Strategi Belanja Hemat AC Milan Bisa Berujung Malapetaka
Gia Yuda Pradana | 30 Juli 2025 14:21
Bola.net - AC Milan tengah memainkan strategi berisiko tinggi di bursa transfer musim panas ini. Target utama sudah ada, tetapi cara mendekatinya membuat banyak pihak khawatir. Rossoneri terlalu bergantung pada potongan harga dan kesabaran, dua hal yang belum tentu berpihak.
Beberapa nama penting seperti Pervis Estupinan, Luka Modric, dan Samuele Ricci sudah bergabung. Namun, masih ada beberapa posisi kunci yang kosong, sedangkan proses perekrutan berjalan lambat. Milan tampak lebih memilih menunggu ketimbang bergerak cepat.
Masalahnya, penantian bisa berubah jadi malapetaka. Jika Milan gagal merekrut pemain-pemain incaran tepat waktu, musim depan bisa dimulai dengan skuad yang belum siap bersaing. Ini risiko nyata dari strategi “hemat atau tidak sama sekali”.
Diskon yang Menyesatkan
Milan sejauh ini sukses menekan harga dalam negosiasi. Ricci didapat dengan selisih harga hampir €10 juta (sekitar Rp176 miliar), sementara Estupinan dengan €4 juta (sekitar Rp70 miliar) lebih murah dari harga awal. Ini pencapaian yang tak bisa disepelekan.
Namun, keberhasilan itu bisa menimbulkan rasa puas diri. Milan jadi berharap semua klub mau memberi diskon serupa. Ini yang mulai menimbulkan masalah dalam proses perekrutan selanjutnya.
Diskon bisa menyenangkan di awal, tetapi jika terlalu diandalkan, justru bisa menghambat gerak klub. Milan kini mencoba menawar pemain lain dengan pendekatan serupa, tapi hasilnya belum tentu sama.
Macet di Tengah Jalan
Target berikutnya adalah Ardon Jashari dan Milan sudah mengajukan tawaran final. Klub menolak menaikkan harga, meski lawan negosiasi masih belum luluh. Jika gagal, Milan baru akan mencari opsi lain.
Ini memicu rasa frustrasi. Banyak yang menilai Milan terlalu lama menunggu, padahal tawaran sudah tergolong tinggi, bahkan tergolong rekor bagi pemain sekelas Jashari.
Jika Milan mundur, dua bulan pembicaraan akan sia-sia. Jika lanjut dengan menaikkan harga, maka kredibilitas mereka bisa terganggu karena tak konsisten dengan pernyataan publik.
Menunggu yang Menyiksa
Perekrutan striker juga menemui jalan buntu. Milan membidik Dusan Vlahovic, tapi transfer hanya mungkin terjadi akhir Agustus. Itu pun dengan syarat Juventus atau sang pemain harus membuat langkah terlebih dahulu.
Goncalo Ramos juga masuk daftar incaran, tetapi PSG hanya mau menjual, bukan meminjamkan. Milan memilih menunggu hingga akhir bursa untuk kemungkinan pinjaman.
Strategi ini penuh risiko. Menunggu bisa berarti kehabisan waktu dan kehilangan pemain, sementara mencari alternatif justru tidak dilakukan. Lagi-lagi, Milan berjudi pada situasi yang belum pasti. Ingat, pelatih Massimiliano Allegri membutuhkan seorang juru gedor yang bisa diandalkan.
Saatnya Bertindak?
Milan punya aturan gaji dan struktur finansial yang ketat. Mereka tidak ingin mengacaukan keseimbangan demi satu pemain. Tawaran untuk Jashari dianggap adil dan wajar.
Namun, masalahnya bukan pada tawaran, melainkan pada cara menyikapi penolakan. Terlalu lama menunggu bisa membuat Milan kehilangan momentum dan peluang.
Bursa transfer bisa berubah dalam hitungan hari. Jika Milan tetap ragu-ragu, mereka bisa tertinggal jauh sebelum musim dimulai.
