Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo
Asad Arifin | 16 September 2026 13:01
Bola.net - Kashish Malik tidak mengukur persiapannya menuju Asian Games 2026 hanya dari berapa lama ia berlatih di atas matras. Atlet taekwondo India itu memahami bahwa kemenangan di level elite juga ditentukan oleh ketahanan mental karena akan membawa nama besar negaranya.
Medali perunggu Kejuaraan Taekwondo Asia di Ulaanbaatar awal tahun ini menjadi pijakan penting bagi Kashish. Kini, atlet berusia 26 tahun tersebut mengalihkan fokus ke Aichi dan Nagoya, tempat ia ingin membawa India bersaing dengan negara-negara kuat Asia.
Bagi Kashish, taekwondo bukan sekadar olahraga fisik yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan. Pada level tertinggi, kesiapan teknik harus berjalan beriringan dengan stabilitas emosi, pola pikir, serta sistem pendukung yang mampu menjaga detail persiapan.
Namun, kepercayaan dirinya tidak lahir dari perjalanan yang mudah. Di balik ambisinya menghadapi tekanan Asian Games, ada sosok ayah yang berkali-kali gagal dalam usaha, tetapi tidak pernah berhenti mencoba.
Detail Kecil yang Menentukan Performa Kashish Malik
Kashish menyadari bahwa persiapan atlet taekwondo tidak berhenti ketika sesi latihan selesai. Setiap aspek di luar matras ikut menentukan kemampuan tubuh dan pikiran untuk tampil optimal saat pertandingan.
“Orang-orang mengira performa berasal dari hal-hal besar. Namun, sebenarnya detail-detail kecil yang membuat perbedaan. Di situlah pelatih dan staf pendukung menjadi sangat penting karena mereka memantau hal-hal yang mudah terlewatkan oleh atlet," kata Kashish Malik dikutip dari Time of India.
Dalam olahraga tarung berbasis kategori berat badan, kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap performa. Karena itu, siklus latihan, nutrisi, dan pemulihan harus dirancang secara cermat agar atlet mampu menjaga kondisi hingga hari pertandingan.
Kashish juga menempatkan ketahanan mental sebagai bagian utama dari persiapannya. Ia menilai pertarungan sesungguhnya sudah dimulai jauh sebelum seorang atlet melangkah ke matras.
“Taekwondo memang terlihat sebagai olahraga fisik, tetapi pada level ini semua orang sudah siap secara fisik. Yang membedakan atlet adalah ketahanan mental, pola pikir, stabilitas emosional, dan sistem pendukung di sekitar mereka. Itulah yang paling kami fokuskan,” ujarnya.
Perunggu Ulaanbaatar dan Keyakinan India Mampu Bersaing
Medali perunggu di Kejuaraan Taekwondo Asia di Ulaanbaatar menjadi pengingat bagi Kashish tentang ketatnya persaingan di benua tersebut. Pencapaian itu juga memperkuat keyakinannya bahwa India memiliki peluang untuk menantang negara-negara yang selama ini dikenal sebagai kekuatan utama taekwondo Asia.
Kashish melihat persaingan tersebut melalui peta kekuatan olahraga di tingkat dunia. Menurutnya, banyak negara Asia memiliki atlet yang mampu bersaing di level tertinggi.
“Jika melihat peringkat dunia, begitu banyak negara papan atas berasal dari Asia. Jepang, China, Iran, Mongolia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan. Setiap negara memiliki penantang kelas dunia. Begitulah kompetitifnya benua kami,” katanya.
Taekwondo sendiri berasal dari Korea Selatan, sementara negara-negara seperti Jepang, China, Iran, dan Korea Selatan menjadi bagian dari lanskap persaingan elite yang disoroti Kashish. Bagi atlet India itu, dominasi tersebut bukan alasan untuk menghindar, melainkan tantangan yang harus dihadapi.
Alih-alih menganggap persaingan sebagai hambatan, Kashish melihat Asian Games 2026 sebagai kesempatan untuk menunjukkan perkembangan India. Ia ingin membawa keyakinan bahwa negaranya mampu bersaing lebih jauh, bukan hanya menjadi peserta.
“Ini adalah waktunya India. Bukan hanya dalam taekwondo, tetapi di seluruh cabang olahraga. Saya selalu mengatakan bahwa ini adalah era India untuk bersaing dan mendominasi secara global," ucap atlet berusia 26 tahun.
