Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci
Gia Yuda Pradana | 23 September 2026 10:09
Bola.net - Goncalo Ramos memainkan peran penting ketika AC Milan bangkit dari kekalahan tengah pekan dengan mengalahkan Lecce 3-0 di San Siro, Minggu malam. Penyerang Portugal itu tidak mencetak gol, tetapi pergerakannya menjadi bagian penting dalam terciptanya peluang dan gol Milan.
Ruben Amorim melakukan enam perubahan dari tim yang kalah 0-2 dari Benfica di Liga Europa. Strategi tersebut membantu Milan tampil lebih agresif sekaligus menemukan solusi menghadapi Lecce yang bermain dengan blok menengah dan struktur 4-4-2.
Salah satu penyesuaian paling menarik terjadi ketika Milan mengubah struktur saat menguasai bola dalam laga Serie A tersebut. Dari pola 3-4-2-1, mereka beralih ke 4-2-3-1 untuk membuka ruang di tengah dan memanfaatkan area lebar lapangan.
Milan Hadapi Blok Sempit Lecce
Lecce menggunakan formasi 4-4-2 dengan pendekatan mid-block. Mereka berusaha menumpuk pemain di area tengah untuk membatasi jalur progresi Milan dan memaksa tuan rumah mencari alternatif melalui sisi lapangan.
Milan merespons dengan membuat struktur sementara seperti empat bek ketika membangun serangan. De Winter dan Pavlovic melebar, sementara Estupinan dan Gila bergerak lebih tinggi untuk memberikan opsi tambahan.
Ramos kemudian turun ke area tengah dan menarik pemain bertahan Lecce keluar dari posisinya. Pergerakan tersebut menciptakan ruang di belakang garis tekanan yang bisa dimanfaatkan pemain Milan lainnya.
Formasi 4-2-3-1 Buka Ruang
Perubahan menjadi 4-2-3-1 memberikan Milan dua pemain sayap yang lebih jelas. Struktur tersebut membuat blok Lecce harus melebar sehingga ruang di area tengah menjadi lebih terbuka.
Milan juga beberapa kali menciptakan overload di satu sisi lapangan. Setelah pemain Lecce tertarik mendekati area bola, Milan dapat memindahkan permainan ke sisi seberang untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan.
Pendekatan tersebut juga membuat bola panjang menjadi senjata efektif. Pada gol pertama, Milan memanfaatkan ruang di belakang pertahanan Lecce melalui umpan jauh Strahinja Pavlovic kepada Christian Pulisic.
Pulisic menerima bola dengan kontrol pertama yang sangat baik sebelum melepaskan penyelesaian. Gol tersebut memperlihatkan bagaimana Milan tidak selalu memaksakan progresi melalui area tengah.
Ramos Berperan dalam 2 Gol
Peran Ramos semakin terlihat dalam proses gol kedua. Ia terlibat dalam kombinasi umpan dengan Adrien Rabiot melalui skema satu-dua yang menghasilkan ruang untuk gelandang Prancis tersebut mencetak gol.
Pergerakan Ramos juga membantu menciptakan koridor vertikal dalam struktur Milan. Jarak antarpemain yang terjaga membuat tuan rumah memiliki beberapa pilihan untuk meneruskan serangan melewati lini pertahanan Lecce.
Pada gol ketiga, Ramos lebih dulu memenangkan duel udara melawan pemain Lecce. Lawan kemudian mengirim pemain tambahan untuk menciptakan situasi dua lawan satu dan berhasil merebut bola dari Ramos.
Namun, Milan langsung melakukan counter-press. Diego Moreira merebut kembali bola sebelum Lecce sempat menyusun pertahanan, lalu memanfaatkan ruang terbuka untuk mencetak gol ketiga.
Data pertandingan turut memperlihatkan dominasi Milan. Lecce hanya memiliki lebar rata-rata tim sekitar 39 meter, menunjukkan betapa rapatnya struktur mereka, sementara Milan unggul dalam operan akurat dan dribel sukses.
Kemenangan 3-0 tersebut menjadi bukti bahwa Milan mampu menemukan solusi terhadap pendekatan defensif lawan. Ramos menjadi bagian penting dari proses itu melalui pergerakan, duel dan kemampuannya membuka ruang bagi rekan setim.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan yang Ini Mampu Tampil Agresif Sejak Menit Awal
Liga Italia 22 September 2026, 14:11
-
Modric Kembali Kendalikan Permainan, Pulisic Kembali dengan Dampak Besar
Liga Italia 22 September 2026, 13:01
-
AC Milan Akhirnya Bisa Clean Sheet Lagi
Liga Italia 22 September 2026, 12:04
-
Juventus Setia Menunggu Kembalinya Ketajaman Randal Kolo Muani
Liga Italia 22 September 2026, 09:08
-
Randal Kolo Muani Jalani Operasi Usai Juventus Kalahkan Atalanta
Liga Italia 21 September 2026, 21:46
LATEST UPDATE
-
Man Utd Pernah Raih Cuma 5 Poin dari 5 Laga Awal, Bagaimana Akhirnya?
Liga Inggris 23 September 2026, 11:02
-
Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci
Liga Italia 23 September 2026, 10:09
-
Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:43
-
Hansi Flick Capai Tonggak Baru dalam Kariernya Bersama Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:39
-
Raphinha dan Risiko Perjalanan 35.000 Km Bersama Timnas Brasil
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:33
-
Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:17
-
Karim Adeyemi, Barcelona Membelinya di Harga yang Tepat
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:11
-
Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:51
-
Jiwa Pemimpin Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:45
-
Bernardo Silva Harus Starter!
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:16
-
Real Madrid dan Catatan Historis yang Mengancam Peluang Juara Mereka
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:12
-
Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Tumpang Tindih di Sisi Kiri
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:07
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
