November 2026, 08:40
-
Jamu Inter Milan, Feyenoord Usung Misi Balas Dendam
Liga Champions 3 November 2026, 08:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




