Review: Roma tak Terbendung!
Editor Bolanet | 27 Oktober 2013 22:59
- Melawat ke markas , AS Roma sukses memperpanjang rekor tak terkalahkan di Serie A. Meski bermain 10 orang pemain, Giallorossi berhasil mempermalukan Zebrette dengan skor 1-0 (27/10).
Gol tunggal kemenangan Roma dipersembahkan Michael Bradley ketika pertandingan memasuki menit ke 82.
Prediksi rekor kemenangan Roma bakal terhenti di partai ini tampaknya terwujud di babak pertama. Tanpa dua pemain andalannya, Fransesco Totti dan , Giallorossi tak mampu membobol gawang Udinese.
Udinese yang tampil di depan publiknya sendiri justru lebih menggigit daripada sang capolista sementara. Di menit ke tiga, Zebrette mendapatkan peluang emas. Tendangan hampir saja menjebol gawang tim tamu. Sayang bola masih membentur mistar.
Secara penguasaan bola, Roma menguasai jalannya pertandingan. Namun, Udinese lebih sering membahayakan gawang Giallorossi melalui serangan balik. Antonio Di Natale juga hampir saja membuat timnya unggul. Lagi-lagi sayang, tendangan yang terlalu lemah masih bisa diselamatkan oleh Morgan De Sanctis.
Baru di menit ke 35, Roma mendapatkan peluang melalui Marco Borriello. Tetapi sundulannya masih bisa ditepis oleh Kelava. Di penghujung babak pertama, tuan rumah nyaris saja unggul. Gabriel Silva yang berhadapan dengan De Sanctis melepaskan tembakan lob. Bola melewati kiper Roma tersebut, namun Mehdi Benatia berhasil menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol masih bertahan.
Memasuki babak kedua, penampilan Roma semakin membaik. Mereka mulai bisa menciptakan peluang ke gawang Udinese. Tetapi tetap seperti babak pertama, kebuntuan belum bisa dilepaskan Giallorossi. Faktor absennya Totti dan Gervinho tampaknya memberikan dampak besar terhadap penampilan anak asuh Rudi Garcia kali ini.
Di menit ke 66, petaka justru datang menghampiri Roma. yang melakukan pelanggaran terhadap diganjar kartu kuning oleh wasit. Kartu kuning tersebut adalah kartu kuning kedua yang diterima Maicon pada pertandingan ini, praktis ia harus meninggalkan lapangan pertandingan.
Melihat lawan bermain 10 orang, Udinese semakin berani menyerang. Hal tersebut membuat Zebrette yakin bisa mencetak gol. Namun apa yang terjadi, justru tim tamu yang mampu mencuri gol melalui Bradley. Mendapat umpan matang dari Kevin Strootman, sepakan Bradley tak mampu dibendung oleh Kelava.
Keunggulan Roma semakin mengantarkan mereka meraih kemenangan. Pasalnya, hingga tambahan waktu diberikan wasit, Udinese belum mampu menyamakan kedudukan. Akhirnya, sampai peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Giallorossi pun sukses mempermalukan Zebrette di kandang sendiri.
Starting line-up kedua tim:
Udinese (3-5-2): Kelava; Heurtaux, Danilo, Naldo; Badu, Pinzi, Pereyra, Lazzari (Maicosuel 85'), Silva; Natale, Muriel (Ranegie 90').
AS Roma (4-3-3): Sanctis; Maicon, Benatia, Castan, Balzaretti; Strootman, De Rossi, Pjanic (Torosidis 68'); Florenzi (Marquinho 61), Boriello (Bradley 78'), Ljajic. (bola/gag)
Gol tunggal kemenangan Roma dipersembahkan Michael Bradley ketika pertandingan memasuki menit ke 82.
Prediksi rekor kemenangan Roma bakal terhenti di partai ini tampaknya terwujud di babak pertama. Tanpa dua pemain andalannya, Fransesco Totti dan , Giallorossi tak mampu membobol gawang Udinese.
