Era Baru Energi Nasional: PLN Siapkan Peta Jalan Pembangunan PLTN Pertama

Editor Bolanet | 25 Agustus 2025 14:53
Era Baru Energi Nasional: PLN Siapkan Peta Jalan Pembangunan PLTN Pertama
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. (c) ilustrasi dibuat ai

Bola.net - Pemerintah bersama PT PLN (Persero) menunjukkan komitmen serius untuk merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Langkah strategis ini menjadi penanda era baru dalam peta jalan energi nasional.

Wacana pemanfaatan energi nuklir kini telah bertransformasi menjadi sebuah rencana konkret. Hal ini ditegaskan dalam forum energi yang mempertemukan para pemangku kepentingan utama di Jakarta.

Advertisement

Secara kebijakan, energi nuklir telah mendapat tempat terhormat dalam postur energi masa depan. Otoritas energi menempatkannya sebagai salah satu penyeimbang utama dalam sistem kelistrikan.

Rencana ini bahkan telah terintegrasi dalam dokumen perencanaan strategis sektor ketenagalistrikan. Pembangunan PLTN secara resmi masuk dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan RUPTL PLN terbaru.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas tantangan trilema energi global. Nuklir dipandang sebagai solusi ideal yang mampu menyediakan energi andal, bersih, sekaligus terjangkau.

Lebih jauh, berbagai kajian mendalam terkait teknologi hingga pengelolaan limbah menunjukkan prospek yang menjanjikan. Hal ini membuka jalan bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian energi di masa depan.

1 dari 2 halaman

Posisi Nuklir dalam Arsitektur Energi Nasional

Kementerian ESDM menegaskan bahwa energi nuklir akan memainkan peran krusial dalam bauran energi nasional. Statusnya bukan lagi sebagai alternatif, melainkan sebagai penyeimbang sistem kelistrikan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu, menyatakan posisi ini telah disetujui oleh legislatif. Hal tersebut tertuang dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru.

“Dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru yang telah disetujui DPR RI, nuklir ditempatkan sebagai penyeimbang energi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (25/8/2025).

PLN menargetkan pembangunan dua unit PLTN dengan kapasitas masing-masing 2x250 MW. Namun, Jisman menekankan bahwa prosesnya memerlukan persiapan yang matang dan tidak tergesa-gesa.

Beberapa prasyarat utama yang harus dipenuhi antara lain penyusunan regulasi yang komprehensif. Selain itu, pembentukan organisasi pelaksana program energi nuklir (NEPIO) dan keterlibatan BUMN menjadi kunci agar proyek tetap dalam kendali negara.

2 dari 2 halaman

Solusi Trilema Energi dan Perspektif Pengelolaan Limbah

Manajemen PLN memandang energi nuklir sebagai solusi paling ideal untuk menjawab trilema energi. Tiga aspek utama, yakni keandalan, keberlanjutan, dan keterjangkauan, dapat dipenuhi secara simultan.

Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, menjelaskan bahwa PLTN memiliki karakteristik unggul. Stabilitas pasokan listrik yang dihasilkannya setara dengan pembangkit batu bara, namun dengan emisi nol.

“PLTN menghasilkan energi listrik yang stabil sama dengan pembangkit batubara, biaya produksinya murah, dan juga dia bersih sehingga PLTN memenuhi semua aspek trilema energi yakni andal, bersih, dan terjangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi pengelolaan limbah, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, memberikan perspektif yang menarik. Ia menilai tantangan pengelolaan limbah nuklir relatif lebih sederhana dibandingkan sampah perkotaan.

“Mengelola limbah nuklir itu lebih mudah dari pada mengelola Bantar Gebang. PLTN umurnya 40 tahun, berapa luas limbah yang dibutuhkan area untuk menyimpan limbah? Hanya sebesar ruangan ini, 40 tahun,” katanya.

TAG TERKAIT