Resmi! AC Milan vs Como Batal Digelar di Australia: Apa Sebabnya dan Apa Selanjutnya?
Gia Yuda Pradana | 23 Desember 2025 00:19
Bola.net - Pertandingan Serie A/Liga Italia antara AC Milan vs Como dipastikan tidak akan dimainkan di Perth, Australia, setelah rencana tersebut resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil melalui kesepakatan bersama antara Lega Serie A dan Pemerintah Australia Barat.
AC Milan vs Como sebelumnya dirancang sebagai pertandingan liga Eropa pertama yang dimainkan di luar wilayah nasionalnya. Gagasan ini sempat dianggap sebagai terobosan besar dalam ekspansi global Serie A.
Akan tetapi, berbagai hambatan administratif dan regulasi membuat rencana ambisius tersebut tidak bisa dilanjutkan. Pembatalan ini diumumkan langsung melalui pernyataan resmi di situs liga.
Alasan Utama Pembatalan Laga AC Milan vs Como di Perth

Lega Serie A menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena risiko finansial yang tidak dapat dimitigasi. Persyaratan persetujuan yang berat menjadi faktor krusial dalam proses pengambilan keputusan.
Selain itu, muncul komplikasi pada tahap akhir perizinan pertandingan lintas konfederasi. Kondisi tersebut berada di luar kendali penyelenggara lokal maupun pihak liga.
Dalam pernyataan resminya, liga menegaskan bahwa semua opsi telah ditempuh untuk mewujudkan laga ini. Namun, tuntutan tambahan dari Asian Football Confederation (AFC) membuat pelaksanaan pertandingan menjadi tidak memungkinkan.
Pertandingan AC Milan vs Como ini sejatinya telah mengantongi persetujuan dari seluruh 20 klub Serie A. Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC) dan UEFA juga telah memberikan lampu hijau.
Lega Serie A menilai laga ini sebagai peluang unik bagi Australia Barat untuk mencatat sejarah sepak bola dunia. Akan tetapi, risiko finansial bagi pemerintah daerah dan liga dinilai terlalu besar untuk diterima.
Pernyataan Resmi tentang AC Milan vs Como dan Dampak Global

Menteri Olahraga dan Rekreasi Australia Barat, Rita Saffioti, menyampaikan kekecewaan atas batalnya proyek ini. Ia mengatakan pemerintah bekerja erat dengan AC Milan dan Serie A selama 12 bulan terakhir.
“Ini mengecewakan, tetapi ini keputusan yang tepat karena kami tidak bersedia mengekspos Australia Barat pada tingkat risiko yang tidak dapat diterima,” ujar Saffioti. Ia menambahkan bahwa masalah politik sepak bola, isu hukum, dan birokrasi menjadi penghalang utama.
Saffioti juga menegaskan tidak ada pembayaran yang dilakukan dalam proyek ini. Pemerintah Australia Barat dipastikan tidak mengalami kerugian finansial akibat pembatalan tersebut.
Meski demikian, rencana ini menghasilkan eksposur media global senilai lebih dari 280 juta dolar AS, atau sekitar Rp4,4 triliun. Nilai tersebut memperkuat reputasi Perth sebagai tuan rumah ajang olahraga kelas dunia.
Presiden Lega Serie A, Ezio Simonelli, turut menyampaikan pandangannya terkait situasi ini. Ia menyatakan bahwa seluruh proses otorisasi telah dijalankan secara lengkap dan sesuai prosedur.
“Kesimpulan ini adalah peluang yang hilang bagi pertumbuhan sepak bola Italia di tingkat internasional,” ujar Simonelli. Ia juga menilai keputusan ini merugikan penggemar Serie A di luar negeri yang ingin menyaksikan klub favorit mereka secara langsung.
Kini, Lega Serie A harus mencari solusi alternatif untuk pertandingan AC Milan vs Como. Opsi memainkan laga di San Siro dengan penyesuaian jadwal diperkirakan menjadi prioritas utama.
Bagi penggemar, AC Milan vs Como tetap menjadi laga penting yang ditunggu. Walau rencana Australia gagal, Serie A mendapat pelajaran besar dalam mengelola agenda internasional di masa depan.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Juventus Bangkit: 4 Perbaikan Nyata di Era Luciano Spalletti
Transfer Krusial: Juventus Incar Frattesi, Inter Milan Patok Harga Rp586 Miliar
Barcelona Cetak 169 Gol Tahun Ini: Statistik Gila yang Mengantar Kembali ke Era Messi
Kemenangan 2-0 Barcelona dan Runtuhnya Rekor Kandang Villarreal
Nomor 1! Real Madrid Kantongi Rp3 Triliun dari Hak Siar La Liga 2024/25
Sandaran Utama Xabi Alonso di Real Madrid Itu Bukan Bellingham atau Vinicius
Real Madrid: Alasan di Balik Penurunan Performa Dean Huijsen
Real Madrid: Sebuah Pelajaran Brutal (yang Terlambat) dari Endrick untuk Xabi Alonso
Lennart Karl, Wonderkid Bayern yang Membuat Real Madrid Sesali Keputusan Lama
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mike Maignan Tidak Puas dengan Situasi di AC Milan, Al-Nassr Siap Bergerak
Liga Italia 12 Agustus 2026, 10:21
-
Jhon Lucumi Makin Dekat ke Juventus, Siap Tebus Rp 411,84 Miliar Plus Bonus
Liga Italia 12 Agustus 2026, 08:51
LATEST UPDATE
-
Hasil Bali United vs Sabah FC: Tuan Rumah Kalah 1-2 dari Wakil Malaysia
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 21:27
-
Analisis Komposisi Ideal Lini Tengah Barcelona 2026/2027
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 21:12
-
India Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Lebih Memilih Lawan Brasil
Tim Nasional 13 Agustus 2026, 20:04
-
Jadwal Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027, Start Kontra Borneo FC
Bola Indonesia 13 Agustus 2026, 17:37
-
Bruno Guimaraes Langsung Tunjukkan Karakter dan Kualitasnya Bersama Arsenal
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 17:25
-
Update eFootball 2027: Banyak Fitur Baru yang Menarik, Bisa Bikin Turnamen
Bolatainment 13 Agustus 2026, 16:48
-
Pertandingan Pertama Lionel Messi Setelah Sang Ayah Wafat
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 16:17
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59











