AI Jadi Penentu Arah Baru Industri Pertambangan Indonesia
Editor Bolanet | 16 Oktober 2025 15:21
Bola.net - Sektor pertambangan Indonesia kini berada di sebuah persimpangan krusial. Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menuntut adanya transformasi fundamental.
Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia menegaskan bahwa momen ini harus ditangkap secara strategis. AI diyakini akan menjadi penentu arah baru bagi industri pertambangan nasional di masa depan.
Selama ini, sektor strategis tersebut terus dihadapkan pada tantangan klasik. Isu efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, hingga keselamatan kerja selalu menjadi agenda utama.
Kini, AI hadir sebagai solusi konkret dan strategis di tengah kompleksitas tantangan industri. Penerapannya diharapkan dapat meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat tata kelola untuk mencegah praktik ilegal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset menjadi sebuah keharusan. Kolaborasi ini akan menjadi fondasi bagi ekosistem pertambangan cerdas di tanah air.
AI Sebagai Solusi Tantangan Klasik Industri
Industri pertambangan nasional disebut tengah memasuki sebuah era baru yang sepenuhnya didorong oleh kecerdasan buatan. AI diposisikan bukan sekadar sebagai teknologi efisiensi, melainkan sebagai faktor yang akan merombak total lanskap industri.
"Industri pertambangan Indonesia sedang memasuki era baru, era dengan kecerdasan buatan. AI bukan sekadar teknologi efisiensi, tapi akan menjadi penentu arah transformasi industri nasional," ujar Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang ESDM, Aryo Djojohadikusumo.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Energy Insights Forum di Jakarta, Selasa (14/10/2025). Menurutnya, AI menawarkan solusi konkret untuk menjawab berbagai tantangan klasik yang selama ini dihadapi sektor pertambangan.
“AI menjadi solusi abad ke-21 agar pelaku usaha dapat menggunakan teknologi untuk meningkatkan kinerja dan menjaga posisi Indonesia sebagai salah satu produsen mineral terbesar di dunia,” tutur Aryo.
Dampak Nyata pada Efisiensi Operasional
Manfaat penerapan AI dalam sektor pertambangan bukanlah sekadar wacana teoretis. Data dari firma konsultan McKinsey & Company menunjukkan adanya dampak nyata yang terukur pada efisiensi operasional.
Sebagai contoh, optimalisasi pabrik pengolahan mineral yang berbasis AI terbukti mampu meningkatkan throughput sebesar 5-15 persen. Di saat yang sama, teknologi ini juga dapat menaikkan recovery rate sebesar 1-2 poin persentase.
Di sisi lain, penerapan AI-enabled drill and blast dapat menekan biaya operasional hingga 10 persen. Teknologi ini juga mampu meningkatkan produktivitas shovel secara signifikan, yaitu sebesar 10-20 persen.
“Kami melihat Indonesia berada di posisi yang sangat strategis untuk mengintegrasikan AI dalam ekosistem pertambangan, mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pengolahan. AI bukan hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga membantu industri mencapai target dekarbonisasi dan keberlanjutan,” ujar Partner McKinsey and Company, Hidayat Liu.
Kolaborasi Nasional Menuju Tambang Cerdas
Implementasi AI secara masif tentu membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan teknologi. Dibutuhkan sebuah kolaborasi nasional yang solid untuk dapat mewujudkan ekosistem pertambangan cerdas.
Senior Director Business III Danantara, Luke Mahony, menyoroti bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan. Sebaliknya, AI adalah kenyataan masa kini yang tengah membentuk arah baru bagi industri secara global.
Luke mengingatkan bahwa teknologi canggih ini tidak akan pernah menggantikan peran manusia. Peran utamanya adalah untuk memperluas dan memperkuat kapabilitas yang dimiliki oleh tenaga kerja.
“Dengan menggabungkan kecepatan komputasi dan empati manusia, kita dapat menciptakan industri yang tidak hanya lebih produktif, tapi juga lebih bermakna. Indonesia tidak hanya akan kaya sumber daya, tapi juga kaya kecerdasan dan inovasi,” pungkas Luke.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harga Pangan Jelang Nataru Mulai Terkendali, Cabai Berangsur Turun dan Beras Tetap Aman
News 24 Desember 2025, 16:43
-
Daftar UMP 2026 di 13 Daerah, Siapa Paling Tinggi?
News 24 Desember 2025, 16:38
-
Kiai Ma'ruf Amin Mundur dari MUI: Pilih Istirahat demi Regenerasi Ulama
News 23 Desember 2025, 20:16
-
11 OTT Sepanjang 2025: KPK Ungkap Sisi Gelap Layanan Publik hingga Jual Beli Jabatan
News 23 Desember 2025, 20:14
LATEST UPDATE
-
Hasil Frosinone vs Juventus: Bianconeri Amankan Tiga Poin di Laga Perdana!
Liga Italia 24 Agustus 2026, 01:32
-
Man of the Match Newcastle vs Liverpool: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 00:45
-
Atletico Madrid Tutup Pintu Bagi Barcelona dan Arsenal untuk Transfer Julian Alvarez
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 23:32
-
Marc Guehi Puji Mentalitas Manchester City Usai Comeback Dramatis atas Bournemouth
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 23:22
-
Man of the Match Man City vs Bournemouth: Marc Guehi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 22:12
-
Hasil Man City vs Bournemouth: Dua Bek Bawa City Epic Comeback di Laga Perdana EPL!
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:58
-
Al-Hilal Goda Gabriel Martinelli untuk Cabut dari Arsenal
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:25
-
Here We Go! Man City Keluarkan Rp 2 Triliun untuk Datangkan Ayyoub Bouaddi
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 21:07
-
Wow! Barcelona Bakal Lepas Alejandro Balde ke Manchester United?
Liga Spanyol 23 Agustus 2026, 20:00
-
Dipermalukan Tim Promosi, Luke Shaw Yakin MU Bakal Bersinar di Musim 2026/2027
Liga Inggris 23 Agustus 2026, 19:30
-
Peringatan Inter Milan untuk Barcelona: Lautaro Martinez Tidak Dijual, Titik!
Liga Italia 23 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





