Presiden Como Bandingkan Serie A dan Premier League: Inggris Punya Uang, Italia Punya Seni dan Gairah

Asad Arifin | 10 September 2026 18:20
Presiden Como Bandingkan Serie A dan Premier League: Inggris Punya Uang, Italia Punya Seni dan Gairah
Para pemain Como ketika merayakan gol ke gawang Genoa pada pekan ke-34 Serie A di Stadion Luigi Ferraris (c) Dok. Como 1907

Bola.net - Como mencuri perhatian setelah memastikan diri tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Pencapaian tersebut terasa istimewa karena Como hanya membutuhkan dua musim sejak promosi ke Serie A untuk mencapai panggung elite Eropa.

Di tengah kebangkitan tersebut, Presiden Como Mirwan Suwarso melihat ada modal lain yang bisa membawa klubnya bersaing dengan tim-tim besar Eropa. Menurutnya, kekuatan Como tidak hanya berada di lapangan, tetapi juga pada identitas kota dan daya tarik sepak bola Italia.

Advertisement

Como akan menjalani debut di Liga Champions dengan menghadapi RB Leipzig. Perkembangan pesat di bawah Cesc Fabregas bahkan membuat sejumlah rencana klub, terutama terkait infrastruktur dan aspek komersial, berkembang lebih cepat dari perkiraan.

Suwarso menyadari Como tidak memiliki basis pendukung lokal sebesar klub-klub elite Eropa. Namun, ia melihat peluang membangun audiens global dengan mengandalkan pemasaran, branding, komunikasi, serta citra Kota Como.

1 dari 3 halaman

Como Punya Modal dari Kota

Como merupakan kota kecil dengan stadion yang juga memiliki kapasitas terbatas. Kondisi tersebut membuat potensi pendapatan pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi klub yang kini bersaing di level tertinggi Eropa.

"Kami adalah kota kecil dengan stadion yang kecil pula. Satu pertandingan di San Siro setara dengan delapan pertandingan di Sinigaglia dalam hal pendapatan," ucap Mirwan kepada La Repubblica.

Meski memiliki keterbatasan pasar lokal, Suwarso melihat ruang pertumbuhan yang besar melalui basis penggemar internasional. Pesanan daring yang datang dari berbagai kota besar di dunia menjadi salah satu indikator potensi tersebut.

"Basis penggemar lokal kami memang terbatas, namun jangkauan global yang bisa kami raih tidak terbatas. Hal ini bergantung sepenuhnya pada kemampuan kami untuk berkembang melalui pemasaran, branding, dan komunikasi," kata Mirwan.

2 dari 3 halaman

Uang Inggris, Gairah Italia

Uang Inggris, Gairah Italia

Momen selebrasi gol Martin Baturina dalam laga Serie A antara Como vs Pisa di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 22 Maret 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Suwarso menilai identitas Como dapat menjadi pembeda ketika klub mencoba membangun posisi di pasar sepak bola global. Pertumbuhan media sosial dan konten yang mengangkat Kota Como menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat identitas tersebut.

Menurutnya, sepak bola Italia memiliki aset yang tidak selalu bisa diukur dengan kekuatan finansial. Sejarah, seni, kuliner, serta karakter masyarakat menjadi bagian dari daya tarik yang dapat dimanfaatkan klub-klub Italia.

"Apa keunggulan Premier League dibandingkan kami? Uang. Namun, kami memiliki sejarah, seni, kuliner, dan gairah. Tim-tim yang berasal dari kota-kota indah seperti Lecce atau Salerno pun bisa memiliki daya tarik yang luar biasa," ucap Mirwan.

Como kini memiliki kesempatan membuktikan gagasan tersebut di panggung terbesar Eropa. Debut melawan RB Leipzig menjadi langkah baru bagi klub yang dalam waktu singkat berubah dari pendatang Serie A menjadi peserta Liga Champions.

Sumber: Football Italia

LATEST UPDATE