Misi Juventus: Pulangkan Tonali dari Inggris, Tapi Terbentur Tembok Uang Raksasa
Dimas Ardi Prasetya | 20 Maret 2026 03:34
Bola.net - Perjalanan karier Sandro Tonali menjadi salah satu kisah menarik dalam sepak bola Italia modern. Gelandang yang dikenal memiliki visi bermain matang itu memulai namanya dari Brescia sebelum mencuri perhatian klub-klub besar.
AC Milan kemudian datang meminangnya pada tahun 2020 dengan status pinjaman. Setahun berselang, Rossoneri mempermanenkan jasanya dan memberinya kontrak jangka panjang.
Tonali tak butuh waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya di San Siro. Ia langsung menjadi bagian penting dalam keberhasilan Milan meraih gelar Scudetto di musim perdananya sebagai pemain tetap.
Namun kejutan terjadi pada musim panas 2023 ketika Milan melepasnya ke Newcastle. Transfer bernilai sekitar 70 juta euro itu menjadikannya salah satu gelandang Italia termahal sepanjang sejarah.
Misi Lama Juventus yang Tak Pernah Padam

Ketertarikan Juventus terhadap Sandro Tonali ternyata bukan cerita baru. Fabrizio Romano mengungkapkan klub asal Turin itu sudah lama memantau perkembangan sang gelandang sejak masih bermain di Italia.
Dalam dua tahun terakhir, upaya Bianconeri untuk memulangkannya terus berlanjut. Mereka melihat Tonali sebagai sosok ideal untuk memperkuat lini tengah dalam proyek jangka panjang.
"Juve telah mencoba membawa Sandro Tonali kembali ke Italia selama beberapa tahun terakhir. Sang pemain sendiri juga cukup tertarik dengan ide tersebut." ujar Fabrizio melalui kanal YouTube-nya, via Goal.
"Sandro Tonali telah bermain cukup baik di Newcastle sejak kepulangannya; ia telah mempertahankan standar yang sangat, sangat tinggi. Mengenai Sandro Tonali, kawan-kawan, kami telah memberi tahu Anda selama beberapa minggu terakhir bahwa arah kesepakatan Tonali menjelang musim panas 2026 semakin mengarah ke Inggris, di mana ia jelas sudah berada di Newcastle, tetapi di mana ia dapat melangkah lebih jauh."
Tembok Besar Bernama Harga dan Negosiasi

Meski minat Juventus begitu besar, jalan untuk memulangkan Tonali tidaklah mudah. Salah satu kendala terbesar datang dari proses negosiasi yang dikenal rumit dengan Newcastle.
Klub Premier League itu dikenal keras dalam mempertahankan aset berharganya. Bahkan untuk pemain top, proses transfer bisa berjalan sangat lama dan penuh tarik ulur.
Selain itu, faktor harga menjadi masalah utama yang sulit dipecahkan. Nilai Tonali yang diperkirakan bisa menembus lebih dari 100 juta euro jelas menjadi beban berat bagi klub-klub Italia, termasuk Juventus.
"Nah, masalahnya di sini juga adalah masalah keuangan, ekonomi. Bagi Juventus, Tonali selalu menjadi obsesi dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjadi obsesi Cristiano Giuntoli dan juga obsesi Comolli sendiri musim panas lalu," ungkapnya.
"Juventus telah berusaha membawa Sandro Tonali kembali ke Italia selama beberapa tahun terakhir. Sang pemain sendiri juga cukup tertarik untuk pindah, tetapi ketika harus bernegosiasi dengan Newcastle, klub itulah yang, yah, membuat Anda menunggu mungkin selama tiga bulan – Liverpool mengalami hal ini dengan pemain top seperti Alexander Isak, merekrutnya pada hari terakhir jendela transfer dan mencetak rekor transfer Inggris baru dalam hal biaya. Jadi Anda harus membayar sejumlah besar uang dan Anda harus bersabar melalui negosiasi yang sangat panjang dan rumit. Jelas bahwa jika harga Tonali mencapai lebih dari 100 juta euro, itu menjadi masalah yang sangat rumit bagi Italia," terang sang pakar transfer asal Italia tersebut.
Klasemen Liga Italia
(Goal)
Baca Juga:
Kemarahan Khephren Thuram: Serangan Rasial ke Vinicius Jr Juga Menyakiti Saya!
Juventus Kembali Incar Mason Greenwood, Persaingan Tonali Makin Ketat
Man of the Match Udinese vs Juventus: Kenan Yildiz
Hasil Udinese vs Juventus: Jeremy Boga Jadi Pembeda, Bianconeri Curi Tiga Poin
Udinese vs Juventus: Spalletti Punya Dilema Besar, Siapa Jadi Starter di Lini Depan Bianconeri?
Strategi Juventus Goda Alisson Becker, Inter Milan Terancam Gigit Jari
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Pemain Paling Mengecewakan di Premier League 2026-27 Sejauh Ini
Liga Inggris 23 September 2026, 12:08
-
Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci
Liga Italia 23 September 2026, 10:09
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
LATEST UPDATE
-
Persija Jakarta Tak Mau Terlena dengan Start Sempurna BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 23 September 2026, 18:47
-
Daftar Pelatih FIFA ASEAN Cup 2026: Hanya Malaysia dan Singapura yang Andalkan Pelatih Lokal
Tim Nasional 23 September 2026, 17:44
-
Persija Resmi Rekrut Marselino Ferdinan, Dikontrak 2 Tahun
Bola Indonesia 23 September 2026, 17:09
-
Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
Bulu Tangkis 23 September 2026, 16:38
-
Fimelahood Playdate Hadirkan Dino Rescue Adventure, Cara Seru Asah Motorik Anak
Lain Lain 23 September 2026, 16:25
-
Manchester United Bakal Impor Bek Baru dari Italia?
Liga Inggris 23 September 2026, 16:20
-
Pengakuan Jujur Tijjani Reijnders: Pindah ke Arab demi Uang!
Liga Inggris 23 September 2026, 16:00
-
Start MU Lambat karena Bruno Fernandes Memble?
Liga Inggris 23 September 2026, 15:40
-
Maarten Paes Bertekad Bawa Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 23 September 2026, 15:20
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33





