Selamat atau Kembali ke Titik Awal: Perjuangan 3 Tim Promosi Serie A
Gia Yuda Pradana | 23 April 2025 12:57
Bola.net - Kembalinya Parma, Como, dan Venezia ke Serie A musim 2024/2025 membawa harapan sekaligus tantangan. Liga tertinggi Italia bukan tempat yang ramah bagi tim pendatang, dan ketiganya harus beradaptasi atau siap-siap kembali ke Serie B. Kini, mendekati ujung musim, nasib ketiga tim ini mulai memperlihatkan perbedaan yang signifikan.
Como tampil mengejutkan dan melampaui ekspektasi banyak pihak. Parma berada di tengah pertarungan untuk bertahan, sementara Jay Idzes dan kawan-kawan di Venezia bergulat di ambang jurang degradasi. Setiap tim membawa cerita unik—tentang ambisi, perubahan, dan perjuangan tanpa henti.
Musim yang panjang dan penuh drama ini belum selesai. Namun, dari performa mereka, kita bisa mulai membaca arah perjalanan tiga tim promosi ini: siapa yang bertahan, siapa yang goyah, dan siapa yang hampir pasti terhempas.
Como: Sebuah Cerita Kejutan dari Danau Como

Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Como menunjukkan wajah berani di Serie A musim ini. Tim ini bukan hanya bertahan, tapi juga bersaing dan mencuri poin di banyak pertandingan penting.
Dengan 39 poin dari 33 pertandingan, Como berdiri cukup kokoh di papan tengah. Mereka berada 14 poin dari zona degradasi dengan hanya lima laga tersisa—jarak yang sangat menjanjikan.
Fabregas sukses mengembangkan tim dengan sepak bola progresif dan mentalitas positif. Dari kemenangan atas tim-tim seperti Atalanta, AS Roma, Fiorentina, hingga Napoli, Como memperlihatkan bahwa mereka bukan sekadar tim promosi.
Parma: Membangun Harapan Baru Bersama Chivu

Parma tidak melaju mulus sejak awal musim, tetapi ada secercah cahaya setelah perubahan di kursi pelatih. Keputusan mengganti Fabio Pecchia dengan Cristian Chivu membawa energi baru.
Chivu berhasil membuat Parma lebih solid, dengan hanya satu kekalahan dalam tujuh laga pertamanya. Itu termasuk hasil imbang heroik kontra Inter dan Fiorentina yang menunjukkan ketahanan dan semangat juang.
Dengan 28 poin dari 32 laga, Parma masih berada dalam ancaman. Namun, mereka menunjukkan sinyal positif bahwa bertahan di Serie A bukan mimpi yang terlalu jauh.
Venezia: Bertahan di Ujung Tanduk

Bagi Venezia, musim ini adalah pergulatan tiada henti. Jay Idzes dan kolega masih terseok di batas zona merah, dengan 25 poin dari 33 laga.
Meski tak pernah menyerah, Venezia sulit mencetak gol dan kerap gagal memanfaatkan momentum. Pertahanan mereka juga rapuh dengan kebobolan 46 gol sejauh ini.
Jadwal sisa mereka tergolong berat, termasuk laga kontra AC Milan, Fiorentina, dan Juventus. Untuk bertahan, Venezia harus menemukan keajaiban dalam lima pertandingan terakhirnya.
Tiga kisah berbeda, satu garis akhir yang sama: selamat atau kembali ke titik awal. Serie A musim ini memperlihatkan betapa sempitnya jarak antara kejutan, harapan, dan kegagalan.
Klasemen Serie A
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Tersesat di Antara Para Elite: Nasib 3 Tim Promosi di Premier League
- Menuju Keabadian: 4 Ujian Terakhir PSG dalam Upaya Merajut Rekor Tak Terkalahkan
- Misi Ganda Real Madrid: Perburuan Gelar La Liga dan Persiapan El Clasico di Final Copa
- Bentuk Perlawanan Terakhir Arsenal: Tunda Pesta Juara Liverpool
- Inter Merawat Mimpi Treble, Milan Menjaga Harapan Terakhir ke Eropa
- Prediksi Getafe vs Real Madrid 24 April 2025
- Prediksi Arsenal vs Crystal Palace 24 April 2025
- Prediksi Inter Milan vs AC Milan 24 April 2025
- Anthony Elanga: Permata yang Disia-siakan Manchester United
- Leeds United, Mesin Gol yang Siap Menggebrak Premier League
- Pascal Struijk: Darah Indonesia di Jantung Promosi Leeds United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






