Bukan Cuma Minta Maaf, Korea Selatan Rombak Total Regulasi Program Adopsi Internasional
Editor Bolanet | 3 Oktober 2025 14:44
Bola.net - Program adopsi internasional Korea Selatan yang telah berjalan puluhan tahun akhirnya memasuki babak baru yang krusial. Presiden Lee Jae Myung secara terbuka menyampaikan permohonan maaf negara atas kegagalan sistemik yang terjadi di dalamnya.
Permintaan maaf bersejarah yang disampaikan pada Kamis (2/10) ini menjadi sebuah pengakuan resmi atas tanggung jawab pemerintah. Ini adalah momen yang telah lama dinantikan oleh ratusan ribu korban dan keluarga yang terdampak di seluruh dunia.
Selama beberapa dekade, terutama pada era 1970-an dan 1980-an, program ini berjalan dengan minimnya pengawasan dan sarat penyalahgunaan. Akibatnya, terjadi pelanggaran hak asasi manusia yang masif, terstruktur, dan bahkan difasilitasi oleh negara.
Laporan investigasi independen bahkan mengungkap adanya insentif ekonomi yang keliru di balik kebijakan ini. Pemerintah pada masa itu dituding secara sadar mendorong adopsi massal sebagai strategi untuk menekan biaya kesejahteraan sosial negara.
Kini, di bawah tekanan publik dan diperkuat oleh temuan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, pemerintah mengambil langkah korektif yang fundamental. Pernyataan maaf ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal dimulainya era baru reformasi kebijakan dan regulasi secara menyeluruh.
Lantas, bagaimana negara secara resmi mengakui kegagalan tata kelolanya di masa lalu, dan langkah strategis apa yang kini diambil untuk memastikan sejarah kelam ini tidak akan pernah terulang kembali di masa depan?
Pengakuan Pahit dari Pucuk Pimpinan Negara
Melalui sebuah unggahan di media sosial Facebook, Presiden Lee Jae Myung menyampaikan penyesalan dan simpati yang tulus. Pernyataan tersebut secara eksplisit ditujukan atas nama negara kepada para korban dan semua pihak yang terdampak.
Ia secara spesifik menyebut para warga Korea yang diadopsi ke luar negeri, keluarga angkat mereka, serta keluarga kandung yang terpisah. Ini merupakan sebuah pengakuan yang komprehensif atas dampak destruktif dari kebijakan yang salah arah tersebut.
Lee mengatakan bahwa dia merasa sangat berat hati ketika memikirkan kecemasan, rasa sakit, dan kebingungan yang telah dialami para anak angkat. Ia pun mengakui bahwa temuan komisi dan pengadilan mengonfirmasi kegagalan peran pemerintah.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sebuah instruksi kebijakan yang jelas bagi para pejabatnya. Lee meminta perumusan sistem baru yang dapat melindungi hak asasi para anak angkat serta mendukung upaya mereka dalam menemukan orang tua kandung.
Di Balik Skandal: Insentif Ekonomi dan Kegagalan Sistemik
Permintaan maaf Presiden Lee bukanlah sebuah pernyataan yang muncul tiba-tiba. Keputusan ini merupakan puncak dari hasil investigasi panjang dan mendalam yang dilakukan oleh Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi.
Dalam sebuah laporan bersejarah pada bulan Maret, komisi tersebut menyimpulkan adanya tanggung jawab pemerintah. Program adopsi disinyalir sengaja didorong oleh upaya untuk mengurangi beban dan biaya anggaran kesejahteraan negara.
Fakta yang lebih dalam bahkan diungkap oleh investigasi Associated Press pada tahun 2024. Laporan itu merinci bagaimana pemerintah Korea Selatan, negara-negara Barat, dan lembaga adopsi bekerja sama untuk "memasok" sekitar 200.000 anak.
Praktik-praktik penipuan dan pemalsuan dokumen menjadi hal yang lumrah untuk memperlancar proses adopsi. Banyak catatan anak diubah secara sewenang-wenang seolah-olah mereka adalah anak yatim piatu yang ditelantarkan oleh keluarganya.
Era Baru Regulasi: Ratifikasi Konvensi Den Haag
Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan, pemerintah Korea Selatan akhirnya mengambil langkah reformasi kebijakan yang paling fundamental. Mereka secara resmi meratifikasi Konvensi Adopsi Den Haag pada bulan Juli lalu.
Perjanjian internasional ini dirancang untuk menjadi standar perlindungan global dalam proses adopsi lintas negara. Tujuannya adalah untuk memastikan setiap adopsi internasional berjalan secara etis, transparan, dan mengutamakan kepentingan terbaik anak.
Konvensi ini secara resmi mulai berlaku dan mengikat secara hukum di Korea Selatan pada hari Rabu, 1 Oktober 2025. Momen ini menandai dimulainya sebuah era baru dalam tata kelola dan pengawasan program adopsi di negara tersebut.
Langkah konkret ini juga menjadi pembeda signifikan dengan masa lalu, seperti saat permintaan maaf Presiden Kim Dae-jung pada tahun 1998. Kala itu, permintaan maafnya yang tulus tidak disertai dengan pengakuan eksplisit atas tanggung jawab negara.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
-
Klarifikasi BPBD Sumut Soal Kontainer Bantuan Aceh yang Viral: Ada Kesalahpahaman Informasi
News 31 Desember 2025, 15:29
LATEST UPDATE
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Link Live Streaming Liga Champions Inter vs Arsenal di Vidio, Rabu 21 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 02:13
-
Prediksi Susunan Pemain Inter vs Arsenal, Lautaro Martinez Jadi Tumpuan Nerrazurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:36
-
Prediksi Susunan Pemain Arsenal Lawan Inter: Bakal Ada Rotasi di Semua Lini
Liga Champions 21 Januari 2026, 00:22
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







