Harga Rumah Bakal Turun 50%? Ini Terobosan Subsidi Tanah dari Pemerintah
Editor Bolanet | 31 Juli 2025 11:55
Bola.net - Pemerintah tengah menggodok sebuah terobosan kebijakan untuk mengatasi masalah perumahan nasional. Wacana ini berpotensi memangkas harga rumah tapak hingga separuh dari harga saat ini.
Gagasan utamanya adalah pemberian subsidi tanah yang didorong oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah. Skema ini diharapkan menjadi solusi konkret atas tingginya harga properti yang sulit dijangkau masyarakat.
Langkah ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak dari lebih dari 15 juta keluarga yang belum memiliki hunian layak. Dengan demikian, pemerintah menargetkan pasar yang sudah jelas dan masif.
Strategi ini tidak hanya berhenti pada pemotongan harga, namun juga mencakup reformasi kelembagaan dan skema pendanaan baru yang akan dibahas lebih lanjut dalam ulasan berikut.
Fokus pada Subsidi Aset Tanah Negara

Pemerintah merancang pendekatan yang berbasis pasar, namun dengan intervensi negara pada komponen paling krusial, yaitu tanah. Fokus utamanya adalah pemanfaatan aset tanah milik negara, termasuk yang dikelola oleh BUMN.
Melalui skema ini, harga rumah diharapkan dapat ditekan secara signifikan, memberikan akses yang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kita akan mulai dari aset tanah negara, termasuk dari BUMN. Jika tanah disubsidi, harga rumah bisa turun hingga 50 persen untuk rumah tapak, bahkan bisa 20-40 persen untuk vertikal," kata Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya merealisasikan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Program pembangunan 3 juta rumah ditargetkan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah.
Reformasi Kelembagaan dan Pemetaan Kebutuhan
Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah juga mengusulkan adanya reorientasi peran Perum Perumnas. BUMN ini didorong untuk berfungsi sebagai lembaga off-taker atau penyerap hasil produksi, serupa dengan peran Bulog di sektor pangan.
Menurut Fahri Hamzah, adanya angka backlog yang pasti membuat pemerintah tidak perlu lagi mengkhawatirkan sisi pemasaran.
"Dengan backlog 15 juta keluarga, pasar perumahan rakyat itu sudah jelas. Tidak perlu lagi berpikir soal pemasaran, tinggal negara menyiapkan institusinya," imbuhnya.
Data kebutuhan ini telah dipetakan secara detail berdasarkan analisis data Badan Pusat Statistik (BPS). Segmentasinya mencakup keluarga yang belum memiliki rumah, menempati hunian tidak layak, hingga yang masih tinggal di properti milik orang lain.
Di samping itu, program ini juga akan menyasar wilayah perdesaan. Titik beratnya adalah rehabilitasi rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Strategi Terintegrasi dan Skema Pendanaan
Fahri menegaskan bahwa program ini memandang renovasi sebagai bagian tak terpisahkan dari penyediaan hunian. Hal ini didasari pemahaman bahwa kebutuhan masyarakat tidak selalu berupa rumah baru.
"Renovasi rumah harus dilihat sebagai bagian integral dari pembangunan rumah karena kebutuhan rakyat tidak selalu rumah baru, tapi rumah yang layak," jelasnya.
Untuk menjamin transparansi dan efisiensi distribusi, skema ini akan melibatkan pemberdayaan koperasi bahan bangunan. Koperasi Desa Merah Putih direncanakan menjadi mitra untuk menyalurkan material kepada para penerima bantuan.
Pemerintah menargetkan kontribusi signifikan dari strategi terintegrasi ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga 1,3 persen. Kajian mendalam mengenai sumber pendanaan pun tengah dilakukan secara serius.
"Kami tengah mengkaji peluang pendanaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta pembiayaan dari lembaga pembangunan multilateral (MDB) yang potensinya mencapai USD 4,5 miliar," pungkas Fahri Hamzah.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