Udinese yang tampil di depan publiknya sendiri justru lebih menggigit daripada sang capolista sementara. Di menit ke tiga, Zebrette mendapatkan peluang emas. Tendangan hampir saja menjebol gawang tim tamu. Sayang bola masih membentur mistar.
Secara penguasaan bola, Roma menguasai jalannya pertandingan. Namun, Udinese lebih sering membahayakan gawang Giallorossi melalui serangan balik. Antonio Di Natale juga hampir saja membuat timnya unggul. Lagi-lagi sayang, tendangan yang terlalu lemah masih bisa diselamatkan oleh Morgan De Sanctis.
Baru di menit ke 35, Roma mendapatkan peluang melalui Marco Borriello. Tetapi sundulannya masih bisa ditepis oleh Kelava. Di penghujung babak pertama, tuan rumah nyaris saja unggul. Gabriel Silva yang berhadapan dengan De Sanctis melepaskan tembakan lob. Bola melewati kiper Roma tersebut, namun Mehdi Benatia berhasil menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol masih bertahan.
Memasuki babak kedua, penampilan Roma semakin membaik. Mereka mulai bisa menciptakan peluang ke gawang Udinese. Tetapi tetap seperti babak pertama, kebuntuan belum bisa dilepaskan Giallorossi. Faktor absennya Totti dan Gervinho tampaknya memberikan dampak besar terhadap penampilan anak asuh Rudi Garcia kali ini.
Di menit ke 66, petaka justru datang menghampiri Roma. yang melakukan pelanggaran terhadap diganjar kartu kuning oleh wasit. Kartu kuning tersebut adalah kartu kuning kedua yang diterima Maicon pada pertandingan ini, praktis ia harus meninggalkan lapangan pertandingan.
Melihat lawan bermain 10 orang, Udinese semakin berani menyerang. Hal tersebut membuat Zebrette yakin bisa mencetak gol. Namun apa yang terjadi, justru tim tamu yang mampu mencuri gol melalui Bradley. Mendapat umpan matang dari Kevin Strootman, sepakan Bradley tak mampu dibendung oleh Kelava.
Keunggulan Roma semakin mengantarkan mereka meraih kemenangan. Pasalnya, hingga tambahan waktu diberikan wasit, Udinese belum mampu menyamakan kedudukan. Akhirnya, sampai peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta. Giallorossi pun sukses mempermalukan Zebrette di kandang sendiri.
Starting line-up kedua tim:
Udinese (3-5-2): Kelava; Heurtaux, Danilo, Naldo; Badu, Pinzi, Pereyra, Lazzari (Maicosuel 85'), Silva; Natale, Muriel (Ranegie 90').
AS Roma (4-3-3): Sanctis; Maicon, Benatia, Castan, Balzaretti; Strootman, De Rossi, Pjanic (Torosidis 68'); Florenzi (Marquinho 61), Boriello (Bradley 78'), Ljajic. (bola/gag)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resep AC Milan Bekuk Lecce: Ruben Amorim Belajar dari Kesalahan di MU!
Liga Italia 21 September 2026, 11:30
-
Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Spalletti: Syukurlah!
Liga Italia 21 September 2026, 10:45
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
LATEST UPDATE
-
Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:43
-
Hansi Flick Capai Tonggak Baru dalam Kariernya Bersama Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:39
-
Raphinha dan Risiko Perjalanan 35.000 Km Bersama Timnas Brasil
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:33
-
Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:17
-
Karim Adeyemi, Barcelona Membelinya di Harga yang Tepat
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:11
-
Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:51
-
Jiwa Pemimpin Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:45
-
Bernardo Silva Harus Starter!
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:16
-
Real Madrid dan Catatan Historis yang Mengancam Peluang Juara Mereka
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:12
-
Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Tumpang Tindih di Sisi Kiri
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:07
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


