Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Afdholud Dzikry | 2 Januari 2026 09:48
Bola.net - Wacana mengenai kebijakan kenaikan gaji PNS 2026 masih menjadi tanda tanya besar di tengah penyusunan anggaran negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah belum mengambil keputusan final terkait penyesuaian pendapatan aparatur negara tersebut.
Pemerintah memilih mengambil langkah pruden dengan memprioritaskan pemantauan terhadap realisasi penerimaan negara terlebih dahulu. Stabilitas keuangan negara menjadi indikator utama sebelum pos belanja pegawai dapat ditambah.
Kepastian mengenai kebijakan ini diperkirakan baru akan terlihat pada pertengahan tahun depan. Pihak otoritas fiskal membutuhkan data ekonomi yang valid pada awal tahun sebelum melangkah lebih jauh.
Koordinasi lintas kementerian terus dilakukan guna menyelaraskan kebutuhan birokrasi dengan kemampuan kas negara. Sinergi kebijakan fiskal dan reformasi birokrasi menjadi kunci dalam pengambilan keputusan strategis ini.
Menunggu Arah Ekonomi Kuartal I
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya basis data ekonomi riil sebelum memutuskan kebijakan strategis. Ia membutuhkan waktu untuk menganalisis arah ekonomi nasional pada tiga bulan pertama tahun 2026.
"Saya masih tunggu satu triwulan lagi untuk melihat gimana sih sebetulnya arah ekonomi kita dengan kebijakan yang lebih sinkron dibanding sebelumnya. Habis itu mungkin triwulan yang kedua, karena baru kita bisa diskusikan masalah-masalah yang berdampak kepada kenaikan belanja pemerintah," jelas Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Kondisi penerimaan negara akan menjadi parameter utama dalam menentukan ruang fiskal yang tersedia. Jika pendapatan negara menunjukkan tren positif, peluang untuk menambah belanja pemerintah, termasuk gaji pegawai, akan semakin terbuka.
"Kita diskusikan gini, sama aja dengan yang lain. Kita akan lihat kondisi keuangan kita seperti apa," kata Purbaya.
Sinergi Anggaran dengan Kementerian PAN-RB
Di sisi lain, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), Rini Widyantini, memahami posisi krusial Kementerian Keuangan dalam hal ini. Rini menyatakan bahwa segala bentuk kebijakan terkait kesejahteraan pegawai harus melalui persetujuan bendahara negara.
"Nantinya saya harus bicara dulu dengan Menteri Keuangan, kan. Yang memegang anggaran kan Menteri Keuangan. Jadi kan harus dibicara dulu," ucap Rini usai Rapat Koordinasi di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Rini mengakui bahwa dirinya belum sempat melakukan pembahasan mendalam dengan Menteri Keuangan secara spesifik mengenai topik ini. Meski demikian, rencana pertemuan bilateral antara kedua menteri tersebut sudah dijadwalkan dalam waktu dekat.
"Saya belum sempat bertemu. Karena kemarin masih banyak ini, tapi saya sudah berencana mau bertemu beliau (Menkeu Purbaya)," sambung Rini.
Peluang Terbuka Namun Perlu Kajian
Meskipun belum ada keputusan final, pemerintah tidak menutup kemungkinan adanya penyesuaian gaji bagi para abdi negara. Menteri PAN RB mengonfirmasi bahwa peluang untuk menaikkan gaji PNS pada tahun 2026 tetap ada.
"Ya, kalau semua peluang sih pasti ada. Cuma kan memang harus dibicarakan, kan," ucapnya.
Diskusi mengenai kenaikan gaji ini juga merujuk pada regulasi sebelumnya, yakni Peraturan Presiden Nomor 79 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2025. Beleid tersebut sebelumnya telah mengakomodasi kenaikan gaji bagi guru, dosen, tenaga kesehatan, hingga personel TNI/Polri.
Namun, kebijakan lanjutan untuk tahun 2026 masih memerlukan pembahasan teknis yang lebih matang terkait alokasi anggarannya. Sinkronisasi antara rencana kerja dan ketersediaan dana menjadi tahapan wajib yang harus dilalui.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klarifikasi BPBD Sumut Soal Kontainer Bantuan Aceh yang Viral: Ada Kesalahpahaman Informasi
News 31 Desember 2025, 15:29
-
Tok! DJP Resmi Tunjuk Pemilik ChatGPT Jadi Pemungut Pajak Digital
News 29 Desember 2025, 11:06
-
Harga Pangan Jelang Nataru Mulai Terkendali, Cabai Berangsur Turun dan Beras Tetap Aman
News 24 Desember 2025, 16:43
-
Daftar UMP 2026 di 13 Daerah, Siapa Paling Tinggi?
News 24 Desember 2025, 16:38
-
Kiai Ma'ruf Amin Mundur dari MUI: Pilih Istirahat demi Regenerasi Ulama
News 23 Desember 2025, 20:16
LATEST UPDATE
-
Chelsea Ganti Pelatih, Pat Nevin Bongkar Kriteria Aneh Manajemen The Blues
Liga Inggris 2 Januari 2026, 11:47
-
Chelsea Pecat Enzo Maresca, Julukan Klub dengan Manajemen Terburuk Menggema
Liga Inggris 2 Januari 2026, 11:03
-
Mateta On Fire di Palace, Man United Diam-diam Mengintai?
Liga Inggris 2 Januari 2026, 10:14
-
Prediksi Brighton vs Burnley 3 Januari 2026
Liga Inggris 2 Januari 2026, 10:14
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Prediksi Aston Villa vs Nottingham Forest 3 Januari 2026
Liga Inggris 2 Januari 2026, 09:00
-
Prediksi Cagliari vs Milan 3 Januari 2026
Liga Italia 2 Januari 2026, 08:00
-
Joao Cancelo Ingin Tinggalkan Al Hilal, Barcelona Siap Membuka Pintu
Asia 2 Januari 2026, 07:04
-
Real Madrid Memulai Tahun 2026 Tanpa Kylian Mbappe, Kenapa?
Liga Spanyol 2 Januari 2026, 07:01
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43






