Parma: Tekad, Keteguhan Hati, dan Harapan
Gia Yuda Pradana | 24 April 2025 15:48
Bola.net - Rabu sore itu, Ennio Tardini bukan sekadar stadion. Dia menjadi panggung bagi perjuangan Parma, yang sedang menyusun kembali identitas mereka di Serie A.
Juventus datang sebagai tamu, tetapi nyaris tak diberi ruang untuk merasa nyaman. Parma menunjukkan tekad dan keteguhan hati, lalu membungkam Bianconeri dengan skor 1-0.
Mateo Pellegrino menjadi pahlawan lewat sundulannya yang memanfaatkan umpan silang Emanuele Valeri. Sebuah gol tunggal yang terasa seperti ledakan kecil harapan bagi klub yang sedang berjuang menjauh dari jurang degradasi.
Simbol Kerja Keras Sebuah Tim

Gol Pellegrino bukan sekadar angka di papan skor, tapi simbol dari kerja keras sebuah tim yang tak pernah menyerah. Di tengah tekanan dan kecemasan, kepala Pellegrino menjadi jawaban atas doa pendukung di Tardini.
Cristian Chivu, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. “Saya harap ini bisa menjadi sesuatu yang reguler, baik untuk karier saya maupun para pemain yang menunjukkan hati dan semangat untuk naik di papan klasemen,” ucapnya seusai laga, seperti dilansir situs resmi Parma.
Dia melanjutkan, “Senang rasanya melihat stadion ini bergemuruh setelah menang melawan Juve. Kami harus puas dengan diri sendiri karena ini bukan pertandingan yang mudah.”
Chivu dan Siasat di Tengah Tantangan

Parma kehilangan dua pemain cedera hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai. Chivu dipaksa mengubah rencana dan menempatkan Mandela Keita di tengah meski sang pemain belum sepenuhnya memahami peran barunya.
“Saya harus membuat penyesuaian dan mereka melakukannya dengan baik. Kami berusaha memberi tekanan pada tim sekuat Juve,” jelas Chivu.
Dia menekankan pentingnya adaptasi dan kebersamaan tim: “Serie A tak pernah mudah, tapi para pemain menunjukkan pemahaman taktik dan semangat bertarung yang luar biasa.”
Dari Inter ke Fiorentina, dan Kini Juventus

Parma kini telah melewati tiga laga tanpa kebobolan—babak kedua melawan Inter, laga kontra Fiorentina, dan malam magis melawan Juventus. “Saya sangat senang dengan dua setengah pertandingan terakhir ini,” kata Chivu.
Menurutnya, keberhasilan ini bukan milik individu, tapi buah dari kerja keras kolektif. “Ini kerja seluruh tim. Mereka pantas mendapatkan pujian.”
Salah satu sorotan jatuh kepada Giovanni Leoni, yang bermain cemerlang. “Ia bermain sebagai bek sayap, lalu kembali ke tengah. Dia tidak terlihat seperti usianya. Yang terpenting, dia masih punya ruang untuk berkembang,” puji sang pelatih.
Tardini, Harapan, dan Sisa Musim

Chivu tak ingin timnya larut dalam euforia. “Leoni dan seluruh tim harus tetap rendah hati. Hari ini, mereka bermain luar biasa.”
Dia menambahkan bahwa pekerjaan rumah masih banyak. “Saya tunjukkan kesalahan-kesalahan mereka sebelumnya. Namun, saya senang karena mereka belajar dengan cepat.”
“Para suporter tampil luar biasa malam ini. Namun, pikiran kami tetap pada klasemen dan musim ini. Masih ada lima pertandingan, dan kami harus meraih poin untuk bertahan di liga,” tutup Chivu.
Sumber: Parma Calcio 1913
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Gol Pellegrino, Tatapan Crespo
- Di Tardini, Juventus Terdiam
- Luka Jovic Mengukir Nama di Puncak Performa
- Langit Treble Masih Menyala di Dua Sudut Eropa
- Rapor Pemain Real Madrid saat Menang Tipis vs Getafe: Arda Guler Terbaik!
- Arsenal Tak Tumbang, Liverpool Harus Bersabar: 5 Catatan Penting dari Emirates Stadium
- Keyakinan dan Realitas: Ambisi Treble Barcelona Bukan Hal yang Berlebihan
- Pedri, sang Penerang
- Dani Olmo Jadi Pembeda saat Ansu Fati dan Pedri Mengalun Indah untuk Barcelona
- Barcelona: Beradunya Aroma Frustrasi dan Kepuasan
- Selamat atau Kembali ke Titik Awal: Perjuangan 3 Tim Promosi Serie A
- Tersesat di Antara Para Elite: Nasib 3 Tim Promosi di Premier League
- Menuju Keabadian: 4 Ujian Terakhir PSG dalam Upaya Merajut Rekor Tak Terkalahkan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Strategi Juventus Goda Alisson Becker, Inter Milan Terancam Gigit Jari
Liga Italia 14 Maret 2026, 06:33
-
Bek Kanan Terbaik di Dunia itu Reece James, Kata Pelatih Chelsea
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:48
-
Man Utd vs Aston Villa: Dendam Kesumat Unai Emery
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:28
-
Transformasi Koni De Winter yang Mengubah Wajah Pertahanan AC Milan
Liga Italia 14 Maret 2026, 02:33
-
Jadwal Serie A Pekan Ini Live di ANTV dan Vidio, 14-17 Maret 2026
Liga Italia 13 Maret 2026, 15:44
LATEST UPDATE
-
Duel Panas di Meazza! Inter Milan vs Atalanta, Misi Amankan Puncak Klasemen
Liga Italia 14 Maret 2026, 12:29
-
Ramadan Penuh Makna, ASBWI Ajak Anak Putri Rusun Marunda Belajar Sepak Bola
Lain Lain 14 Maret 2026, 11:49
-
Arsenal vs Everton: Peluang Emas The Gunners Perlebar Jarak di Puncak!
Liga Inggris 14 Maret 2026, 11:15
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 14 Maret 2026, 11:05
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 14 Maret 2026, 11:05
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Sprint Race Seri China di Shanghai Park
Otomotif 14 Maret 2026, 11:03
-
AC Milan Tiba-Tiba Tahan Negosiasi Kontrak Christian Pulisic, Ada Apa?
Liga Italia 14 Maret 2026, 10:37
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Swiss Open 2026, 10-15 Maret 2026
Bulu Tangkis 14 Maret 2026, 10:14
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54








