Panduan Lengkap Skrining BPJS Kesehatan 2026: Begini Caranya!
Afdholud Dzikry | 5 Januari 2026 09:11
Bola.net - Skrining BPJS Kesehatan 2026 kini bukan lagi sekadar layanan pelengkap bagi masyarakat Indonesia. Memasuki tahun 2026, pemeriksaan riwayat kesehatan ini menjadi syarat krusial dalam mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Peserta JKN yang mengabaikan prosedur ini bisa saja terkena "kartu kuning" saat hendak berobat. Pasalnya, mereka yang belum mengisi skrining berpotensi mengalami kendala administrasi saat mendaftar di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Untungnya, proses "medical check-up" digital ini bisa dilakukan secara mandiri tanpa perlu antre panjang. Peserta cukup menggunakan ponsel pintar untuk mengakses situs resmi atau aplikasi JKN Mobile.
Langkah ini diambil untuk mendeteksi risiko penyakit mematikan seperti jantung dan ginjal sejak dini. Berikut panduan lengkap agar Bolaneters tidak bingung menghadapi aturan baru ini.
Aturan Main Baru di 2026
BPJS Kesehatan telah menetapkan regulasi anyar yang mulai berlaku efektif pada tahun 2026. Skrining riwayat kesehatan kini wajib dilakukan satu kali dalam satu tahun kalender.
Layanan ini dikhususkan bagi peserta JKN yang telah berusia 15 tahun ke atas. Tujuannya adalah memetakan risiko kesehatan peserta secara menyeluruh dan berkala.
Jika peserta absen melakukan skrining, akses pelayanan di Puskesmas atau klinik bisa terhambat. Tentu ini akan menjadi blunder fatal jika Anda sedang membutuhkan penanganan medis segera.
Skrining tahunan ini dinilai cukup efektif untuk mengevaluasi potensi penyakit kronis. Tenaga medis pun bisa melakukan tindak lanjut yang lebih presisi berdasarkan data tersebut.
Lawan Berat: 4 Penyakit Mematikan
Program skrining ini fokus pada deteksi dini empat penyakit tidak menular (PTM) yang lazim menyerang. Penyakit-penyakit ini seringkali datang tanpa gejala fisik yang nyata di awal.
Berikut adalah empat "lawan berat" yang ingin diantisipasi oleh BPJS Kesehatan:
- Diabetes Melitus
- Hipertensi (Darah Tinggi)
- Penyakit Jantung Koroner
- Penyakit Ginjal Kronis
Dengan mengetahui risiko sejak awal, peserta bisa melakukan defense atau pencegahan lebih baik. Hal ini juga mencegah pembengkakan biaya pengobatan akibat komplikasi di masa depan.
Taktik Mudah via Website Resmi
Bagi Anda yang tidak ingin ribet mengunduh aplikasi, opsi website bisa menjadi pilihan utama. Caranya sangat sederhana dan bisa diselesaikan dalam hitungan menit.
Berikut langkah-langkah skrining melalui website:
- Buka laman resmi di https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining.
- Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS, tanggal lahir, dan kode captcha.
- Klik tombol "Cari Peserta", lalu pilih opsi "Setuju".
- Lengkapi data diri seperti berat badan, tinggi badan, hingga kontak keluarga.
- Jawab seluruh pertanyaan seputar kondisi kesehatan dan pola konsumsi harian.
- Klik "Simpan" dan sistem akan langsung menampilkan hasil risiko kesehatan Anda.
Cara Praktis via Mobile JKN
Opsi kedua yang lebih fleksibel adalah menggunakan aplikasi Mobile JKN. Metode ini sangat cocok bagi Bolaneters yang memiliki mobilitas tinggi.
Berikut panduan skrining lewat aplikasi:
- Unduh dan pasang aplikasi Mobile JKN dari Play Store atau App Store.
- Login menggunakan akun yang sudah terdaftar.
- Pilih menu "Lainnya" di halaman utama, lalu klik "Skrining Riwayat Kesehatan".
- Pilih anggota keluarga yang akan diperiksa dan setujui persetujuan yang muncul.
- Isi data diri dan jawab kuesioner dengan jujur sesuai kondisi sebenarnya.
- Hasil skrining akan langsung muncul di layar ponsel Anda.
Opsi Manual di Lapangan
Bagi peserta yang tidak terbiasa dengan teknologi digital, tidak perlu panik. Layanan skrining tetap bisa dilakukan secara offline atau tatap muka.
Peserta cukup datang langsung ke FKTP seperti Puskesmas atau klinik tempat terdaftar. Jangan lupa membawa e-KTP atau kartu BPJS Kesehatan (fisik/digital).
Petugas kesehatan di lokasi akan membantu memandu proses pengisian formulir skrining. Jika diperlukan, pemeriksaan fisik awal juga akan dilakukan oleh tenaga medis.
Pastikan Bolaneters mengisi data dengan jujur demi akurasi diagnosis. Ingat, kesehatan adalah aset paling berharga untuk terus aktif beraktivitas.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
News 4 Januari 2026, 15:41
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Sabtu 10 Januari 2026
Bola Indonesia 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Tottenham vs Aston Villa 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Everton vs Sunderland 10 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 06:25
-
Hasil Piala Afrika Tadi Malam: Mazraoui Pulangkan Bryan Mbeumo ke MU
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Bukan Pelatih, Lionel Messi Ungkap Rencana Pensiun, Apa Itu?
Bola Dunia Lainnya 10 Januari 2026, 06:00
-
Prediksi Como vs Bologna 10 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 05:00
-
6 Rekor Mustahil yang Bisa Dihancurkan Cristiano Ronaldo Tahun 2026
Asia 10 Januari 2026, 04:30
-
Prediksi Charlton vs Chelsea 11 Januari 2026
Liga Inggris 10 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Sassuolo 11 Januari 2026
Liga Italia 10 Januari 2026, 00:00
LATEST EDITORIAL
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52