Sang Ayah, Sumber Inspirasi di Balik Ambisi Asian Games
Di balik persiapan yang terukur dan ambisi besar tersebut, Kashish menyimpan alasan personal yang membentuk cara pandangnya terhadap kesuksesan. Ketika ditanya tentang sosok yang menginspirasinya menekuni taekwondo, ia justru menyebut ayahnya.
Ayah Kashish menjalani berbagai pekerjaan dan usaha, tetapi tidak semuanya berjalan sesuai harapan. Perjalanan itu menjadi pelajaran bagi sang anak tentang keberanian mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
“Ayah saya adalah kegagalan paling sukses dalam hidup saya,” kata perempuan kelahiran Delhi tersebut.
"Dia mencoba segala hal. Dia pernah bekerja sebagai tenaga penjualan, membuka toko, menjadi pemasok, memulai bisnis, dan banyak hal tidak berhasil. Kami berasal dari keluarga kelas menengah bawah, dan saya tumbuh dengan melihatnya tidak pernah berhenti mencoba," sambungnya.
Pengalaman tersebut membentuk keyakinan Kashish bahwa kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Ia bahkan memilih taekwondo karena olahraga itu belum didominasi India, sehingga menawarkan tantangan yang ingin dihadapinya.
“Saya memilih olahraga yang belum didominasi India karena menginginkan tantangan itu. Saya senang menghadapi tekanan. Saya percaya tekanan adalah sebuah keistimewaan. Setiap orang mendefinisikan kesuksesan secara berbeda, tetapi saya melihat setiap kesempatan dengan optimisme," kata Kashish Malik.
Sumber: Times of India
Baca Ini Juga
Melihat Wajah Futuristik Jepang di Oasis 21
Lagi Nonton Asian Games 2026, Jangan Lupa Kunjungi Salah Satu Kastil Tertua di Jepang!
Hitsumabushi, Kuliner Khas Nagoya yang Wajib Dicoba Saat Asian Games 2026
Pembagian Grup Voli Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Satu Pool dengan Iran, Jepang Jadi Ancaman Sektor Putri
Menuju Asian Games 2026: PBVSI Panggil 12 Pemain untuk Pelatnas Timnas Voli Putri Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Melihat Wajah Futuristik Jepang di Oasis 21
Lain Lain 16 September 2026, 11:31
-
Lagi Nonton Asian Games 2026, Jangan Lupa Kunjungi Salah Satu Kastil Tertua di Jepang!
Lain Lain 16 September 2026, 11:19
-
Hitsumabushi, Kuliner Khas Nagoya yang Wajib Dicoba Saat Asian Games 2026
Lain Lain 16 September 2026, 11:05
LATEST UPDATE
-
Streaming Asian Games 2026 Sepak Bola Putra: Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan di Vidio
Lain Lain 16 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia di Asian Games 2026
Voli 16 September 2026, 13:49
-
Daftar Atlet Bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026: Jonatan Christie Bakal jadi Tumpuan
Bulu Tangkis 16 September 2026, 13:35
-
Mengapa Timnas Sepak Bola Indonesia Tidak Tampil di Asian Games 2026? Ini Penyebabnya
Tim Nasional 16 September 2026, 13:23
-
Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth 18 September 2026
Liga Eropa UEFA 16 September 2026, 13:17
-
35 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
Olahraga Lain-Lain 16 September 2026, 13:11
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 16 September 2026, 13:02
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 16 September 2026, 12:54
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 16 September 2026, 12:47
-
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Sambangi SMAN 2 Tangsel, Hadirkan Pasming Based hingga SEEN
Lain Lain 16 September 2026, 12:28
-
Prediksi Crystal Palace vs Lech Poznan 18 September 2026
Liga Eropa UEFA 16 September 2026, 12:28
-
Melihat Wajah Futuristik Jepang di Oasis 21
Lain Lain 16 September 2026, 11:31
-
Lagi Nonton Asian Games 2026, Jangan Lupa Kunjungi Salah Satu Kastil Tertua di Jepang!
Lain Lain 16 September 2026, 11:19
-
Prediksi Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026
Liga Eropa UEFA 16 September 2026, 11:19
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


