Ragam Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Penyakit Jantung
Anindhya Danartikanya | 7 Januari 2020 13:17
Bola.net - Anda mungkin kerap tak sengaja mengonsumsi makanan yang harus dihindari pengidap penyakit jantung. Ketidaksengajaan ini terjadi mungkin karena kurangnya informasi. Apalagi banyak makanan yang tidak baik untuk jantung merupakan makanan cepat saji yang praktis maupun penyedap rasa makanan.
Selain itu, minuman beralkohol dan minuman bersoda juga dapat menjadi salah satu penyebab penyakit jantung. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi berbagai makanan agar tidak terkena penyakit jantung.
Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung perlu dikenali untuk mencegah dan mengatasinya. Apalagi, bagi pengidap penyakit jantung, mengatur makanan adalah hal yang sangat penting dilakukan untuk tetap menjaga jantung sehat dan meminimalisasi atau menurunkan risiko terjadinya serangan jantung
Berikut rangkuman dari berbagai sumber tentang makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung.
Gula
Semakin banyak mengonsumsi garam, gula, dan lemak, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Konsumsi gula tingkat tinggi berkontribusi memunculkan obesitas, peradangan, kolesterol tinggi, diabetes, yang semuanya merupakan faktor pemicu penyakit jantung.
Maka dari itu, mulailah untuk menguranginya dalam makanan. Makan sayur dan buah untuk mengimbangi nutrisi tubuh.
Makanan Cepat Saji
Makanan cepat saji harus dihindari pengidap penyakit jantung. Ahli kardiologi dari Universitas Hofstra, Regina Druz, mengatakan konsumsi relatif tinggi lemak jenuh yang berasal dari hewan dan karbohidrat berdampak buruk bagi kesehatan jantung. Memasak makanan sendiri bisa menjadi upaya untuk mengurangi kombinasi lemak jenuh dan karbohidrat.
Contoh makanan cepat saji ini adalah menu kentang goreng di restoran, yang tentu mengandung banyak garam dan lemak. Selain itu, metode penggorengan konvensional yakni deep fry menghasilkan lemak trans yang terbukti meningkatkan jenis kolesterol jahat dan menurunkan jenis lemak yang baik.
Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang meninggal lebih awal karena serangan jantung.
Margarin
Makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung selanjutnya adalah margarin. Konsumsi makanan mengandung lemak trans yang tinggi seperti pada margarin kemungkinan besar meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
Agar aman, pilihlah margarin yang tidak mengandung minyak terhidrogenasi parsial, atau tetap dengan minyak zaitun sebagai gantinya.
Daging Olahan
Makanan yang harus dihindari pengidap penyakit jantung berikutnya adalah daging olahan. Daging olahan seperti sosis dan bacon biasanya mengandung lemak jenuh tinggi. Inilah alasan mengapa daging olahan masuk ke dalam makanan yang harus dihindari penderita penyakit jantung.
Kalaupun memilih jenis yang mengandung lemak jenuh kadar rendah, Anda harus waspadai kandungan garamnya yang tinggi. Enam potong daging olahan saja bisa mengandung setengah kebutuhan garam harian, menurut asosiasi kesehatan jantung di Amerika.
Menurut Ketua Program Kesehatan Jantung Wanita dari Pusat Medis Universitas Negeri Ohio, orang-orang harus membatasi asupan garam karena sodium berhubungan dengan tekanan darah tinggi.
Mi Instan
Meskipun enak dan cepat disajikan, sering makan mi instan akan meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik.
Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Soda
Sejumlah penelitian menunjukkan, orang yang mengonsumsi soda cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori daripada mereka yang tidak minum soda. Selain itu, bahan kimia dalam minuman soda sebenarnya dapat mengubah bakteri pencernaan dan membuat orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Berat badan berlebih merupakan salah satu faktor munculnya risiko penyakit jantung.
Alkohol
Alkohol adalah jenis minuman yang harus dihindari penderita darah tinggi. Meski tubuh normal dan kadar trigliseridanya tak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menaikkan tekanan darah, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan.
Disadur dari: Liputan 6/Penulis: Husnul Abdi/Editor: Fadila Adelin/Dipublikasi: 7 Januari 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
OJK Rilis Aturan Baru: Rekening Tanpa Transaksi 1.800 Hari Otomatis Dormant
News 19 November 2025, 11:21
-
Presiden Prabowo Targetkan Produksi Mobil dan Motor Nasional Menuju Indonesia Emas 2045
News 17 November 2025, 14:51
-
Prostitusi Sesama Jenis Resahkan Masyarakat, Satpol PP Tangkap 2 Pria di Taman Daan Mogot
News 15 November 2025, 18:22
-
Bahlil Respons Isu IUP Raja Ampat: Saya Belum Lahir Barang Itu Sudah Ada
News 13 November 2025, 17:37
LATEST UPDATE
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59












