Prabowo Tunjuk Jimly Asshiddiqie Pimpin Tim Reformasi Polri: Bakal Ada Revisi Undang-Undang?
Editor Bolanet | 8 November 2025 19:58
Bola.net - Ketua Komisi Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, memberi sinyal kuat terkait arah perbaikan institusi kepolisian. Ia membuka peluang adanya revisi undang-undang (UU) untuk pembenahan total.
Komisi ini dibentuk Presiden Prabowo Subianto sebagai respons atas demonstrasi besar pada Agustus 2025. Insiden tersebut dinilai memerlukan langkah perbaikan yang fundamental.
Presiden Prabowo menegaskan pembentukan tim ini berorientasi pada kepentingan bangsa. Fokus utamanya adalah mengembalikan supremasi hukum demi keadilan.
Tim ini akan memulai kajian menyeluruh terhadap kekuatan dan kelemahan institusi Polri. Rapat perdana akan digelar di Mabes Polri pada Senin, 10 November 2025.
Dengan diisinya komisi oleh tokoh-tokoh besar, publik menanti apakah reformasi ini akan menyentuh level struktural atau hanya perbaikan manajemen internal.
Apa yang Direformasi?
Jimly Asshiddiqie menjelaskan mandat timnya adalah merespons keinginan masyarakat pasca kerusuhan Agustus. Tragedi pembakaran kantor polisi menjadi salah satu pemicu utama.
"Nah itu dijawab oleh presiden, bikin tim reformasi. Apanya yang harus direformasi? Nah nanti, bila perlu ya kita bikin revisi undang-undang, gitu," jelas Jimly di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Meski demikian, Jimly menegaskan timnya tidak akan gegabah. Langkah awal adalah mendengar aspirasi dari semua kalangan untuk mengkaji kebutuhan.
"Jadi ide-ide untuk perubahan, perbaikan apa saja itu nanti, bilamana perlu itu terpaksa mengubah undang-undang, gitu kira-kira. Jadi tim ini, tim hebat ini, jadi bukan tim biasa," tutur Jimly.
Arah Reformasi dan Kepastian Hukum
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya supremasi hukum. Ia menyebutnya sebagai fondasi keberhasilan suatu bangsa.
"Saya selalu tekankan apa yang saya pelajari, sekali lagi keberhasilan suatu komponen bangsa terletak daripada apakah bangsa itu mampu menyelenggarakan berkuasanya hukum, the rule of law," tuturnya.
Bagi Presiden, penegakan hukum harus melahirkan keadilan. Oleh karena itu, kepastian hukum menjadi elemen yang tidak bisa ditawar.
"Dan there must be kepastian hukum. Kepastian hukum yang melahirkan keadilan," sambung Prabowo.
Keterlibatan Kapolri dan Laporan Berkala
Presiden Prabowo turut menjelaskan alasan pelibatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Keterlibatan unsur Polri aktif dinilai penting untuk memudahkan akses kajian.
"Ada beberapa tokoh yang mantan kepala kepolisian, mereka pun bisa memberi masukan, pandangan-pandangan. Dan dengan ada Kapolri yang aktif, saudara-saudara punya akses untuk diskusi," jelas Prabowo saat memberi arahan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Presiden tidak memberikan batasan waktu kerja bagi Komisi Reformasi Polri ini. Namun, ia mewajibkan adanya laporan kemajuan secara berkala.
"Saya tidak batasi masa kerja komisi ini, tapi saya minta setiap 3 bulan ada laporan," ujar Prabowo.
Susunan Tim Komisi Reformasi Polri
Komisi ini dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi. Berikut adalah 10 anggota yang telah dilantik oleh Presiden:
- Ketua: Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie
Anggota:
- Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra
- Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan
- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
- Menteri Hukum Supratman Andi Agtas
- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan periode 2019-2024 Mahfud MD
- Penasihat Khusus Presiden bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat, dan Reformasi Kepolisian Ahmad Dofiri
- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
- Kapolri 2019-2021 Idham Aziz
- Kapolri 2015-2016 Badrodin Haiti
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Waspada Superflu H3N2! Dinkes DKI Minta Warga Perketat Pertahanan Diri dengan PHBS
News 4 Januari 2026, 15:41
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
LATEST UPDATE
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






