Membedah Pengalaman Panjang Claudio Ranieri di Serie A
Gia Yuda Pradana | 13 Oktober 2019 02:00
Bola.net - Claudio Ranieri memiliki pengalaman yang sangat panjang di Serie A. Bisa jadi, itu adalah salah satu alasan Sampdoria menunjuk mantan arsitek AS Roma tersebut sebagai pelatih baru mereka.
Sampdoria telah resmi menunjuk Claudio Ranieri sebagai pelatih baru, menggantikan Eusebio Di Francesco.
Ranieri dikontrak dua tahun oleh Sampdoria. Dia bakal menangani Il Samp hingga 30 Juni 2021 mendatang.
Debut Ranieri, setelah jeda internasional, adalah laga kandang melawan AS Roma di pekan ke-8 Serie A, 20 Oktober 2019. Laga debut melawan klub asal kota kelahirannya, juga mantan klubnya itu, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-68.
Sebelum ini, Ranieri telah melalui 393 pertandingan Serie A bersama tujuh klub berbeda.
393 Pertandingan di Serie A
Bagi Ranieri, Sampdoria adalah klub ke-17 sepanjang karier kepelatihannya.
Ranieri telah melalui 393 pertandingan di Serie A. Dia melaluinya bersama tujuh klub berbeda. Tujuh klub sebelum Sampdoria itu adalah Cagliari, Napoli, Fiorentina, Parma, Juventus, AS Roma, dan Inter Milan.
393 pertandingan Claudio Ranieri sebagai pelatih di Serie A:
- 102 - Fiorentina (1993-1997)
- 74 - Juventus (2007-2009)
- 73 - AS Roma (2009-2011, 2019)
- 68 - Napoli (1991-1993)
- 34 - Cagliari (1988-1991)
- 26 - Inter Milan (2011-2012)
- 16 - Parma (2007).
Belum Pernah Scudetto
Ranieri memiliki pengalaman yang sangat panjang melatih di Serie A. Namun, sejauh ini, Ranieri masih belum pernah meraih gelar juara (Scudetto).
Karier kepelatihan Claudio Ranieri di Serie A
- Pertandingan: 393
- Menang: 169
- Imbang: 126
- Kalah: 98
- Poin: 633
- Scudetto: 0.
Bersama Sampdoria, fokus utama Ranieri jelas bukan untuk jadi juara. Saat ini, hingga pekan ke-7, Sampdoria masih terbenam di dasar klasemen sementara. Ranieri perlu membawa Il Samp bangkit, dan bertahan di kasta tertinggi Italia.
Sumber: Transfermarkt
Baca juga artikel-artikel lainnya:
Ranieri Resmi Latih Sampdoria, Debut Lawan Roma di Hari Ulang Tahunnya
Dilirik MU, Juventus Pasang Harga untuk Mario Mandzukic
Van der Sar Lihat Kesamaan dalam Diri De Ligt dan Ronaldo, Apa Itu?
Era Roberto Mancini Dapat Pujian dari Pelatih 'Gagal' Timnas Italia
Boban Coba Jelaskan Alasan di Balik Keputusan Milan Memecat Giampaolo
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
LATEST UPDATE
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Habis Diobok-obok, Manchester United Ingin Bajak Super Star Como Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:32
-
Kabar Baik untuk MU! Satu Pemain Lagi Pulih dari Cedera
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:21
-
Duh! MU Tanpa Benjamin Sesko Hingga Tahun 2027
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:11
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pemain Kunci Chelsea Ini Cedera di Kandang Liverpool
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:49
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




