Pengakuan Jantan Bremer Usai Juventus Dibantai Atalanta: Wasit Ikuti Buku Aturan, Itu Penalti
Afdholud Dzikry | 6 Februari 2026 08:41
Bola.net - Langkah Juventus di Coppa Italia harus terhenti dengan cara yang cukup menyakitkan. Bianconeri kalah telak tiga gol tanpa balas dari Atalanta, Jumat (6/2/2026) dini hari tadi WIB.
Gleison Bremer menjadi sorotan utama dalam laga perempat final di Bergamo tersebut. Sang bek terlibat dalam insiden penalti yang sangat kontroversial.
Wasit Michael Fabbri menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR di pinggir lapangan. Bola terlihat mengenai tangan Bremer dari umpan silang Ederson.
Pemain asal Brasil itu mengaku pasrah dengan keputusan sang pengadil lapangan. Ia menyadari aturan main yang berlaku memang sangatlah ketat.
Terpaksa Telan Pil Pahit

Bremer mengakui bahwa insiden tersebut sulit diterima oleh nalurinya sebagai seorang bek. Namun ia tidak bisa membantah aturan tertulis yang ada.
Ia memilih untuk bersikap jantan dan menerima hukuman tersebut dengan lapang dada. Keputusan wasit adalah hal mutlak yang tidak bisa diganggu gugat.
"Jujur sulit membicarakan ini, karena ini adalah penalti menurut aturan tertulis," buka Bremer kepada Sport Mediaset.
"Sebagai seorang bek, saya secara alami akan mengatakan itu bukan penalti, tetapi wasit memberikannya dan kami harus menerimanya," lanjutnya.
Momen yang Mengubah Segalanya
Juventus sejatinya tampil cukup solid sebelum insiden penalti itu terjadi. Francisco Conceicao bahkan sempat membuat peluang emas yang mengenai mistar gawang.
Namun keputusan penalti itu meruntuhkan mentalitas dan ritme permainan tim tamu. Atalanta kemudian mengambil alih kendali dan tampil lebih percaya diri.
"Ini adalah keputusan yang mengubah permainan, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa soal itu," tegas Bremer.
"Bagaimanapun, itu terjadi di babak pertama, kami sebenarnya punya waktu satu jam tersisa untuk membalikkan keadaan," tambahnya.
Sorotan 'Anti-Sepak Bola'
Mantan wasit Graziano Cesari turut memberikan pandangannya terkait insiden kontroversial tersebut. Ia menilai gerakan tangan Bremer sebenarnya sangat alami saat berlari.
Cesari bahkan menyebut jenis penalti seperti ini sebagai bentuk 'anti-sepak bola'. Namun Bremer enggan mencari kambing hitam atas kekalahan timnya.
Bek asal Brasil tersebut lebih memilih fokus pada evaluasi kinerja tim yang membuang banyak peluang. Masalah penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang sangat serius.
Atalanta justru tampil sangat klinis di sisa pertandingan babak kedua. Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic sukses menambah penderitaan Si Nyonya Tua.
Janji Bangkit dan Minta Maaf
Kekalahan ini menambah deretan hasil kurang maksimal Juventus dalam beberapa pekan terakhir. Mereka sering gagal memanfaatkan peluang emas di depan gawang lawan.
Bremer mengingatkan rekannya untuk segera memperbaiki aspek klinis di lini depan. Pasalnya kesalahan serupa juga terjadi saat melawan Cagliari dan Lecce.
"Ini terjadi juga lawan Cagliari dan Lecce, jadi kami harus lebih baik dalam memanfaatkan peluang kami," tutur sang bek.
"Kami baru saja memulai era baru dengan pelatih, jadi kami berada di jalur yang benar, bahkan jika kami membuat kesalahan hari ini," sambungnya.
Skor akhir 3-0 tentu menjadi pukulan telak bagi para pendukung setia Juventus. Bremer pun meluapkan rasa bersalahnya kepada para fans.
"Kami juga harus meminta maaf kepada fans, karena hasil 3-0 itu terlalu berlebihan, tapi kami harus segera kembali ke jalur yang benar mulai pertandingan berikutnya," tutup Bremer.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Spalletti: Syukurlah!
Liga Italia 21 September 2026, 10:45
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Link Streaming Juventus vs Atalanta di Serie A, 20 September 2026
Liga Italia 20 September 2026, 21:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Portugal vs Wales 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:31
-
Prediksi Belanda vs Jerman 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:02
-
Prediksi Serbia vs Yunani 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 10:54
-
Live Streaming Bulutangkis Indonesia vs China Final Beregu Putra Asian Games 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 September 2026, 10:11
-
Jadwal Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026: Indonesia vs China
Bulu Tangkis 24 September 2026, 09:57
-
Cristiano Ronaldo Bakal Jadi Starter di Laga Portugal vs Wales
Piala Eropa 24 September 2026, 07:04
-
Lamine Yamal Mengasah Kemampuan Free Kick dan Finishing di Barcelona
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:56
-
Jude Bellingham Segera Perpanjang Kontrak di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:25
-
Ironi Pahit di Balik Komentar Ancelotti soal Endrick
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:16
-
Dean Huijsen Resmi Dijatuhi Skorsing Hanya Satu Laga
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:10
-
Bernardo Silva dan Masalah Hierarki di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:39
-
Rahasia di Balik Performa Mengejutkan Carlos Espi
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:34
-
Arah Baru Strategi Transfer Juventus Bersama Giovanni Carnevali: Lebih Banyak Pemain Italia
Liga Italia 24 September 2026, 00:22
-
Manuver Deco untuk Bawa JJ Gabriel ke Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 23:26
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


