Dihantam Isu Sanksi dan Kenaikan Pasokan OPEC+, Harga Minyak Dunia Kompak Tergelincir
Editor Bolanet | 7 Agustus 2025 09:27
Bola.net - Harga minyak dunia tercatat kompak melemah secara signifikan pada sesi perdagangan hari Rabu, (6/8/2025). Pelemahan ini sekaligus membawa harga minyak mentah acuan Brent dan juga WTI ke level terendah dalam lima minggu terakhir.
Faktor utama yang menjadi pemicu tekanan pada harga adalah sinyal yang datang dari pemerintah Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengindikasikan akan segera adanya sebuah pengumuman penting terkait potensi sanksi terhadap Rusia.
Para pelaku pasar kini sedang mencermati dengan sangat saksama perkembangan dari tensi geopolitik ini. Sanksi tersebut diketahui berkaitan dengan perang yang hingga saat ini masih terus berlangsung di kawasan Ukraina.
Selain itu, pasar juga turut dibayangi oleh rencana peningkatan produksi dari aliansi negara-negara pengekspor minyak, OPEC+. Langkah ini berpotensi untuk bisa menambah jumlah pasokan minyak mentah di pasar global dan menekan harga.
Di tengah berbagai sentimen negatif tersebut, satu-satunya faktor yang menjadi penopang harga adalah penurunan stok minyak mentah di Amerika Serikat. Lantas, bagaimana sebenarnya dinamika lengkap dari pergerakan harga komoditas yang sangat vital ini?
Ketidakpastian Sanksi AS untuk Rusia
Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun sebesar 40 sen atau 0,59% ke level USD 67,24 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga ikut terkoreksi sebesar 51 sen atau 0,78% ke level USD 64,65.
Pelemahan ini menandai penurunan selama lima hari berturut-turut untuk kedua jenis minyak mentah acuan tersebut. Penurunan ini dipicu oleh pernyataan dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang sangat ditunggu oleh pasar.
Ia mengindikasikan akan ada sebuah pengumuman penting pada hari Rabu malam waktu setempat. Pengumuman tersebut berkaitan dengan kelanjutan sanksi potensial terhadap Rusia.
"Kami akan memberikan keterangan lebih lanjut tentang hal itu nanti hari ini," ujar Rubio.
"Mungkin akan ada beberapa pengumuman kenegaraan. Mungkin positif, mungkin juga tidak," sambungnya.
Pernyataan ini sontak menciptakan sebuah ketidakpastian yang sangat tinggi di pasar. Para pedagang kini memilih untuk bersikap hati-hati sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah AS.
Sentimen dari Sisi Pasokan dan Permintaan
Di sisi lain, tekanan terhadap harga minyak juga datang dari meningkatnya pasokan minyak dari aliansi OPEC+. Kelompok ini sepakat untuk bisa meningkatkan produksi minyak sebesar 547.000 barel per hari untuk bulan September mendatang.
Analis dari Rystad Energy, Janiv Shah, mengatakan bahwa rencana peningkatan pasokan dari kelompok OPEC+ ini akan mampu mengimbangi potensi penurunan pasokan yang mungkin terjadi dari minyak Rusia. Hal inilah yang membuat harga cenderung bergerak turun.
Selain itu, ancaman perlambatan ekonomi global juga turut menjadi sentimen negatif. Para analis memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi akan melambat pada paruh kedua tahun ini.
JPMorgan bahkan menyebut bahwa risiko terjadinya resesi di AS saat ini terbilang cukup tinggi. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada tingkat permintaan minyak global.
Sementara itu, dari sisi penopang harga, pasar sempat mendapat dukungan dari penurunan persediaan minyak mentah di AS. Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan bahwa stok minyak mentah mereka turun sebesar 3,0 juta barel.
Penarikan stok ini jauh lebih besar dari perkiraan para analis yang hanya sebesar 0,6 juta barel. Namun, data ini masih lebih kecil dibandingkan data dari American Petroleum Institute (API) yang mencapai 4,2 juta barel.
Ancaman Tarif AS untuk India
Sebelumnya, harga minyak sebenarnya sempat naik di awal sesi perdagangan. Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran pasokan setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif.
Perintah tersebut berisi ancaman pengenaan tarif tambahan sebesar 25% untuk barang-barang yang berasal dari India. Kebijakan ini diambil dengan alasan bahwa India secara langsung maupun tidak langsung telah mengimpor minyak dari Rusia.
Seperti diketahui, India bersama dengan Tiongkok merupakan pembeli utama dari minyak mentah Rusia. India sendiri tercatat sebagai pembeli minyak mentah lintas laut terbesar dari Rusia dengan impor sekitar 1,75 juta barel per hari.
Ancaman dari Trump ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang permintaan minyak global. Namun, pergerakan harga yang terbatas menunjukkan bahwa para pedagang masih skeptis akan terjadinya gangguan pasokan.
"Harga melonjak karena potensi tarif yang lebih tinggi terhadap India, tetapi pasar masih menunggu semacam implementasi formal serta elemen mana di pasar yang akan terpengaruh," kata Analis di Rystad Energy, Janiv Shah.
“Saya menyebutnya pasar minyak yang stabil. Asumsikan hal ini kemungkinan akan berlanjut sampai kita mengetahui apa yang diumumkan presiden AS terkait Rusia akhir pekan ini dan bagaimana reaksi para pembeli tersebut," ungkap Analis di UBS, Giovanni Staunovo.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





