Tren Harga Emas Dunia: Fundamental Kuat Meski Tertekan di Bawah USD 4.100
Editor Bolanet | 24 November 2025 08:26
Bola.net - Pasar emas dunia menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan level psikologis kuncinya. Logam mulia ini gagal bertahan di atas angka USD 4.100 per ons pada penutupan perdagangan pekan lalu.
Tekanan jual sempat memaksa harga turun menyentuh level support di kisaran USD 4.058 per ons. Kendati sempat ada upaya pemulihan di pasar Eropa, harga akhirnya stabil di area USD 4.075 saat sesi Amerika Utara.
Perbedaan pandangan yang tajam kini terjadi antara analis profesional dengan investor ritel. Pelaku pasar di Wall Street cenderung mengambil sikap hati-hati atau netral, sementara investor pasar utama masih optimistis.
Faktor libur Thanksgiving di Amerika Serikat diprediksi akan mempengaruhi volume dan volatilitas perdagangan pekan ini. Kondisi pasar yang lebih sepi sering kali memberikan dinamika harga yang unik bagi aset safe haven ini.
Para pakar ekonomi mulai menimbang ulang potensi pergerakan emas berdasarkan indikator teknikal dan fundamental terbaru. Fokus utama tertuju pada data ekonomi yang akan dirilis secara padat sebelum pasar libur.
Proyeksi Teknikal di Tengah Keraguan Analis
Survei terbaru menunjukkan mayoritas analis Wall Street bersikap skeptis terhadap potensi kenaikan harga dalam jangka pendek. Sebanyak 54 persen dari total responden analis memperkirakan pergerakan harga akan cenderung mendatar atau sideways.
Hanya sebagian kecil, yakni sekitar 15 persen analis, yang meyakini harga emas akan menguat pekan depan. Sementara itu, sisanya memprediksi adanya penurunan harga lebih lanjut akibat tekanan pasar.
Namun, optimisme teknikal masih disuarakan oleh beberapa pengamat pasar yang melihat adanya pantulan harga. Level support psikologis di angka USD 4.000 dinilai cukup kuat untuk menahan kejatuhan lebih dalam.
"Secara teknis, emas memantul dari level support USD 4.000 dan tampaknya ingin naik dalam rentang perdagangan USD 4.000 hingga USD 4.200," Colin Cieszynski, Kepala Analis SIA Wealth Management
Fundamental Makro dan Antisipasi Kebijakan The Fed
Pelaku pasar saat ini sangat menantikan arah kebijakan moneter terbaru dari bank sentral Amerika Serikat. Setiap pernyataan pejabat Federal Reserve mengenai suku bunga bulan Desember langsung memicu reaksi pasar.
Di sisi lain, sentimen pembelian oleh bank sentral global dianggap masih menjadi penopang kuat harga emas. Tidak adanya perubahan fundamental yang signifikan membuat penurunan harga belakangan ini dinilai terlalu berlebihan oleh sebagian pihak.
Pekan perdagangan yang pendek akibat libur Thanksgiving diperkirakan akan membuat likuiditas pasar menipis. Situasi pasar yang sepi ini justru berpotensi memperkuat arah pergerakan harga karena minimnya resistensi volume.
"Semua orang terus menyamakan ini dengan gelembung teknologi, tetapi ada perbedaan besar," Kevin Grady, Presiden Phoenix Futures and Options
Sentimen Investor Ritel dan Jadwal Ekonomi Padat
Berbeda dengan keraguan institusi, investor ritel justru menunjukkan keyakinan yang lebih tinggi terhadap prospek logam mulia. Jajak pendapat menunjukkan 61 persen responden ritel memperkirakan harga emas akan kembali mendaki.
Meskipun angka tersebut sedikit menurun dibandingkan pekan sebelumnya, dominasi sentimen bullish tetap terasa di kalangan pedagang individu. Mereka melihat koreksi harga saat ini sebagai peluang masuk yang menarik karena fundamental jangka panjang tetap utuh.
Emas mungkin memerlukan waktu konsolidasi sebelum bisa kembali pada tren kenaikan yang berkelanjutan. Keputusan suku bunga acuan yang akan datang digadang-gadang menjadi katalis utama pergerakan selanjutnya.
"Emas membutuhkan waktu sebelum mampu bergerak naik secara berkelanjutan, meski keputusan suku bunga Federal Reserve bulan depan dapat menjadi pemicu," Adrian Day, Presiden Adrian Day Asset Management
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Apakah Ada Kenaikan Gaji PNS 2026? Ini Kata Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
News 2 Januari 2026, 09:48
-
Lowongan Kerja Shopee Indonesia: Posisi Campaign Marketing Entry Level
News 31 Desember 2025, 20:42
-
Datang ke Sidang Cerai dengan Ekspresi Tenang, Atalia Praratya: Mohon Doanya Saja
News 31 Desember 2025, 20:38
-
Mendagri Pastikan Pemerintah Berikan Segalanya untuk Penanganan Bencana
News 31 Desember 2025, 15:45
-
Klarifikasi BPBD Sumut Soal Kontainer Bantuan Aceh yang Viral: Ada Kesalahpahaman Informasi
News 31 Desember 2025, 15:29
LATEST UPDATE
-
Arne Slot Pastikan Florian Wirtz Absen, Liverpool Dihantui Cedera Jelang Lawan West Ham
Liga Inggris 28 Februari 2026, 14:31
-
Prediksi Susunan Pemain Man City Lawan Leeds: Misi Pangkas Selisih Poin
Liga Inggris 28 Februari 2026, 14:01
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona vs Villarreal: Ujian Berat di Puncak La Liga
Liga Spanyol 28 Februari 2026, 13:31
-
Prediksi Roma vs Juventus 2 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 13:17
-
Prediksi Man Utd vs Crystal Palace 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 12:59
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 12:50
-
Michael Carrick Belum Punya Jadwal Pasti Kembalinya Matthijs de Ligt
Liga Inggris 28 Februari 2026, 12:31
-
Prediksi Babak 16 Besar Liga Champions: Real Madrid Singkirkan Man City?
Liga Champions 28 Februari 2026, 12:01
-
Jalur Barcelona Menuju Final Liga Champions 2025/26
Liga Champions 28 Februari 2026, 11:41
-
Jalur Real Madrid Menuju Final Liga Champions 2025/26
Liga Champions 28 Februari 2026, 11:21
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21