Musim di Ujung Tanduk
Jika Milan gagal merekrut target utama, maka semua janji dan rencana akan sia-sia. Jika mereka mengalah dan menaikkan tawaran, maka sikap konsisten klub dipertanyakan.
Dalam dua skenario itu, Milan tetap menanggung konsekuensi, entah kehilangan pemain penting atau kehilangan wibawa di mata publik.
Mencari diskon itu wajar. Namun, jika terlalu mengandalkan belas kasihan lawan, Milan bisa kehilangan lebih dari sekadar uang. Mereka bisa kehilangan musim dan kepercayaan suporter, yang saat ini sudah sangat tipis. Itu adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah penantian.
Sumber: Sempre Milan
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Pertahankan atau Jual? Menakar Masa Depan Hector Fort di Barcelona dengan Bijak
Robin van Persie dan Penyesalan Kecilnya: Tak Pernah Bermain untuk Barcelona
Jersey Baru Barcelona: Kenang Kobe Bryant dalam Balutan Mamba Mentality
Francesco Totti dan Karier Legendarisnya: Juara Dunia dengan Timnas Italia, Simbol Kesetiaan AS Roma
Beban Berat Anak Seorang Legenda: Cristian Totti Gantung Sepatu di Usia 19
Agenda Besar Timnas Indonesia U-23 setelah Gagal Menjuarai AFF U-23 2025
Sejauh Ini, Hanya Indra Sjafri yang Bisa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
AC Milan Kesulitan Menghadapi Permainan Benfica
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 09:07
-
Benfica Raih Kemenangan Perdana atas AC Milan
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 08:09
-
Rating Pemain AC Milan Usai Dibungkam Benfica 0-2: Masalah di Lini Belakang
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 06:53
-
Man of the Match Milan vs Benfica: Anatoliy Trubin
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 05:43
-
Hasil Milan vs Benfica: Rossoneri Awali Perjalanan di Liga Europa dengan Kekalahan
Liga Eropa UEFA 17 September 2026, 05:05
LATEST UPDATE
-
MU Terpuruk, Michael Carrick Tegaskan Tak Pikirkan Masa Depannya
Liga Inggris 18 September 2026, 23:25
-
Mikel Arteta Bicara Kontrak Baru di Arsenal: Tidak Perlu Khawatir
Liga Inggris 18 September 2026, 22:50
-
Persaingan Asian Games 2026 Womens Basketball: Jepang Mendominasi Grup B Saksikan di Vidio
Basket 18 September 2026, 22:38
-
Dibandingkan Sir Alex Ferguson, Begini Respons Mikel Arteta
Liga Inggris 18 September 2026, 21:40
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Isenmulang 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:14
-
Hasil Madura United vs PSIM: Laskar Sape Kerrab Comeback dan Menang 2-1
Bola Indonesia 18 September 2026, 21:02
-
Wajah Baru Timnas Belanda di Era Xavi Hernandez, Memphis Depay Tidak Dipanggil
Piala Eropa 18 September 2026, 20:34
-
Cristiano Ronaldo Kembali Dipanggil Portugal untuk Nations League
Piala Eropa 18 September 2026, 20:26
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Jay Idzes Absen
Tim Nasional 18 September 2026, 20:18
-
Link Live Streaming Opening Ceremony Asian Games 2026 di Vidio
Olahraga Lain-Lain 18 September 2026, 19:42
-
Hasil Voli Putri Asian Games 2026: Indonesia Tunduk dari Jepang, Lolos sebagai Runner-up
Voli 18 September 2026, 19:33
-
Cole Palmer Bangkit di Bawah Xabi Alonso, Kini Kembali ke Timnas Inggris
Liga Inggris 18 September 2026, 19:07
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Java United 19 September 2026
Bola Indonesia 18 September 2026, 18:48
-
Timnas Spanyol Umumkan Skuad Nations League, Josep Martinez dan Dean Huijsen Kembali
Piala Eropa 18 September 2026, 18:45
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

